Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Menarik Film Salmokji: Whispering Water, Bikin Merinding!

7 Fakta Menarik Film Salmokji: Whispering Water, Bikin Merinding!
Film Salmokji: Whispering Water (dok. Showbox/Salmokji: Whispering Water)
Intinya Sih
  • Film horor Salmokji terinspirasi dari pengalaman nyata sutradara Lee Sang Min di Google Street View yang memicu ide cerita tentang waduk misterius dan legenda lokal menyeramkan.

  • Proses syuting dilakukan langsung di waduk angker dengan berbagai kejadian mistis dialami kru dan pemain, termasuk gangguan teknis aneh serta penampakan sosok perempuan berambut basah.

  • Film ini menandai comeback Kim Hye Yoon ke layar lebar serta debut Jang Da Ah dan Lee Jong Won, sukses menarik perhatian hingga tembus lebih dari satu juta penonton di Korea.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film horor Korea Salmokji: Whispering Water akhir-akhir ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta film misteri. Pasalnya, film yang bakal tayang di Indonesia pada 1 Mei 2026 ini ini disebut jadi salah satu tontonan terlaris di bioskop Korea saat penayangannya.

Beberapa fakta menarik film Salmokji yang dibagikan oleh pemain dan kru film pun sukses mengundang rasa penasaran warganet. Mulai dari lokasi syutingnya yang memang angker, pengalaman mistis yang dirasakan kru, hingga detail teknis yang membuat film ini terasa begitu dekat dengan keseharian kita.

Penasaran apa saja fakta menarik film ini? Yuk, simak informasinya di bawah!

Table of Content

1. Terinspirasi dari kejadian nyata di Google Street View

1. Terinspirasi dari kejadian nyata di Google Street View

cuplikan film Salmokji: Whispering Water
cuplikan film Salmokji: Whispering Water (instagram.com/showbox.movie)

Fakta menarik film Salmokji yang pertama yaitu inspirasi ceritanya yang cukup unik sekaligus creepy. Dilansir Korea JoongAng Daily, ide film ini bermula dari pengalaman pribadi sang sutradara Lee Sang Min saat sedang menjelajahi Google Street View.

Ia menemukan rekaman kamera yang tiba-tiba berhenti secara misterius tepat di depan sebuah waduk terpencil. Hal ini kemudian memicu rasa penasarannya. Momen sederhana yang cukup ganjil ini akhirnya menjadi titik awal pengembangan cerita Salmokji.

Sang sutradara juga mengungkapkan bahwa saat merencanakan film horor dengan latar air, ia menemukan legenda tentang Salmokji dan mulai menulis naskah dengan lebih serius.

2. Syuting di lokasi waduk yang angker

Gak cuma syuting di studio, film ini juga mengambil lokasi langsung di waduk Salmokji asli yang terletak di Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan. Tempat ini memang sudah lama dikenal warga lokal sebagai area angker.

Saat proses pencrian lokasi, sutradara Lee Sang Min menggambarkan waduk tersebut sebagai ruang peralihan antara dua dunia. Ia mengatakan bahwa pepohonan yang tumbuh di tengah air terlihat sangat ganjil, ditambah kabut yang perlahan turun ke permukaan semakin membuat mepat ini menyeramkan.

Dari situlah ia membayangkan Salmokji sebagai batas antara kehidupan dan kematian, lalu mencari lokasi serupa untuk memperkuat nuansa visual film. Dalam proses kreatifnya, sang sutradara juga menekankan bagaimana sosok hantu air di film ini memancing korbanyna secara perlahan.

Demi membangun ketegangan yang lebih realistis, film ini juga menggunakan berbagai alat yang biasa dipakai kreator konten paranormal, seperti sistem navigasi, kamera 360 derajat, motion detector, hingga ghost box.

3. Banyak kejadian mistis selama proses syuting

still cut film Salmokji: Whispering Water
still cut film Salmokji: Whispering Water (instagram.com/showbox.movie)

Fakta menarik film Salmokji berikutnya adalah deretan kejadian mistis yang dialami langsung oleh para pemain dan kru selama proses syuting. Sutradara Lee Sang Min mengungkapkan bahwa lokasi syuting memiliki sinyal yang sangat lemah hingga sulit untuk melakukan panggilan.

Namun anehnya, mereka sempat mendengar nada sambung telepon dari sebuah speaker. Beberapa kru juga mengaku melihat sosok anak kecil di sekitar menara batu yang menjadi salah satu spot utama film tersebut.

Aktris Kim Hye Yoon juga membagikan pengalaman pribadinya saat wawancara radio. Ia bercerita bahwa ketika ia berada di toilet portable di area hutan dekat waduk, ia mendengar suara ketukan halus dari dinding yang berbatasan langsung dengan semak-semak.

Dari sisi teknis, kejadian tak masuk akal juga terjadi. Salah satu kru menemukan rekaman kamera 360 derajat yang tiba-tiba menampilkan layar hitam selama sekitar 10 detik. Namun, rekaman itu mengeluarkan suara air yang terdengar sangat jelas. Padahal, saat itu pengambilan gambar dilakukan di area kering.

Pengalaman lain datang dari aktor Lee Jong Won yang merasakan perubahan suhu ekstrem di beberapa titik pinggir waduk. Udara tiba-tiba terasa jauh lebih dingin dibandingkan area sekitarnya.

Gak kalah menyeramkan, hampir sepertiga kru produksi mengalami sleep paralysis saat menginap di motel sekitar Yesan. Banyak dari mereka juga melaporkan penampakan yang sama, yaitu sosok permepuan berambut basah yang berdiri diam di pojok ruangan.

4. Comeback Kim Hye Yoon ke layar lebar

Setelah sukses besar lewat drama Lovely Runner, film ini menjadi momen comeback Kim Hye Yoon ke layar lebar. Dalam film Salmokji, ia berperan sebagai Su In, karakter yang terjebak dalam situasi penuh teror dan misteri di sekitar waduk angker.

Menariknya, Hye Yoon mengaku memang sudah lama ingin mencoba genre horor. Ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah penggemar film horor bahkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, ia sangat antusias saat mendapat kesempatan membintangi proyek ini.

5. Debut film Jang Da Ah dan Lee Jong Won

Film Salmokji: Whispering Water
Film Salmokji: Whispering Water (dok. Showbox/Salmokji: Whispering Water)

Fakta menarik film Salmokji lainnya yaitu film ini menjadi debut bagi Jang Da Ah dan Lee Jong Won sebagai pemeran utama di layar lebar. Meski terbilang masih pendatang baru di industri perfilman Korea, performa mereka justru berhasil mencuri perhatian.

Dalam film ini, Jang Da Ah berperan sebagai Sejeong, produser termuda yang ikut dalam perjalanan untuk membuat konten horor dengan target view tinggi melalui channel mereka.

Sedangkan Lee Jong Won berperan sebagai Yoon Ki Tae, mantan kekasih Soo In sekaligus produser dari perusahaan media yang sama. Ia datang menyusul ke waduk untuk membantu kru acara ini.

6. Arti judul Salmokji yang menyeramkan

Hal yang perlu penonton tahu lainnya adalah soal judulnya yang memicu perdebatan di kalangan penonton. Banyak yang mengaitkan kata Salmokji (살목지) dengan sal yang berarti membunuh atau sal-in, sehingga memberi kesan yang menyeramkan.

Namun secara etimologi, nama ini sebenarnya berasal dari kata salmok atau pohon panah, loh! Ada juga teori lokal dari daerah Yesan yang menyebutkan bahwa topografinya menyerupai salmok, yaitu kayu penyangga yang digunakan untuk menopang pilar bangunan yang miring.

Meski begitu, nuansa mistis tetap melekat kuat pada nama Salmokji. Dilansir The Daily Chosun, terdapat kisah urban legend tentang tempat ini sempat diangkat dalam program Midnight Horror Story pada tahun 2021. Dalam salah satu ceritanya, seorang saksi yang awalnya skeptis terhadap hal mistis mengaku hampir tenggelam setelah mengikuti navigasi menuju waduk tersebut.

7. Berhasil tembus 1,6 Juta penonton

Film Salmokji: Whispering Water
Film Salmokji: Whispering Water (dok. Showbox/Salmokji: Whispering Water)

Sejalan dengan kesulitan dan pengalaman ekstrem yang dialami para kru selama proses produksi, film horor ini berhasil mencetak prestasi yang luar biasa di box office Korea Selatan. Salmokji sukses menembus 1,6 juta penonton di Korea Selatan hanya dalam waktu sekitar 10 hari sejak penayangannya.

Pencapaian ini bahkan menjadikannya sebagai film horor dengan laju tercepat sejak Metamorphosis (2019). Gak cuma itu, film ini juga berhasil melampaui break-even point dari total penjualan tiketnya dalam waktu yang singkat. Salmokji sendiri bakal tayang di Indonesia pada 1 Mei 2026 mendatang.

Itu dia fakta menarik film Salmokji yang berhasil bikin merinding para penonton. Mulai dari inspirasi Google Street View sampai lokasi syutingnya yang angker, gak heran jika film ini berhasil laris di Korea hingga mendapat lebih dari 1 juta penonton.

FAQ seputar film Salmokji

Apakah waduk Salmokji di film itu nyata?

Ya, waduk Salmokji benar-benar ada di daerah Yesan, Korea Selatan, dan dikenal sebagai salah satu tempat paling angker di sana.

Siapa pemeran utama dalam film Salmokji?

Film ini dibintangi oleh Kim Hye Yoon, Jang Da Ah, dan Lee Jong Won.

Apa genre dari film Salmokji?

Film ini mengusung genre horor-misteri dengan mengangkat urban legend masyarakat sekitar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Related Articles

See More