Rumor palsu yang dibuat oleh Park Je Yeol (Seo Hyun Woo) tentang masa lalu ketiga pengacara L&J yang melakukan percobaan bunuh diri membuat gempar di episode 8 drakor Honour. Pada saat yang sama, Ra Young (Lee Na Young) juga mengungkap fakta sebenarnya di balik rumor palsu yang terungkap setelah sekian tahun tertutup. Pengakuan ini menjadi titik balik besar dalam konflik yang selama ini ditutup rapat oleh Ra Young. Berikut lima dampak besar yang membuat Je Yeol benar-benar kehilangan kendali.
5 Dampak Pengakuan Ra Young yang Bikin Je Yeol Panik di Honour

1. Rahasia aplikasi Connect In terancam terbongkar
Pengakuan Ra Young membuka kembali jejak keterlibatan Je Yeol dalam pengelolaan dan manipulasi data di aplikasi Connect In. Selam aini, platform tersebut tampak seperti inovasi sosial yang membantu banyak oranag, tetapi di baliknya tersimpan kepentingan pribadi yang kotor. Ketika fakta-fakta lama mulai disinggung kembali, public pub mulai curiga bahwa Connect In bukan sekadar aplikasi biasa.
Bagi Je Yeol, ancaman terbesar bukan hanya soal reputasi, melainkan potensi investigasi lanjutan terhadap sistem internal aplikasi tersebut. Jika satu kebohongan terkuak, maka rantai kebenaran lain bisa ikut terseret. Kepanikan Je Yeol muncul karena ia sadar, sekali rahasia Connect In dibuka, tak ada lagi cara untuk menyelamatkan bisnis prostitusi gelap tersebut.
2. Citra publik Je Yeol mulai retak
Selama ini Je Yeol diekanl sebagai seorang jaksa professional yang tegas dan visioner. Namun, pengakuan Ra Young mengubah perspesi itu secara drastis. Sosok yang selama ini dipandang berintegritas kini mulai dipertanyakan motif dan moralitasnya. Retaknya citra public menjadi pukukan telak bagi seseorang yang membangun kekuasaan melalui reputasi.
Lebih dari sekedar komentar negatif, gelomban gopini publik mulai bergerak liar. Media dan warganet menggali masa lalu Je Yeol, mencari celah yang selama ini tersembunyi. Dalam situasi seperti ini, Je Yeol tak lagi berdiri sebagai pengendali isu, melainkan sebagai pihak yang disudutkan oleh sorotan yang tak bisa ia hentikan.
3. Posisi tawar terhadap Ra Young melemah
Selama bertahun-tahun, Je Yeol memegang kendali atas Ra Young melalui rahasia dan tekanan psikologis. Namun, ketika Ra Young akhirnya berbicara, keseimbangan kekuasaan itu runtuh. Ia tak lagi bisa diintimidasi dengan ancaman lama, karena fakta lebih dulu disampaikan ke publik.
Perubahan ini membuat Je Yeol kehilangan senjata utamanya. Setiap upaya untuk menekan Ra Young justru berpotensi menjadi boomerang. Kini, bukan Ra Young yang terpojok, melainkan Je Yeol yang harus berhitung ulang sebelum mengambil langkah, karena satu kesalahan kecil saja bisa mempercepat kehancurannya.
4. Diberhentikan secara tidak hormat
Sebagai seorang jaksa, posisi Je Yeol tidak hanya soal jabatan, tetapi juga soal integritas dan kepercayaan public terhadap institusi hukum. Pengakuan Ra Young membuat dugaaan pelanggaran etik dan penyelahgunaan wewenang semakin sulit diabaikan. Je Yeol menghadapi sanksi berat hingga pemberhentian secara tidak hormat.
Bagi seorang penegak hukum, diberhenetikan secara tidak hormat adalah akhir karier yang paling memalukan. Ia tidak hanya kehilangan posisi, tetapi juga kredibilitas professional yang dibangun selama bertahun-tahun. Lebih dari itu, status tersebut akan melekat sebagai stigma, menghancurkan reputasi dan masa depannya di dunia hukum. Inilah ancaman nyata yang membuat Je Yeol benar-benar panik.
5. Ancaman hukum semakin nyata
Pengakuan Ra Young membuka kemungkinan penyelidikan hukum yang lebih luas. Apa yang sebelumnya hanya dianggap rumor kini memiliki dasar kesaksian yang kuat. Jika apparat penegak hukum mulai turun tangan, Je Yeol tak hanya berhadapan dengan opini publik, tetapi juga konsekuensi pidana yang nyata.
Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Setiap dokumen, pesan lama, atau rekaman percakapan bisa menjadi bukti yang memberatkannya. Je Yeol menyadari bahwa sistem yang dulu ia manfaatkan untuk melindungi diri kini justru bisa berbalik menyerangnya. Baynga-bayang proses hukum inilah yang membuat kepanikannya semakin terlihat jelas.
Episode 7 dan 8 ini memperlihatkan bahwa ketakutan terbesar Je Yeol bukan hanya hukum, tetapi kehilangan kontrol. Saat kebenaran mulai berbicara, kepanikan menjadi satu-satunya respons yang ia miliki.