5 Cara Tim Sales 3 Menyembunyikan Misi Kriminal di A Bona Fide Killer

- Tim Sales 3 Durumi Electronics menjalankan misi rahasia mengeksekusi penjahat keji yang lolos hukum, sambil menyamarkan aktivitas mereka sebagai pekerjaan kantor biasa.
- Untuk menutup jejak, mereka memakai kode percakapan, merekayasa kematian menjadi kecelakaan, serta menggunakan racun tak terdeteksi agar kasus tampak wajar.
- Tim tujuh orang membagi peran spesifik, termasuk penembakan, peretasan CCTV, pemalsuan dokumen dan rekam medis, hingga rekayasa medis untuk menghindari penyelidikan polisi dan jurnalis.
Tim Sales 3 perusahaan Durumi Electronics bukanlah tim penjualan biasa. Dalam drakor A Bona Fide Killer, tim penjualan ini menyembunyikan berbagai misi kriminal yang sengaja mereka perbuat. Bukan tanpa sebab, berbagai pembunuhan tersebut dilakukan agar mereka bisa menghukum dan mengeksekusi para pelaku kejahatan keji yang berhasil lolos dari jerat hukum.
Meski tujuan mereka mulia, misi ini tetap tak boleh diketahui oleh orang luar. Agar tak memiliki celah, Tim Sales 3 melakukan berbagai cara spesifik seperti berikut ini.
1. Menggunakan kode dengan istilah kantoran

Dalam mendiskusikan aksi kriminal mereka, Tim Sales 3 melakukan percakapan operasional mereka seperti obrolan rutin pekerja kantoran. Seperti kata "klien" digunakan untuk menyatakan target penjahat yang akan dieksekusi. Atau, kata "pertemuan" merujuk pada operasi eliminasi atau pembunuhan.
Obrolan tersebut dikemas sedemikian rupa agar terdengar seperti obrolan rutin para pekerja kantoran. Tujuannya untuk mengelabui pegawai lain di Durumi Electronics, melindungi kehidupan ganda sang penembak jitu, Yu Bo Na (Gong Hyo Jin), menghindari penyelidikan polisi dan jurnalis investigasi, serta menjaga fokus mental saat melakukan operasi.
2. Merekayasa penyebab kematian sebagai kecelakaan

Dipimpin oleh kepala tim Kim Bong Pal (Sung Dong Il), Tim Sales 3 memastikan sang target tewas secara wajar di mata publik. Kematian yang awalnya disebabkan oleh penembakan akan direkayasa secara jenius lewat skenario kecelakaan, seperti ledakan kendaraan.
Banyak hal yang dapat tim ini lindungi lewat rekayasa tersebut. Mulai dari menghindarkan tim dari kejaran unit kejahatan kekerasan kepolisian yang terkenal agresif, mengelabui suami Yu Bo Na yang bekerja sebagai reporter investigasi, serta melindungi Durumi Electronics sebagai markas operasi.
3. Menggunakan racun yang tidak terdeteksi

Dalam melakukan aksi kriminalnya, Tim Sales 3 juga menggunakan racun yang tidak terdeteksi untuk memuluskan rekayasa kematian yang mereka perbuat. Dengan racun kimia atau biologis yang dirancang khusus ini, target mereka yang merupakan kriminal kelas berat akan terlihat meninggal akibat serangan jantung mendadak atau komplikasi medis wajar lainnya tanpa memicu alarm kepolisian.
Untuk membuat target tewas dalam rekayasa kecelakaan, tim biasanya melumpuhkan kesadaran target terlebih dahulu. Mereka terkadang menyuntikkan atau mencampur racun tak terdeteksi yang menyebabkan pusing mendadak atau kehilangan kendali tubuh secara instan. Hal ini diyakini merupakan metode paling bersih agar kecelakaan tersebut terlihat sebagai kelalaian murni sang korban.
4. Melakukan peretasan sistem dan pemalsuan dokumen

Sebelum dan sesudah penembak jitu legendaris Kingfisher, Yu Bo Na, melakukan penembakan, tim pendukung pun bergerak di balik layar digital. Mereka meretas sistem CCTV di sekitar TKP untuk menghapus bukti visual, sekaligus memalsukan dokumen administrasi atau rekam medis guna menutup-nutupi kasus.
Cara ini juga diyakini efektif dalam memutus benang merah dari detektif kepolisian andalan Lee Dong Jin (Lee Sang Yi) yang sangat jeli mengendus kembalinya Kingfisher. Jika tidak ada intervensi digital dan pemalsuan berkas, kepolisian akan dengan mudah menemukan pola aneh dari para penjahat yang mati berurutan. Peretasan sistem dapat mengacaukan pengumpulan data kepolisian sehingga kasus langsung ditutup sebagai kecelakaan murni.
5. Membagi tugas berdasarkan keahlian spesifik

Dalam mengeksekusi target, tim yang beranggotakan tujuh orang ini fokus pada tugas berdasarkan keahlian spesifik. Saat Yu Bo Na melakukan penembakan, ia akan dijaga oleh hacker handal bernama Kim Young Do (Mu Jin Sung). Jika target sudah tewas, dokumen administrasi atau rekam medis akan langsung dipalsukan oleh Yang Ye Sol (Kim Ga Hee).
Jika sang target merupakan sosok berpengaruh, tim ini akan memanfaatkan kemampuan Go Young Gap (Heo Jae Ho) dalam rekayasa medis. Ia akan melakukan malapraktik medis untuk mengeluarkan peluru akibat tembakan serta membersihkan racun jika pembunuhan dilakukan menggunakan racun.
Dalam melakukan tujuan mulia mereka, Tim Sales 3 tak bekerja secara sembrono. Mereka tetap awas dengan kemungkinan serangan balik dengan lima cara di atas, terutama dari pihak yang mereka rugikan.





















