Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Fenomena Social Climbing di Drakor The Art of Sarah

cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)
Intinya sih...
  • Sarah Kim menggunakan media sosial untuk menjual barang-barang diskonan atau palsu demi mendapatkan citra glamor di dunia maya.
  • Ia manipulasi identitasnya dan memanfaatkan nama orang lain untuk mencapai kelas sosial atas yang ia inginkan.
  • Sarah Kim berhasil membangun bisnis fashion tiruan dengan embel-embel 'merek langganan kerajaan Eropa' yang menembus kalangan sosialita.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drakor The Art of Sarah, isu social climber ditampilkan melalui karakter Sarah Kim (Shin Hae Sun). Drama ini membingkai isu tersebut lewat pendekatan psychological-thriller, di mana ambisi naik kelas sosial diperlihatkan secara misterius, penuh manipulasi identitas, dan disertai tekanan mental yang intens.

Yang menarik, fenomena social climbing di sini terasa relevan. Sarah Kim selaku karakter sentralnya punya obsesi terhadap citra, validasi, dan pengakuan dari lingkaran elite. Setiap kesalahan kecil bisa meruntuhkan reputasi yang ia bangun dengan susah payah. Berikut adalah fenomena social climbing yang digambarkan di drakor ini.

1. Perubahan gaya hidup dan media sosial

cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Sarah Kim diceritakan pernah menggunakan nama  Mok Ga Hui. Ia bekerja sebagai karyawan di mall Samwol. Ia bertugas di bagian barang mewah. Setiap hari, kerjanya adalah melayani pembeli yang ingin membeli barang-brang branded. Ia merasa iri karena sebagai orang biasa, ia gak pernah punya kesempatan untuk memakai barang mewah.

Ia lalu punya ide untuk berjualan barang di media sosial. Ia menarik perhatian publik dengan barang-barang diskonan atau palsu yang ia unggah. Ia ingin dikenal sebagai sosok yang glamor di dunia maya, padahal di dunia asli ia harus pontang-panting mencari uang. Utangnya membengkak, bahkan ia sampai bekerja tambahan sebagai pencuci piring.

2. Manipulasi identitas sebagai alat mobilitas sosial

cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (instagram.com/official_seesun)

Sarah Kim menggunakan beberapa nama untuk mencapai kelas sosial atas yang ia inginkan. Nama Sarah Kim sebenarnya gak pernah ada. Ia membuatnya secara spontan agar terkesan seperti orang blasteran.

Pada awal kemunculannya, ia berpenampilan acak-acakan sambil membeli barang-barang mewah. Orang-orang sempat meragukan penampilannya, tetapi begitu ia memperlihatkan tumpukan uang yang ia bawa dan menyebut namanya Sarah Kim, keraguan tersebut berubah jadi rasa segan dan hormat.

Manipulasi identitas sebenarnya juga digunakan oleh karakter lain, yaitu Kim Mi Jeong (Lee E Dam). Karakter tersebut dikagumi Sarah Kim karena punya keterampilan dalam membuat barang imitasi. Sarah Kim memberinya kesempatan untuk menggunakan uang dan namanya agar perempuan itu bisa bersenang-senang sejenak. Namun, Kim Mi Jeong terlalu menikmati hingga menyalahgunakan identitas Sarah Kim yang dipinjamkan kepadanya.

3. Membangun usaha bisnis yang sudah diimpikan

cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Sarah Kim menetapkan Boudoir sebagai nama brand fashion yang akan ia rilis. Ia mencari pabrik yang bisa digunakan untuk memproduksi barang tiruan. Ia membuat desain sendiri dengan menggabungkan beberapa gambar dari majalah yang ia kumpulkan. Dengan memberi embel-embel ‘merek langganan kerajaan Eropa’ produk-produknya berhasil menembus kalangan sosialita.

4. Hubungan dijadikan sebagai ‘tangga’

cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Sarah berteman atau menjalin relasi dengan orang lain karena ada manfaatnya. Semua sudah ia perhitungkan dengan baik. Misalnya saat berhasil mendekati Jeong Yeo Jin (Park Bo Kyung), CEO Nox Company. Ia berbohong dengan menyebut brand-nya akan membuat proyek baru, yaitu pembangunan hotel di Korea. Ia sengaja tidak langsung menyetujui tawaran Jeong Yeo Jin supaya ia bisa mendapatkan hasil maksimal. Dan benar saja, ia berhasil meraup 15 miliar dari dana yang diinvestasikan Jeong Yeo Jin.

Fenomena social climbing yang diperlihatkan dalam drakor The Art of Sarah memang cukup mengerikan. Demi bisa naik ke kelas sosial yang lebih tinggi, seseorang rela melakukan perbuatan tercela, mulai dari penipuan hingga pembunuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Korea

See More

Carmen Hearts2Hearts Pakai Bahasa Indonesia di Mood Sampler RUDE

17 Feb 2026, 17:28 WIBKorea