7 Character Development Im Jae I di To My Beloved Thief

Drama To My Beloved Thief telah mengakhiri ceritanya di episode 16 yang telah tayang pada Minggu (22/02/26). Perjuangan melawan pemerintahan tirani yang dilakukan oleh Gil Dong/Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) dan Pangeran Yi Yeol (Moon Sang Min) telah mencapi keberhasilan. Di akhir, Raja Yi Gyu (Ha Seok Jin) yang merupakan sosok pemimpin tiran telah menurunkan takhtanya pada Pangeran Yi Yeol.
Selain selesainya segala konflik yang ada, para villain di drama ini juga mendapatkan balasan yang setimpal. Sementara itu, tokoh lainnya mendapatkan kebahagiaannya masing-masing. Mereka juga mengalami perkembangan karakter yang cukup baik di sepanjang cerita. Salah satu tokoh dengan character development terbaik adalah Im Jae I (Hong Min Gi). Ia mengalami perubahan yang signifikan.
Berikut ini adalah tujuh character development Im Jae I di drama To My Beloved Thief. Simak, yuk!
1. Im Jae I awalnya dikenal sebagai sosok pemuda yang dingin dan minim empati. Seiring berjalannya waktu, ia mulai bisa bersimpati pada orang lain

2. Im Jae I yang dulunya sangat kasar dan tak sopan lambat laun berubah menjadi sosok yang lebih tenang dan bijaksana dalam bertindak

3. Ia juga tak lagi bersikap seenaknya pada orang lain. Setelah mengenal Hong Eun Jo, Jae I jadi sosok yang lebih baik dan bisa menghargai orang lain

4. Ia bahkan tak malu meminta maaf pada warga Gujilmak atas kesalahannya dan keluarganya yang nyaris membuat mereka kehilangan nyawa

5. Selama ini Jae I sangat keras kepala dan tak peduli bahwa tindakannya salah. Namun, di akhir ia berani melawan ayahnya sendiri sampai memberikan bukti kejahatannya

6. Sembunyikan statusnya sebagai anak Gisaeng, Jae I sempat membenci Eun Jo yang hanya seorang eolnyeo. Tapi, kini ia tak lagi memandang rendah status orang lain

7. Gelar bangsawan yang sangat ia junjung tinggi itu akhirnya ia lepaskan juga di akhir. Jae I tak lagi malu hidup dengan statusnya sebagai anak Gisaeng

Im Jae I merupakan tokoh dengan character development terbaik di drama ini. Di awal, ia sangat tak tersentuh dan tampak bisa melakukan apa saja semaunya. Namun, pada akhirnya karena cinta nuraninya pun terbuka sehingga ia bisa berpikiran dewasa dan membedakan mana yang harus ia bela atau mana yang harus ia lawan.


















