7 Sisi Gelap Yu Seong Won di Ending Flex X Cop 2, Mengerikan!
2 min read

Yu Seong Won (Yoo Seung Ho) akhirnya menunjukkan sisi gelapnya yang selama ini berhasil ia sembunyikan dalam ending Flex X Cop 2 (2026). Di balik sosoknya sebagai seniman terkenal dan pewaris keluarga konglomerat, Seong Won ternyata punya obsesi mengerikan terhadap kematian.
Gak cuma membunuh, ia juga punya cara sendiri untuk memperlakukan para korbannya hingga kejahatannya sulit dilacak. Lantas, seperti apa sisi gelap Yu Seong Won yang terungkap di ending? Yuk, simak selengkapnya!
1. Seong Won sudah terobsesi dengan kematian sejak kecil, bahkan tega membunuh anjingnya sendiri, Jackie, karena merasa terganggu olehnya

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 2. Saat menemukan ayahnya meninggal, Seong Won justru melukis jasadnya dan menjadikannya seperti sebuah karya seni

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 3. Seong Won menjadikan pembunuhan sebagai bagian dari karya seninya dengan menyimpan barang-barang korban untuk mengenang aksinya

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 4. Ia mengaku mengubah hidup para korbannya yang gak punya tujuan menjadi karya seni yang indah yang membuat mereka bisa dikenang selamanya

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 5. Seong Won juga percaya kalau semua orang punya hasrat membunuh dalam diri mereka, sehingga ia berusaha untuk memenuhi hasrat itu pada dirinya

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 6. Seong Won memiliki ruang rahasia berisi foto, manekin, dan barang-barang korban yang ia kumpulkan sebagai bagian dari koleksi mengerikannya

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) 7. Setelah ditangkap, Seong Won gak menunjukkan penyesalan. Ia justru bangga karena merasa pembunuhan dan karya seninya akan membuat namanya dikenang

still cuts drama Flex X Cop 2 (dok. SBS/Flex X Cop 2) Berbagai sisi tersebut akhirnya memperlihatkan betapa gelapnya sosok Seong Won di balik citranya sebagai seniman terkenal. Obsesi terhadap kematian, koleksi korban, hingga caranya memanfaatkan orang lain membuat kejahatannya sulit terbongkar.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.






















