Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Cara Pengasuhan Orang Tua di Drakor Hierarchy

3 Cara Pengasuhan Orang Tua di Drakor Hierarchy
Yoon Se Ah di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)

Drama Hierarchy menghadirkan kisah sekolah elite di Korea yang hanya diisi oleh anak-anak dari kalangan atas saja. Bicara soal anak-anak tersebut, latar belakang mereka juga disorot di sini. Mereka berasal dari orang tua yang punya cara pengasuhan tersendiri, apalagi anak-anak ini berasal dari keluarga konglomerat.

Dari drama Hierarchy ini kamu bisa menyaksikan bagaimana gaya pengasuhan yang dilakukan para orang tua di dalamnya. Ada yang bersikap otoriter dan ada juga yang terlalu memanjakan anak sehingga mereka terlena. Mau tahu selengkapnya? Simak ulasannya di sini ya.

1. Bersikap otoriter terhadap anak

Choi Won Young di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)
Choi Won Young di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)

Pertama adalah memosisikan sebagai orang tua yang serba mengatur kehidupan anak. Orang tua seperti ini bersikap otoriter untuk membuat anak selalu menuruti keinginan mereka. Salah satu orang tua di drakor Hierarchy yang melakukan ini adalah Jung Ki Young (Choi Won Young).

Ia menetapkan segala batasan dalam hidup anak-anaknya yakni Jung Jae I (Roh Jeong Eui) dan Jung Jae Hyeok (Kim Jun Hyung). Terutama untuk Jae I yang sejak kecil hidupnya sudah ditentukan oleh sang ayah. Jung Ki Young selalu mengatur semua hal yang ada pada diri Jae I, mulai dari pakaian hingga caranya bersikap hingga dewasa.

Hal ini membuat Jae I merasa terkekang karena tidak bisa membuat pilihannya sendiri. Alhasil ia selalu merasa ketakutan dan terintimidasi setiap kali berada di dekat ayahnya. Jae I juga punya pengalaman traumatis yang sulit terlupakan, di mana sejak kecil ia selalu diancam akan diasingkan seperti ibunya.

Terkadang Jae I berusaha memberontak, tapi pada akhirnya tidak berani bertindak lebih jauh. Jae I tahu jika ayahnya pasti akan berbuat apapun agar keinginannya tercapai. Ia berada di kondisi yang tidak pernah menguntungkan hidupnay sejak kecil.

2. Memanjakan anak terlalu berlebihan

Lee Seung Joon di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)
Lee Seung Joon di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)

Selain pengasuhan yang otoriter, nyatanya memberikan kebebasan berlebihan pada anak juga bisa merusak mental mereka. Hal ini dilakukan oleh Yoon Byung Geun (Lee Seung Joon) dan Lee Song I (Hyun Jin), keduanya adalah orang tua dari Yoon He Ra (Ji Hye Won). Sejak kecil He Ra selalu dimanjakan dan tidak pernah ditegur saat membuat kesalahan.

Alhasil He Ra tumbuh menjadi gadis manja yang semua keinginannya harus dituruti. Hal ini berdampak pada cara bersikap He Ra terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia hanya bersikap baik pada orang yang selevel dengannya, sedangkan dengan yang berada di bawahnya ia akan bersikap semena-mena.

He Ra juga mudah iri hati, terutama pada Jae I karena ia merasa tidak memiliki apa yang dimiliki temannya itu. Karena selalu dimanjakan sejak kecil, He Ra juga menjadi seorang yang selalu menuntut apapun pada kedua orang tuanya. Ia kurang memiliki rasa empati saat sang ayah tertimpa musibah.

Ia menyembunyikan semua itu karena tidak ingin teman-temannya tahu. Mereka hanya tahu jika He Ra adalah putri pebisnis sukses yang hidup bergelimang harta. Maka dari itu He Ra masih bersikap seperti biasa.

3. Bersikap acuh dan berusaha memanipulasi anak

Yoon Se Ah di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)
Yoon Se Ah di drama Hierarchy (dok. Netflix/Hierarchy)

Terakhir adalah bersikap acuh dan berusaha memanipulasi anak. Pengasuhan orang tua seperti ini akan membuat anak tidak bisa percaya pada mereka. Hal ini dilakukan oleh An Hye Won (Yoon Se Ah) yang merupakan ibu dari Kim Ri An (Kim Jae Won). Ia selalu sibuk karena menjadi pemilik dari Jooshin Group.

Selama ini An Hye Won kurang memerhatikan Ri An sehingga membuat hubungan keduanya merenggang. Sang ibu hanya peduli pada perkembangan apa yang sudah ada pada anaknya. Maka dari itu An Hye Won menyiapkan jadwal yang padat untuk Ri An, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Parahnya ia tidak mengetahui bagaimana perasaan dan apa yang sednag dialami sang anak. Contoh sederhananya, An Hye Won lupa jika saat ini Ri An baru duduk di bangku kelas 2. Saat bertemu ia hanya membicarakan soal di mana tempat Ri An kuliah nanti tanpa menanyakan kabar putranya terlebih dahulu.

Ketiga cara pengasuhan di atas justru merusak mental anak. Apalagi yang paling toksik adalah terlalu memaksakan dan bersikap otoriter terhadap hidup mereka. Padahal anak punya keputusan sendiri yang ingin diambil atas hidup mereka. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us