Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Beda Pandangan Dokgo Dal dan Yeon Su tentang Seks di Make Me Tingle
Cuplikan drama Korea Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)
  • Dokgo Dal memandang seks sebagai ekspresi diri dengan preferensi beragam, termasuk BDSM, sedangkan Yeon Su mempertanyakan praktik yang melibatkan rasa sakit.

  • Dal menilai seks tidak harus berlandaskan cinta dan menyoroti tuntutan hubungan, sementara Yeon Su menganggap seks perlu memiliki makna emosional serta perasaan.

  • Yeon Su dididik untuk menjaga tubuhnya, sedangkan Dal menekankan kebebasan pilihan dan perbedaan pemaknaan seksualitas setiap orang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drakor Make Me Tingle bukan hanya menghadirkan kisah romansa antara dua orang dengan kepribadian bertolak belakang, tapi juga perdebatan tentang seksualitas. Dokgo Dal (Kim Jae Yeong), CEO perusahaan sex toys, memiliki pandangan yang terbuka tentang seks, sedangkan Gong Yeon Su (Nam Ji Hyun) tumbuh dengan keyakinan bahwa tubuh perempuan harus dijaga dan dilindungi.

Perbedaan prinsip mereka terlihat dalam perdebatan tentang seks dan cinta. Berikut tiga pandangan berbeda Dokgo Dal dan Yeon Su tentang seks di Make Me Tingle.

1. Seks sebagai ekspresi diri vs Sesuatu yang harus dijaga

Cuplikan drama Korea Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

Ketika melihat pasangan yang memiliki preferensi BDSM, Yeon Su mempertanyakan apakah saling menyakiti bisa menjadi preferensi seseorang. Sebaliknya, Dokgo Dal mengibaratkan seks seperti olahraga. Baginya, ada yang menyukai aktivitas ringan, ada pula yang memilih aktivitas ekstrem. Setiap orang punya cara sendiri untuk mengekspresikan diri dan mencari kepuasan.

2. Seks gak harus didasar cinta vs. Seks yang bermakna emosional

Cuplikan drama Korea Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

Dokgo Dal mempertanyakan berapa lama perasaan cinta bisa bertahan. Menurutnya, Yeon Su terlalu naif karena menganggap cinta sebagai dasar penting dalam hubungan. Padahal menjalin hubungan membutuhkan uang, tenaga, dan waktu. Sementara itu, Yeon Su merasa bisnis Dal hanya menjual kesenangan tanpa memedulikan cinta dan perasaan manusia.

3. Kebebasan menentukan pilihan vs. Keyakinan yang dibentuk sejak kecil

Cuplikan drama Korea Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

Pandangan Yeon Su tentang seks tidak muncul begitu saja. Sejak pertama kali menstruasi, ia diajari untuk berhati-hati terhadap tubuhnya dan meyakini bahwa ia harus menjaga serta melindungi tubuhnya. Sementara itu, Dokgo Dal menilai pandangan Yeon Su tentang seks terlalu sempit karena tidak semua orang memiliki pemaknaan yang sama.

Perbedaan pandangan Dokgo Dal dan Yeon Su memperlihatkan bahwa seksualitas dapat dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Bagi Dal, kebebasan berekspresi dan kepuasan memiliki tempat tersendiri, sedangkan Yeon Su memandang seks melalui nilai-nilai yang membentuk dirinya. Lewat perdebatan mereka, drakor Make Me Tingle mengajak penonton untuk mempertanyakan batas antara prinsip pribadi dan standar yang diberlakukan kepada orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article