Kenapa Sarah Kim Sangat Terobsesi dengan Boudoir di The Art of Sarah?

Sarah Kim (Shin Hae Sun) di The Art of Sarah rela melakukan apapun demi menciptakan dan melindungi Boudoir. Ia memanipulasi banyak orang, melakukan penipuan, bahkan sampai membunuh seseorang demi membuat Boudoir tetap ada.
Bahkan, di akhir episode pun Sarah Kim menukar identitasnya lagi menjadi Kim Mi Jeong agar penipuan yang ia lakukan terhadap Boudoir tidak divonis oleh kepolisian.
Namun, apa yang membuatnya jadi sangat terobsesi dengan Boudoir ini? Yuk, simak tiga alasannya berikut ini! Banyak interpretasi yang tak disangka-sangka!
1. Boudoir menyimpan seluruh luka dan kemalangannya

Ingat scene saat Sarah Kim menato kakinya dengan tulisan "melancolie splendide"? Arti tato itu adalah kesedihan yang cantik. Bagi Sarah, hidupnya hanyalah tentang luka dan kemalangan. Namun, ia tak mau menerimanya sebagai kesedihan saja, melainkan sesuatu yang cantik dan indah baginya.
Boudoir adalah jelmaan daripada kesedihan itu. Setiap detail merek itu lahir dari pengalaman ketika ia dipinggirkan, direndahkan, dan diabaikan. Karena itu, serangan terhadap Boudoir tidak ia anggap sebagai kritik bisnis, melainkan sebagai penyangkalan atas penderitaannya.
Jika Boudoir disebut palsu atau tidak layak, maka seolah-olah dunia kembali mengatakan bahwa rasa sakit Mok Ga Hui juga tidak pernah sah. Boudoir menjadi monumen atas semua penghinaan yang pernah ia telan.
2. Boudoir adalah satu-satunya pencapaian Sarah Kim yang diakui

Hidup Sarah Kim dipenuhi identitas palsu. Namun Boudoir berbeda. Merek ini adalah hasil kecerdasan, kerja, dan keberaniannya sendiri. Jika Boudoir runtuh, maka runtuh pula satu-satunya bukti bahwa ia pernah “berhasil” sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai topeng.
Melindungi Boudoir berarti melindungi makna hidup yang telah ia bangun dari nol. Ia tidak peduli bagaimana caranya, karena baginya, Boudoir adalah sesuatu yang ia bangun seorang diri dan diakui orang lain.
3. Boudoir adalah identitas Sarah Kim yang ingin ia ciptakan

Sarah Kim tidak terlahir kaya. Namun, ia berambisi untuk menjadi orang kaya. Tapi, lagi-lagi hal itu tidaklah mudah. Menjadikannya bagian orang-orang kalangan atas, sementara dirinya hanyalah manusia yang tak punya identitas adalah hal tersulit untuk diciptakan.
Bagi Sarah, Boudoir adalah dirinya yang ia impikan. Meski palsu, tapi orang-orang mau mengakui Boudoir sebagai salah satu merek mewah yang elite. Tidak seperti dirinya, yang ke mana pun ia pergi, latar belakangnya akan terus dikuliti.
Pada akhirnya, Boudoir bukan sekadar merek mewah, melainkan benteng terakhir Sarah Kim di The Art of Sarah. Ia melindunginya bukan karena takut kehilangan uang, tetapi karena tanpa Boudoir, seluruh narasi tentang siapa dirinya akan runtuh.


















