Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa yang Bikin Drakor If Wishes Could Kill Tayang di Netflix Menarik?

Apa yang Bikin Drakor If Wishes Could Kill Tayang di Netflix Menarik?
poster drakor Netflix If Wishes Could Kill (dok. Netflix)
Intinya Sih
  • Netflix akan merilis drama horor sekolah berjudul If Wishes Could Kill yang mengisahkan aplikasi misterius bernama GIRIGO yang mengabulkan keinginan namun membawa kutukan mematikan bagi para siswa SMA.
  • Drama ini menyoroti perubahan drastis kehidupan lima siswa dari suasana ceria menjadi penuh teror setelah terjebak dalam kutukan aplikasi, menghadirkan ketegangan khas drakor bertema survival di lingkungan sekolah.
  • If Wishes Could Kill dibintangi aktor muda seperti Jeon So Young, Kang Min Na, dan Baek Sun Ho, dengan pesan bahwa kesuksesan sejati tidak bisa diraih secara instan; tayang 24 April 2026 di Netflix.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Netflix bakal mempersembahkan drama Korea horor berlatar sekolahan dengan plot yang selalu menjadi favorit para pecinta drakor, If Wishes Could Kill. Bukan drama horor biasa, ceritanya bakal berfokus pada aplikasi yang akan membunuh sekelompok siswa SMA.

Plot semacam ini sebenarnya bukan hal yang baru di industri drama Korea. Namun, drama horor berlatar sekolah tetap memberikan atmosfer yang mencekam bagi penonton. Selain itu, berikut hal-hal yang membuat menarik di drakor If Wishes Could Kill.

1. Angkat cerita tentang aplikasi yang memberikan kutukan mematikan

still cut drakor Netflix If Wishes Could Kill
still cut drakor Netflix If Wishes Could Kill (dok. Netflix)

Sejak diumumkan, If Wishes Could Kill telah disambut antusias pecinta drakor. Drama Netflix tersebut akan menceritakan tentang sekelompok siswa SMA yang berada di ambang kematian karena sebuah aplikasi yang digunakan di ponsel tanpa mengetahui konsekuensinya.

Sekelompok siswa itu awalnya dimanjakan dengan semua keinginan mereka yang dikabulkan oleh aplikasi bernama GIRIGO tersebut. Namun, para siswa ini kemudian menyadari bahwa mereka ditakdirkan untuk mati setelah dikutuk oleh aplikasi pemberi keinginan misterius itu.

Saat para siswa berpacu dengan waktu untuk melarikan diri dari kutukan mematikan aplikasi tersebut, mereka akhirnya mengungkap kebenaran yang mengerikan di baliknya. Namun, karena telah terlena dengan pemberian GIRIGO itu, mereka tetap harus menghadapi konsekuensinya.

2. Soroti kontras para siswa sebelum vs. setelah memakai aplikasi mematikan

still cut drakor Netflix If Wishes Could Kill
still cut drakor Netflix If Wishes Could Kill (dok. Netflix)

Dalam drama If Wishes Could Kill, Netflix juga akan menangkap kontras yang mencolok antara kehidupan 5 siswa SMA sebelum dan setelah terjebak dalam kutukan aplikasi GIRIGO itu. Awalnya, mereka memulai kehidupan khas siswa SMA, dengan senyum cerah dan ekspresi ceria saat menjalani aktivitas sehari-hari yang damai. Bahkan beban 5 siswa tersebut sepertinya hanya tugas, pekerjaan rumah (PR), dan guru galak.

Namun, dunia 5 siswa itu hancur dalam sekejap setelah mereka terkena kutukan aplikasi mematikan tersebut, GIRIGO. Kehidupan yang tenang dan damai di sekolah berubah menjadi penuh ketakutan. Bahkan akhirnya, 5 siswa itu dihadapkan pada pilihan putus asa untuk menyelamatkan nyawa mereka yang berada di ujung tanduk.

Plot semacam ini sebenarnya sangat umum di industri drama Korea, tetapi selalu mendapatkan sambutan yang positif dari banyak penonton. Misalnya, Night Has Come (2023) hingga Pyramid Game (2024) yang juga mengangkat cerita tentang aplikasi yang mengubah hidup para sekelompok siswa SMA menjadi pertaruhan nyawa. Menarik banget 'kan?

3. Hadirkan para aktor dan aktris muda yang tengah naik daun

potret pemain drakor Netflix If Wishes Could Kill
potret pemain drakor Netflix If Wishes Could Kill (dok. Netflix)

Berlatar sekolah, drama Netflix If Wishes Could Kill menghadirkan sejumlah aktor dan aktris muda yang tengah naik daun. Tentunya, perpaduan para pemain dengan alur cerita yang menarik ini menjanjikan drama horor yang berbeda dari biasanya. Drama ini juga bakal menyoroti pesan penting bahwa sukses sejati tidak bisa didapatkan dengan cara instan.

Jeon So Young berperan sebagai Se Ah, orang pertama yang mencurigai aplikasi GIRIGO. Sebagai atlet atletik yang berbakat, Se Ah bahkan menolak untuk menyerah dalam menyelamatkan teman-temannya hingga akhir.

Sementara Kang Min Na menjadi Na Ri, teman Se Ah yang populer dan selalu menjadi pusat perhatian di sekolah. Ia berasal dari keluarga yang kaya serta memiliki penampilan seperti idola. Na Ri dengan keras menolak untuk mempercayai klaim Se Ah tentang sifat asli aplikasi GIRIGO. Namun, ia tidak bisa menyangkal fakta tersebut saat melihat situasi mencekam yang terjadi di sekitarnya.

Baek Sun Ho memerankan Geon Woo, seorang siswa populer dengan kepribadian ceria yang diam-diam berpacaran dengan Se Ah. Sebagai pacar Se Ah, Geon Woo berusaha untuk melindunginya dan mengungkap kebenaran tentang aplikasi GIRIGO yang menyebabkan hal-hal aneh terjadi pada teman-temannya.

Hyun Woo Seok berperan sebagai Ha Joon, "si jenius" dalam kelompok pertemanannya. Sebagai seorang programmer terampil yang paham komputer, ia melakukan berbagai upaya untuk menyingkirkan GIRIGO, termasuk menghapus aplikasi dan melakukan reset pabrik pada ponselnya.

Terakhir, Lee Hyo Je menjadi Hyeong Wook, seorang tukang iseng yang suka bergaul dengan teman-temannya. Ia adalah orang pertama yang terlibat dengan GIRIGO Hyeong Wook melihat keinginannya menjadi kenyataan secara ajaib melalui aplikasi tersebut sebelum menghadapi teror kematian yang semakin mendekat.

Bagi yang sudah penasaran dengan nasib para siswa SMA tersebut, drama If Wishes Could Kill akan tayang di Netflix pada 24 April 2026. Jangan sampai terlewat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us