Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Keren Kang Ha Gi Menangani Skandal Lee Chan di My Bias, My Boss
Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)
  • Skandal kencan Lee Chan dan Nam Da Reum memicu tuduhan sasaeng terhadap Da Reum serta hujatan bagi APPELLO, menempatkan Kang Ha Gi dalam tekanan sebagai pemimpin.
  • Ha Gi tidak langsung mempercayai opini publik; ia mengonfirmasi situasi kepada Da Reum dan Lee Chan, lalu menegur Chan atas dampak tindakannya terhadap karyawan dan perusahaan.
  • Meski kecewa secara pribadi, Ha Gi tetap melindungi Da Reum, memantau keselamatannya, dan membela posisinya di APPELLO karena tidak ada bukti tuduhan sasaeng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Skandal kencan Lee Chan (Cha Woo Min) dan Nam Da Reum (Kim Hye Jun) di episode 7–8 My Bias, My Boss tidak hanya menyeret nama keduanya, tapi juga berdampak langsung pada APPELLO. Da Reum dituduh sebagai sasaeng yang sengaja masuk ke perusahaan demi mendekati Lee Chan, sementara perusahaan ikut menerima hujatan dari publik.

Situasi tersebut tentu menjadi masalah besar bagi Kang Ha Gi (Kang Hoon) sebagai pemimpin APPELLO. Apalagi, Ha Gi sendiri baru mengetahui bahwa Da Reum ternyata merupakan penggemar Lee Chan dan sempat merasa kecewa karena mengira perasaan Da Reum kepadanya jauh lebih personal.

Namun, alih-alih membiarkan kekecewaan tersebut memengaruhi keputusannya sebagai seorang bos, Ha Gi justru menunjukkan cara kerennya yang berkelas dalam menangani masalah. Yuk, simak!

1. Ha Gi tidak langsung mempercayai tuduhan publik

Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)

Ketika pertama kali mendengar kabar skandal, Ha Gi jujur tersulut amarah. Ia menanyakan hal itu pada Da Reum, yang langsung dibenarkannya. Dan hal itu membuatnya makin kecewa terhadap Da Reum dan Lee Chan.

Namun, rasa kecewa itu tidak serta merta membuatnya langsung menyimpulkan bahwa semua tuduhan publik itu benar. Ia bahkan menanyakan hal yang sama kedua kalinya pada Da Reum. Dia juga yang mengkonfirmasi balik ke Chan soal isu itu.

Meskipun ada emosi di dalamnya, tapi Ha Gi tetap bertindak logis. Jadi, ia tak mau langsung menyimpulkan.

2. Meskipun teman, Ha Gi tetap memarahi Lee Chan

Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)

Hal yang membuat Ha Gi semakin keren adalah ia tidak hanya mempertanyakan Da Reum. Setelah mengetahui bahwa Lee Chan juga memiliki peran besar dalam hubungan tersebut, Ha Gi justru berbalik memarahi sahabatnya sendiri.

Bagi Ha Gi, masalahnya bukan sekadar siapa yang mengajak siapa berkencan. Lee Chan adalah seorang selebritas yang seharusnya memahami bahwa tindakannya dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar.

Kencan tersebut akhirnya membuat Da Reum dituduh sebagai sasaeng dan menyeret nama APPELLO, bahkan berpotensi memengaruhi ratusan karyawan di dalamnya. Karena itu, Ha Gi mempertanyakan bagaimana mungkin Lee Chan bisa bersikap seolah-olah masalah tersebut hanya menyangkut dirinya dan Da Reum.

3. Ha Gi memisahkan kekecewaan pribadi dari tanggung jawabnya sebagai boss

Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)

Ini mungkin salah satu hal terbaik dari cara Ha Gi menangani masalah tersebut. Secara pribadi, ia memang punya alasan untuk kecewa kepada Da Reum. Ia baru mengetahui bahwa perempuan yang selama ini ia kira memiliki perasaan kepadanya ternyata sudah menjadi penggemar Lee Chan selama bertahun-tahun.

Namun, Ha Gi tidak menjadikan kekecewaan tersebut sebagai alasan untuk meninggalkan Da Reum ketika situasi memburuk. Bahkan ketika ia memilih mendiamkan Da Reum, ia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin APPELLO.

Ia memahami bahwa perasaan pribadi dan keputusan profesional adalah dua hal yang berbeda. Da Reum tidak boleh kehilangan perlindungan sebagai karyawan hanya karena hubungan personal mereka sedang bermasalah. Dengan kata lain, Ha Gi tidak harus langsung memaafkan Da Reum untuk tetap melakukan hal yang benar terhadapnya.

4. Diam-diam Ha Gi tetap memastikan Da Reum baik-baik saja

Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)

Sikap Ha Gi setelah marah kepada Da Reum mungkin terlihat dingin. Ia tidak banyak berbicara dengannya dan seolah memberikan jarak. Namun, ternyata diamnya bukan berarti ia benar-benar tidak peduli.

Ha Gi diam-diam memantau situasi yang terjadi. Ia melaporkan komentar-komentar kebencian yang ditujukan kepada Da Reum dan bahkan mendatangi tempat-tempat yang biasa dikunjungi Da Reum dengan harapan bisa bertemu dengannya. Semua itu dilakukan tanpa perlu memberitahu Da Reum bahwa ia sedang melindunginya.

Justru di sinilah sisi Ha Gi terasa semakin manis. Ia tidak buru-buru datang dengan kata-kata romantis untuk mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia memilih melakukan sesuatu yang konkret. Bahkan ketika sedang kecewa, ia tetap memastikan orang yang menjadi tanggung jawabnya tidak menghadapi semuanya sendirian.

5. Ha Gi membela karyawannya, tanpa harus mau mengikuti tuntutan opini publik

Cuplikan drama Korea My Bias, My Boss (dok. tvN/My Bias, My Boss)

Puncak dari cara Ha Gi menangani skandal tersebut terlihat ketika APPELLO akhirnya memberikan pernyataan resmi. Di tengah tuntutan publik yang ingin Da Reum disingkirkan karena dianggap sebagai sasaeng, Ha Gi justru berdiri di pihak karyawannya.

Alasannya karena Da Reum telah menjalankan pekerjaannya dengan baik dan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan bahwa ia merupakan sasaeng yang sengaja masuk APPELLO demi Lee Chan. Karena itu, APPELLO tidak memiliki alasan untuk menghukum atau mengorbankannya hanya demi memenuhi tuntutan publik.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ha Gi memahami batas antara kritik dan fitnah. Seorang karyawan tidak seharusnya kehilangan pekerjaannya hanya karena opini publik telah lebih dulu menentukan bahwa dirinya bersalah.

Kang Ha Gi di My Bias, My Boss memang sempat marah kepada Da Reum dan kecewa setelah mengetahui hubungannya dengan Lee Chan tidak seperti yang selama ini ia bayangkan. Namun, justru di tengah kekecewaan tersebut, ia menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pemimpin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article