5 Bentuk Patriarki yang Ditampilkan dalam Drakor The Scandal

- The Scandal menampilkan Lady Cho yang bakat menulisnya tidak diakui karena perempuan, lalu harus menerima perjodohan dan suami yang mengambil selir tanpa boleh diprotes.
- Drama ini menggambarkan istri kerap disalahkan saat pernikahan belum memiliki keturunan, meski persoalan tersebut tidak semestinya dibebankan hanya kepada perempuan.
- Melalui An Hui Yeon, serial menyoroti janda yang dikekang, dilarang hidup bebas atau dekat dengan laki-laki, bahkan dipuja bila mengorbankan nyawa demi suami.
Drakor The Scandal membahas taruhan gila antara Lady Cho (Son Ye Jin) dan Cho Won (Ji Chang Wook). Lady Cho dideskripsikan sebagai perempuan bertalenta yang sangat dihormati. Di sisi lain, Cho Won dikenal sebagai playboy yang suka bermain-main dengan perempuan.
Berlatar masa Joseon, The Scandal bukan sekadar drakor tentang masalah ranjang. Dalam delapan episode, ada banyak isu yang dibahas, termasuk patriarki. Berikut adalah lima bentuk patriarki yang ditampilkan dalam drakor The Scandal.
1. Perempuan tidak boleh lebih unggul daripada laki-laki

cuplikan drama The Scandal (dok. Netflix/The Scandal) Cho Won dan Lady Cho adalah sepupu. Mereka sudah terikat sejak usia mereka masih muda. Lady Cho digambarkan sebagai perempuan yang berani dan berbakat dalam menulis. Sayangnya, pada zaman itu perempuan tidak boleh lebih unggul daripada laki-laki.
Tulisan yang ia buat waktu itu dibawa Cho Won ke pertemuan keluarga. Cho Won sudah akan mengatakan tulisan itu bukan miliknya, tetapi para laki-laki di sana mempercayai bahwa itu tulisannya dan ia dianggap berbakat. Karena sistem seperti itulah yang membuat Lady Cho sadar bahwa seberbakat apapun, ia gak akan diakui karena ia perempuan. Ia yang waktu itu berniat kabur saat dijodohkan akhirnya memilih untuk tetap menjalani pernikahan yang sudah direncanakan orangtuanya.
2. Jika suami mempunyai selir, istri sah tidak boleh protes

cuplikan drama The Scandal (dok. Netflix/The Scandal) Lady Cho hidup sebagai istri Menteri Yoo (Lee Ji Hoon). Sebagai istri, ia berusaha mendukung suaminya semaksimal mungkin. Salah satu keputusannya yang menjadi bumerang adalah merawat gadis bernama So Ok (Shin Yoon Ha). Gadis itu basah kuyup karena datang ke rumahnya saat hujan deras. Tak disangka, beberapa waktu setelahnya, So Ok akan dijadikan selir oleh suaminya.
Miris, Lady Cho mengetahui hal itu dari mulut orang lain. Namun, ia tidak boleh protes. Pada zaman itu, sudah biasa apabila laki-laki yang sudah beristri, apalagi dari kalangan atas, mempunyai perempuan simpanan meskipun sudah mempunyai istri sah.
3. Saat pasangan suami istri yang sudah lama menikah tidak kunjung memiliki keturunan, istri menjadi pihak yang dipandang buruk

cuplikan drama The Scandal (dok. Netflix/The Scandal) Lady Cho dan suaminya sudah menikah selama bertahun-tahun, tetapi mereka belum dikaruniai anak. Meskipun Menteri Yoo gak pernah menyalahkan Lady Cho, masalah seperti itu membuat pihak istri dipandang buruk. Saat ditanya oleh Cho Won apakah suaminya yang tidak beres, Lady Cho menjawab bahwa dirinyalah sebagai istri yang kurang berbudi. Sistem membuat seolah-olah semua beban memiliki keturunan dilimpahkan pada istri dan jika itu gagal didapatkan, istri yang akan disalahkan.
4. Janda harus mengurung diri dan tidak diperkenankan hidup bebas di tengah masyarakat

cuplikan drama The Scandal (dok. Netflix/The Scandal) An Hui Yeon (Nana) adalah menantu dari keluarga Nyonya Tingkat Satu (Kang Ji Eun). Ia menjadi janda di usia muda. Ia bahkan disebut-sebut sudah mendapatkan status itu sebelum sempat mengenal suaminya.
Sebagai janda, An Hui Yeon tinggal di satu rumah khusus. Ia diharuskan mengenakan pakaian putih dalam kesehariannya. Selain itu, ia gak diperkenankan hidup bebas di tengah masyarakat. Ia sangat stres karena harus menghabiskan sisa hidupnya dengan mengurung diri.
5. Perempuan yang mengorbankan diri untuk laki-laki yang menjadi suaminya dianggap sebagai perempuan berbudi

cuplikan drama The Scandal (dok. Netflix/The Scandal) Jangankan untuk menjalin hubungan baru dengan laki-laki lain, seorang janda gak diperkenankan untuk sering berinteraksi dengan lawan jenis. Mereka akan dianggap sebagai perempuan berbakti jika mengakhiri hidup demi menyusul suami mereka yang telah tiada.
Hal ini dialami pula oleh An Hui Yeon. Ia yang diam-diam memeluk agama Katolik nekat memalsukan kematiannya agar dikira sudah bunuh diri oleh orang-orang sekitar. Ia ingin terus hidup, tetapi sistem memaksanya untuk lebih baik tiada. Sementara, agamanya pun melarang bunuh diri. Aksi bunuh diri zaman itu dihormati dan janda yang melakukannya bisa mendapat predikat perempuan berbudi dari raja.
Drakor The Scandal menggambarkan para perempuan di era Joseon sering menjadi korban dari budaya patriarki. Bahkan perempuan dari kalangan bangsawan pun tidak mendapatkan jaminan bahwa ia bisa terbebas dari sistem itu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















![[QUIZ] Siapa Member Hearts2Hearts yang Menemanimu Nonton Pestapora 2026?](https://image.idntimes.com/post/20260901/1_e459b797-3e81-4d3d-afe0-c2d0cf265b39.jpg)



