Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Sang Ung Ingin Menjual Kekuatannya dalam Cashero

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Dalam banyak cerita superhero, kekuatan adalah anugerah yang dipertahankan mati-matian. Namun, Cashero justru membalik logika tersebut melalui Kang Sang Ung (Lee Joon Ho). Alih-alih bangga atau ingin mengembangkan kekuatannya, Sang Ung beberapa kali menunjukkan keinginan untuk menjual kekuatan super yang ia miliki.

Keputusan ini terdengar ekstrem, tetapi sepenuhnya masuk akal jika dilihat dari kehidupan Kang Sang Ung. Kekuatan yang seharusnya menyelamatkan hidupnya justru menjadi sumber tekanan baru. Di titik tertentu, menjual kekuatan terasa bukan sebagai pengkhianatan idealisme, melainkan bentuk keputusasaan yang paling jujur.

Berikut ini beberapa alasan yang membuat Kang Sang Ung nekat untuk menjual kekuatan super yang didapatnya dari sang ayah. Simak satu per satu jangan sampai ada yang terlewat, ya!

1. Kekuatannya tidak pernah memberinya keamanan finansial

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Alasan paling mendasar adalah fakta bahwa kekuatan Kang Sang Ung sama sekali tidak membuatnya aman secara ekonomi. Setiap kali ia menggunakan kekuatannya, uangnya lenyap. Tidak ada imbalan, tidak ada kompensasi, dan tidak ada jaminan hari esok.

Menjual kekuatan tampak sebagai solusi logis, setidaknya ia bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar sekali waktu. Bagi seseorang yang hidup dalam kemiskinan kronis, stabilitas lebih berharga daripada kekuatan heroik yang terus menguras dompet.

2. Kekuatan itu lebih sering menyakitinya daripada menolongnya

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Alih-alih menjadi alat pembebasan, kekuatan Kang Sang Ung justru menyiksanya secara mental. Ia harus terus menahan diri, berhitung, dan hidup dengan kecemasan berlebih setiap kali membawa uang tunai.

Setiap tindakan heroik selalu dibayar mahal. Bukan hanya uang, tetapi juga ketenangan batin. Dalam kondisi seperti ini, menjual kekuatan terasa seperti cara untuk kembali menjadi manusia biasa yang tidak hidup dalam ketegangan konstan.

3. Ia muak hidup dalam dilema moral tanpa akhir

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Kang Sang Ung terus berada dalam situasi yang memaksanya memilih antara menolong orang lain atau menyelamatkan hidupnya sendiri. Setiap kali ia memilih menjadi pahlawan, ia semakin terpuruk secara pribadi.

Dilema ini perlahan mengikis idealismenya. Menjual kekuatan berarti mengakhiri siklus keputusan moral yang tidak adil, di mana hanya dirinya yang selalu harus berkorban, sementara sistem di sekitarnya tetap tidak berubah.

4. Kekuatan itu menghancurkan hubungan pribadinya

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Kekuatan super tidak hanya berdampak pada hidup Kang Sang Ung, tetapi juga merusak relasinya dengan orang-orang terdekat. Ia menjadi lebih tertutup, penuh rahasia, dan sulit hadir secara emosional.

Dengan menjual kekuatannya, Kang Sang Ung berharap bisa kembali menjadi pasangan yang utuh, bukan pahlawan yang selalu absen secara mental. Baginya, kehidupan normal terasa jauh lebih bernilai dibanding identitas superhero yang merenggut kedekatan emosional.

5. Ia menyadari dirinya sedang dieksploitasi oleh sistem

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Alasan paling pahit adalah kesadaran bahwa kekuatannya hanya menguntungkan orang lain. Ia diminta menyelamatkan, melindungi, dan berkorban, tetapi tidak pernah benar-benar dilindungi.

Negara, masyarakat, bahkan tim superhero tidak pernah memberinya solusi konkret. Menjual kekuatan menjadi bentuk perlawanan terakhir, cara Kang Sang Ung merebut kembali kendali atas hidupnya sendiri dalam sistem yang terus menghisapnya.

Keinginan Kang Sang Ung untuk menjual kekuatannya bukan tanda kelemahan, melainkan kritik paling tajam dalam Cashero. Drama ini menunjukkan bahwa tidak semua kekuatan adalah berkah, dan tidak semua pahlawan ingin terus menjadi pahlawan. Dalam dunia yang tidak memberi ruang aman bagi orang baik, menjual kekuatan bisa terasa lebih masuk akal daripada mempertahankannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Langkah Ki Tae yang Penuh Risiko di Made in Korea, Bisnis Narkoba

04 Jan 2026, 21:59 WIBKorea