Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Drama Korea tentang Persaingan Kerja dengan Teman Sekantor
Poster King the Land (dok.JTBC/King the Land)
  • Enam drama Korea mengangkat persaingan kerja dari kehidupan korporasi, perhotelan, teknologi, startup, periklanan, hingga penerbitan, dengan tekanan karier dan relasi kantor sebagai fokus.
  • Misaeng, King the Land, Search: WWW, dan Start-Up menampilkan persaingan melalui penilaian kinerja, perebutan kekuasaan, dominasi pasar digital, serta upaya tim startup memperoleh pendanaan.
  • Agency dan Romance Is a Bonus Book menyoroti politik promosi, kepentingan internal, serta tantangan pekerja yang kembali berkarier dan menghadapi penolakan terkait usia maupun jeda kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persaingan di dunia kerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Setiap karyawan tentu ingin menunjukkan kemampuan terbaik, mendapatkan pengakuan, hingga meraih posisi yang lebih tinggi. Namun, persaingan tidak selalu berjalan sehat. Dalam drama Korea tentang persaingan kerja dengan teman sekantor, banyak digambarkan bahwa ambisi membuat hubungan antarrekan kerja menjadi renggang, politik kantor semakin rumit, dan kepentingan pribadi mengalahkan profesionalisme.

Situasi tersebut menjadi salah satu tema menarik yang diangkat dalam drama Korea. Bukan cuma menyuguhkan kisah cinta yang romantis, sejumlah drakor turut memperlihatkan kerasnya kehidupan profesional, mulai dari perebutan jabatan, konflik dengan atasan, persaingan antarperusahaan, hingga perjuangan mempertahankan karier di tengah lingkungan kerja yang penuh tekanan. Nah, kalau kamu sedang mencari tontonan yang menggambarkan lika-liku dunia kerja, berikut enam drakor tentang persaingan kerja yang menarik untuk masuk daftar tontonanmu!

1. Misaeng: Incomplete Life (2014)

Drama Misaeng: Incomplete Life (dok. tvN/Misaeng: Incomplete Life)

Jika kamu mencari drama Korea yang menggambarkan kehidupan kantor secara realistis, Misaeng: Incomplete Life merupakan salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Drama ini mengikuti perjalanan Jang Geu Rae (Im Si Wan), seorang pemuda yang sejak kecil bercita-cita menjadi pemain baduk profesional. Namun, setelah gagal mewujudkan impiannya, ia kemudian menghadapi kenyataan dengan bekerja sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan perdagangan besar.

Berbeda dari kebanyakan rekan kerjanya yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional lebih baik, Geu-rae gak memiliki bekal akademis yang memadai untuk memasuki dunia korporasi. Ia bahkan harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya layak berada di lingkungan tersebut. Kondisi itu membuat perjalanan karier Geu-rae penuh tantangan. Ia harus mempelajari berbagai hal dari awal, menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan, memahami cara berkomunikasi dengan atasan, serta menghadapi ekspektasi tinggi dari rekan kerja.

Persaingan dalam Misaeng gak melulu ditampilkan melalui konflik besar atau upaya menjatuhkan orang lain. Justru, ketegangan muncul dari hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembagian tugas, penilaian atasan, perbedaan kemampuan, dan kesempatan untuk mendapatkan pengakuan.

Misaeng: Incomplete Life juga memperlihatkan bahwa hubungan antarrekan kerja gak selalu sederhana. Ada rekan yang bersedia membantu, tetapi ada pula yang lebih mementingkan kepentingan pribadi. Pegawai harus belajar membangun kepercayaan sekaligus memahami bahwa gak semua orang memiliki tujuan yang sama.

2. King the Land (2023)

poster drama King the Land (instagram.com/jtbcdrama)

Berlatar industri perhotelan mewah, King the Land memperlihatkan bahwa persaingan kerja gak hanya terjadi di antara karyawan yang ingin mendapatkan promosi, tetapi juga di tingkat manajemen yang memperebutkan kekuasaan dan pengaruh di perusahaan. Drama ini mengikuti kisah Gu Won (Lee Jun Ho), pewaris King Group yang berusaha menemukan jati dirinya sekaligus menghadapi konflik internal keluarga. Salah satu sosok yang menjadi lawannya adalah Gu Hwa Ran (Kim Sun Young), kakak tirinya yang juga memiliki kepentingan dalam mempertahankan kekuasaan di perusahaan.

Persaingan keduanya menggambarkan bagaimana hubungan keluarga dapat berubah menjadi konflik profesional ketika ambisi dan kepentingan bisnis mulai berbenturan. Posisi strategis di perusahaan bukan sekadar jabatan, melainkan juga simbol kekuasaan yang dapat menentukan arah bisnis keluarga. Di sisi lain, King the Land turut menampilkan kehidupan karyawan di lingkungan hotel mewah.

Cheon Sa Rang (Yoona SNSD), misalnya, bekerja sebagai staf hotel yang dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu. Pekerjaan tersebut mengharuskannya menjaga sikap ramah, menghadapi berbagai karakter pelanggan, serta mempertahankan standar pelayanan yang tinggi. Di lingkungan seperti ini, performa kerja menjadi salah satu faktor penting dalam membangun reputasi profesional.

Karyawan harus mampu menunjukkan kualitas pelayanan, memenuhi ekspektasi manajemen, dan menjaga konsistensi meskipun berada di bawah tekanan. Namun, drama ini juga memperlihatkan sisi lain dari tuntutan profesionalisme. Keharusan untuk selalu tersenyum dan memberikan pelayanan sempurna dapat menjadi beban emosional bagi pekerja. Ketika manajemen hanya berfokus pada hasil tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan, lingkungan kerja berisiko menjadi tidak sehat.

3. Search: WWW (2019)

Jang Ki Yong dan Im Soo Jung dalam drama Search: WWW (dok. tvN/Search: WWW)

Drama Korea tentang persaingan kerja dengan teman sekantor juga bisa berlangsung di industri teknologi yang bergerak cepat dan menuntut inovasi tanpa henti. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Search: WWW, drama Korea yang menghadirkan perempuan-perempuan tangguh di dunia bisnis digital. Drama ini sendiri berpusat pada tiga tokoh perempuan, yaitu Bae Ta Mi (Im Soo Jung), Cha Hyeon atau Scarlett (Lee Da Hee), dan Song Ga Kyeong (Jeon Hye Jin). Ketiganya bekerja di industri portal internet Korea Selatan dan memiliki ambisi, prinsip, serta cara pandang yang berbeda dalam membangun karier.

Bae Ta Mi merupakan seorang profesional yang kompeten dan ambisius. Namun, perjalanan kariernya mengalami perubahan setelah terlibat konflik dengan rekan sekaligus atasannya. Situasi tersebut membawanya menghadapi lingkungan kerja baru yang menuntutnya membuktikan kemampuan kembali.

Sementara itu, Scarlett dikenal sebagai perempuan dengan karakter tegas dan berani mengambil sikap. Sedangkan Song Ga Kyeong menghadapi persoalan tersendiri karena posisinya sebagai eksekutif gak lepas dari tekanan keluarga dan kepentingan perusahaan. Ketiganya memperlihatkan bahwa perempuan dapat memegang peran strategis dalam dunia bisnis, mengambil keputusan penting, serta menghadapi konflik profesional tanpa harus digambarkan sebagai sosok yang lemah atau pasrah.

Hal menarik dari Search: WWW adalah persaingannya berlangsung pada dua tingkatan sekaligus. Pertama, persaingan antarindividu yang sama-sama ingin mempertahankan reputasi, pengaruh, dan posisi profesional. Kedua, persaingan ant perusahaan yang berlomba menjadi platform internet paling dominan. Dalam industri yang sangat bergantung pada teknologi, data, dan tren pengguna, keberhasilan sebuah proyek dapat memengaruhi posisi seseorang di dalam perusahaan.

4. Start-Up (2020)

poster drama Start-Up (dok. tvN/Start-Up)

Beralih ke dunia perusahaan rintisan, Start-Up memperlihatkan persaingan yang dihadapi para profesional muda ketika berusaha membangun bisnis dari nol. Drama Korea garapan sutradara Oh Choong Hwan dan penulis Park Hye Ryun ini terdiri dari 16 episode. Ceritanya mengikuti Seo Dal Mi (Bae Suzy), perempuan yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses, serta Nam Do San (Nam Joo Hyuk), seorang ahli matematika dan pemrograman yang mendirikan perusahaan rintisan bernama Samsan Tech bersama rekan-rekannya.

Ada pula Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho), investor sukses yang memiliki pengalaman luas dalam dunia bisnis dan memainkan peran penting dalam perjalanan para tokoh utama. Mereka dipertemukan melalui Sandbox, sebuah inkubator bisnis fiktif yang menjadi tempat bagi para pendiri startup untuk mengembangkan ide, membangun produk, dan mencari pendanaan.

Di lingkungan ini, persaingan gak hanya berlangsung antara individu, tapi juga antartim dan perusahaan rintisan yang ingin mendapatkan kesempatan terbaik. Para peserta harus meyakinkan mentor, menyusun strategi bisnis, melakukan presentasi atau pitching, serta menunjukkan bahwa produk mereka memiliki potensi untuk berkembang. Situasi tersebut menggambarkan kenyataan bahwa memiliki ide bagus saja tidak cukup untuk membangun perusahaan. Seorang pengusaha juga harus mampu memahami kebutuhan pasar, bekerja sama dengan tim, mengelola risiko, dan meyakinkan investor.

5. Agency (2023)

poster drakor Agency (dok. JTBC/Agency)

Bagi kamu yang menyukai drama dengan intrik politik kantor dan perebutan jabatan, Agency merupakan salah satu tontonan yang paling relevan dengan tema persaingan kerja. Drama ini mengikuti kisah Go Ah In (Lee Bo Young), seorang eksekutif di perusahaan periklanan yang membangun kariernya dari bawah. Berkat kerja keras dan kemampuannya menghasilkan strategi kreatif, ia berhasil mencapai posisi tinggi di lingkungan perusahaan yang sangat kompetitif.

Sayangnya, pencapaiannya ini gak serta-merta membuat perjalanan kariernya menjadi lebih mudah. Ah In justru harus menghadapi berbagai kepentingan internal yang membuat setiap keputusan profesional memiliki konsekuensi terhadap posisinya. Di perusahaan tempatnya bekerja, promosi jabatan gak selalu diberikan semata-mata berdasarkan kemampuan.

Relasi, kepentingan pemilik perusahaan, dan strategi politik internal turut menentukan siapa yang memperoleh kekuasaan lebih besar. Ah In kemudian menghadapi tantangan besar ketika mendapatkan posisi eksekutif dengan tuntutan untuk menunjukkan hasil dalam waktu terbatas. Ia harus membuktikan bahwa dirinya layak mempertahankan jabatan tersebut sekaligus menghadapi pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda.

6. Romance Is a Bonus Book (2019)

poster drama Romance Is a Bonus Book (dok.tvN/Romance Is a Bonus Book)

Persaingan kerja gak selalu terjadi antara karyawan yang memperebutkan promosi. Dalam beberapa situasi, persaingan justru dimulai ketika seseorang berusaha mendapatkan kesempatan untuk kembali bekerja. Tema inilah yang kemudian diangkat dalam Romance Is a Bonus Book, drama Korea yang berlatar industri penerbitan dan mengikuti perjalanan Kang Dan I (Lee Na Young), seorang mantan copywriter berbakat yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah lama meninggalkan dunia profesional.

Dan I sebelumnya memiliki karier yang menjanjikan, lho. Namun, setelah menghabiskan bertahun-tahun untuk mengurus keluarga, ia mengalami perubahan besar dalam kehidupan pribadinya, termasuk perceraian. Ketika mencoba kembali bekerja, ia mendapati bahwa pengalaman masa lalunya gak otomatis membuatnya mudah mendapatkan pekerjaan. Di usianya yang telah menginjak 37 tahun, Dan I menghadapi berbagai penolakan karena dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Ia juga harus bersaing dengan pelamar yang lebih muda dan terbiasa dengan perkembangan terbaru di industri penerbitan.

Kisah ini memperlihatkan bahwa persaingan kerja tidak selalu berlangsung secara adil. Pengalaman dan kemampuan seseorang bisa saja diabaikan hanya karena usia, jeda karier, atau anggapan bahwa dirinya sudah tertinggal dari perkembangan industri. Di tengah situasi tersebut, hubungan antarrekan kerja tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan usia, pengalaman, dan posisi dapat memengaruhi cara seseorang diperlakukan di kantor. Dan I harus membuktikan dirinya melalui hasil kerja, sekaligus menghadapi prasangka yang muncul akibat perjalanan hidupnya.

Keenam drama Korea tentang persaingan kerja dengan teman sekantor di atas memperlihatkan bahwa persaingan kerja memiliki banyak bentuk. Ada yang berlangsung secara terbuka melalui pencapaian dan penilaian kinerja, bahkan ada pula yang terjadi secara tersembunyi melalui politik kantor, konflik kepentingan, dan perebutan pengaruh.

Meski memiliki latar yang berbeda, keenam drakor tersebut menyampaikan pesan serupa. Kemampuan profesional memang penting, tapi perjalanan karier juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja, kesempatan, hubungan antarmanusia, dan cara seseorang menghadapi tekanan. Jadi, dari keenam drama Korea tersebut, mana yang paling menggambarkan pengalaman atau situasi kerja yang menurutmu menarik untuk disimak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article