4 Budaya Patriarki dalam Hanmin di Undercover Miss Hong

- Karyawan tetap didominasi laki-laki, termasuk manajer utama dan pemilik perusahaan.
- Karyawan perempuan direkrut untuk pekerjaan administratif dan dipecat menjelang usia 30 tahun.
- Perempuan dianggap tidak kompeten memimpin, bahkan jika memiliki pengalaman yang cukup.
Drakor Undercover Miss Hong (2026) menceritakan kehidupan seorang perempuan yang bekerja sebagai pengawas di OJK, Hong Keum Bo (Park Shin Hye), pada tahun 1997. Dari latar belakang drakor ini, budaya patriarki di Korea Selatan saat itu masih sangat kental. Kondisi ini bisa dilihat di kehidupan Hong Keum Bo saat bekerja.
Gak cukup sampai di sana, Hong Keum Bo harus menyelesaikan kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh perusahaan investasi Hanmin. Kasus ini membuat Hong Keum Bo harus menyamar dan bekerja di Hanmin dengan menggunakan identitas milik adiknya, Hong Jang Mi (Shin Yu Na). Setelah menjadi pegawai, Hong Keum Bo menghadapi kondisi dan politik kantor yang cukup tebal.
Situasi dalam Hanmin juga menunjukkan jika peran perempuan ini kerap diabaikan. Lalu, apa saja budaya patriarki yang diterapkan dalam Hanmin di drakor Undercover Miss Hong?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Karyawan tetap didominasi laki-laki

Jika diamati dengan seksama, semua posisi pemimpin dan manajer diduduki oleh laki-laki. Kondisi ini jelas menunjukkan jika Hanmin gak mempercayai peran perempuan dalam perusahaannya. Gak hanya itu, semua peran krusial dan pekerjaan penting dilakukan oleh laki-laki.
Buktinya, ketiga manajer utama Hanmin merupakan seorang laki-laki. Gak hanya itu, pemilik Hanmin, Kang Pil Beom (Lee Deok Hwa), menjadikan cucu laki-lakinya sebagai manajer manajemen risiko. Hal ini sangat berbeda dengan sosok anaknya, Kang No Ra (Choi Ji Su), yang harus bekerja sebagai pegawai administrasi.
2. Posisi pemimpin dan manajerial semuanya diduduki laki-laki

Jika diperhatikan dengan seksama, semua karyawan tetap Hanmin didominasi laki-laki. Mereka mengerjakan pekerjaan krusial yang lebih teknis. Hal ini sangat berbeda dengan karyawan perempuan Hanmin yang secara khusus direkrut melalui rekrutmen bersama sebagai wajah Hanmin.
Karyawan perempuan umumnya direkrut sebagai karyawan yang mengurus administrasi dan bergelar sarjana sekretaris. Mereka juga gak menjadi karyawan tetap dan akan disuruh keluar ketika menjelang usia 30 tahun. Dua hal ini jelas gak menguntungkan perempuan sebagai pegawai Hanmin.
3. Perempuan semuanya jadi pegawai kontrak

Pegawai perempuan Hanmin umumnya memang bekerja sebagai pegawai administrasi. Buktinya, Go Bok Hee (Ha Yoon Kyung) akan diberhentikan ketika usianya menjelang 30 tahun. Sayangnya, pegawai perempuan di Hanmin gak dibedakan strata pendidikannya.
Semuanya, bekerja dengan status yang sama dan punya masa kontrak yang sama pula. Selama bertahun-tahun, Go Bok Hee harus bekerja sebagai sekretaris direktur utama dan gak di promosikan lebih lanjut. Setelah ada pegawai baru, Go Bok Hee juga gak dipertimbangkan untuk pindah divisi dan dilanjutkan kontraknya.
4. Perempuan dianggap gak kompeten memimpin

Song Ju Ran (Park Mi Hyun) dikenal mengawali kariernya sebagai penjaga elevator di Hanmin. Kariernya terus bertahan hingga berhasil menjadi sekretaris Kang Pil Beom. Selama ini, Song Ju Ran berusaha untuk mendapatkan jabatan direktur utama sekalipun dinilai sebagai pemimpin boneka.
Sayangnya, Kang Pil Beok seakan gak pernah menunjukkan ketertarikannya untuk menjadikan Song Ju Ran di posisi tersebut. Setelah anak Kang Pil Beom meninggal dunia, posisi tersebut malah diisi oleh sosok baru yang sebelumnya gak pernah bekerja di dalam Hanmin. Song Ju Ran tetap mengerjakan berbagai pekerjaan kotor yang diperintahkan oleh Kang Pil Beom.
Sosok perempuan seakan ditunjukkan gak digunakan. Sayangnya, peren Song Ju Ran di dalam Hanmin terlalu dalam. Jadi, apakah ada kemungkinan jika kasus penggelapan dana ini juga didalangi oleh Song Ju Ran di drakor Undercover Miss Hong?


















