Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doctor X: Mafia in White Kena Kritik, Dianggap Distorsi Realitas Medis
still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Doctor X: Mafia in White (2026) menjadi salah satu drama Korea yang ramai diperbincangkan selama akhir pekan. Kepopuleran drakor ini terbukti dengan berhasilnya episode 1 dan 2 yang menembus rating dua digit.

Di balik segala pujian, Doctor X: Mafia in White ternyata terseret kontroversi distorsi realitas dan penggambaran tenaga medis. Simak fakta-fakta selengkapnya terkait kontroversi tersebut!

1. Seseorang yang mengklaim ahli bedah ortopedi menyampaikan keluhan

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

Di tengah kesuksesan Doctor X: Mafia in White, drakor ini mendapat kritik pedas dari seseorang yang mengaku sebagai ahli bedah ortopedi atau sebut saja A. Ia meminta SBS untuk meninjau ulang Doctor X: Mafia in White yang sudah tayang sejak Sabtu (10/10/2026).

"Saya meminta tinjauan siaran terhadap Doctor X: Mafia in White. Drakor tersebut berulang kali menggambarkan kunjungan pasien sebagai tugas remeh yang tidak perlu, menggambarkan staf medis sebagai sosok antagonis yang tidak kompeten, serta mengabaikan ketidakpastian yang memang lekat dalam praktik medis," ungkap A, dilansir My Daily.

Namun, ahli bedah ortopedi tersebut memahami kalau narasi dramatis memang diperlukan dalam sebuah drama Korea. Sayangnya, penggambaran yang ditampilkan dianggap berpotensi menanamkan persepsi keliru mengenai realitas dunia dan penggambaran tenaga medis.

2. A merasa perlu mengangkat masalah ini

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

A menyadari bahwa apa yang ia sampaikan mungkin akan menuai pro-kontra. Meski begitu, A menganggap, sebagai seorang profesional, ia tetap harus menyampaikannya.

"Jika kita diam saja, para dokter akan bertanya mengapa kita tidak bersuara. Sebaliknya, jika kita angkat bicara, kita sudah bisa memperkirakan kritik yang akan muncul. Sebagai profesional, kita tidak bisa sekadar berdiam diri dan membiarkan persepsi yang keliru mengakar kuat," jelasnya.

3. Kritik sudah disampaikan ke SBS dan SBS sudah beri tanggapan

Lee Jung Eun di Doctor X: Mafia in White (x.com/SBSNOW)

A juga mengatakan sudah menyampaikan kritik terkait kepada SBS. Stasiun televisi tersebut merespons akan meneruskan kritik soal distorsi realitas serta penggambaran tenaga medis ini kepada tim produksi.

"Kami telah meneruskannya ke departemen terkait dan akan mempertimbangkannya dalam proses produksi," ungkap SBS.

Namun, A masih belum puas dengan tanggapan yang diberikan oleh SBS. Ia meragukan tim produksi akan melakukan pengeditan adegan untuk dua episode Doctor X: Mafia in White yang telah tayang.

"Karena tanggapan tersebut hanya bersifat umum, saya ragu apakah akan ada perbaikan yang berarti," tambah A.

Doctor X: Mafia in White menggambarkan sosok Gye Su Jeong (Kim Ji Won) yang lebih senang bekerja sendiri, tidak ingin mengikuti peraturan, dan meyakini operasinya akan selalu berhasil. Jika menilik versi drama Jepangnya, karakter Gye Su Jeong kemungkinan akan berubah menjadi sosok dokter yang lebih memahami rekan kerjanya dan saling bahu membahu untuk menyembuhkan pasien.

Curated For You

Editorial Team

Related Article