5 Film Sejarah Dibintangi Yoo Hae Jin, Terbaru The Assassin(s)!

- Yoo Hae Jin kerap membintangi film sejarah Korea, termasuk A Taxi Driver, 1987: When the Day Comes, dan The Battle: Roar to Victory yang mengangkat perjuangan serta konflik politik.
- Dalam The King's Warden, Yoo Hae Jin memerankan kepala desa Eom Heung Do yang melindungi Raja Danjong setelah pengasingannya pada 1457 di tengah perebutan kekuasaan.
- Film terbaru The Assassin(s) mengisahkan penyelidikan percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada 15 Agustus 1974, dengan Yoo Hae Jin sebagai detektif Cheol Gu.
Setelah sukses dengan The King's Warden pada awal tahun, Yoo Hae Jin kini akan kembali membintangi film yang juga diangkat dari sejarah, yaitu The Assassin(s). Di sepanjang karier beraktingnya, Yoo Hae Jin memang cukup sering tampil di film genre sejarah.
Bahkan, film-film sejarah yang dibintanginya selalu meraih kesuksesan dan ada beberapa yang berhasil meraih hingga belasan juta penonton. Terbaru ada The Assassin(s), berikut ini lima film sejarah yang dibintangi Yoo Hae Jin.
1. A Taxi Driver (2017)

Film A Taxi Driver (dok. Showbox/A Taxi Driver) A Taxi Driver berlatar pada Mei 1980 dan bercerita tentang seorang reporter asal Jerman, bernama Peter (Thomas Kretschmann), yang ditugaskan di Tokyo, Jepang. Suatu hari, Peter mendengar dari seorang rekan bahwa ada peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi di Gwangju, Korea Selatan. Saluran telepon di sana saat itu terputus, sehingga untuk mencari tahu peristiwa yang terjadi, Peter pun harus pergi langsung ke Korea Selatan. Sementara itu di Seoul, Kim Man Seob (Song Kang Ho) sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai sopir taksi sambil merawat putrinya.
Saat sedang makan siang di sebuah restoran, Man Seob bertemu Peter yang memintanya untuk mengantar ke Gwangju. Man Seob pun menerima tawaran tersebut. Keduanya lantas menuju ke Gwangju tanpa tahu jika datang kesana bisa membahayakan nyawa. Dengan bantuan Gu Jae Sik (Ryu Jun Yeol), seorang aktivis mahasiswa dan Hwang Tae Sool (Yoo Hae Jin), seorang sopir taksi lokal Gwangju, mereka akhirnya bisa meliput kekacauan di Gwangju dan memberitakan itu semua ke seluruh dunia.
2. 1987: When The Day Comes (2017)

Film 1987 When the Day Comes (dok. CJ Entertainment/1987 When the Day Comes) Masih mengambil latar sejarah yang sama, 1987: When the Day Comes juga menceritakan tentang pemberontakan mahasiswa yang terjadi pada tahun 1987. Kisah film ini bermula ketika mahasiswa sekaligus aktivis bernama Park Jong Chul (Yeo Jin Goo) ditangkap karena terlibat demonstrasi menentang rezim Presiden Chun Doo Hwan. Jong Chul diinterogasi dan disiksa polisi hingga tewas. Polisi dan pemerintah pun berusaha menutupi tragedi yang menimpa Jong Chul tersebut.
Namun, masih banyak pihak yang tak percaya dengan polisi dan mulai melakukan perlawanan. Berbagai pihak kemudian mulai terlibat untuk mengungkap fakta tentang kematian Jong Chul. Mulai dari wartawan, mahasiswa, hingga sipir penjara berusaha untuk mengungkap kebenaran. Kasus ini mulai menunjukkan titik terang ketika sipir Byeong (Yoo Hae Jin) meminta tolong keponakannya Yeon Hee (Kim Tae Ri), untuk memberikan buku catatan pendeta di gereja katolik dekat rumahnya. Rupanya, buku catatan tersebut berisi daftar nama petugas kepolisian yang menyiksa Jong Chul.
3. The Battle: Roar to Victory (2019)

Film The Battle: Roar to Victory (dok. Showbox/The Battle: Roar to Victory) The Battle: Roar to Victory mengisahkan kisah perjuangan Korea melawan penjajahan Jepang pada tahun 1920. Pertempuran ini disebut sebagai Pertempuran Bongo-dong. Pada saat itu, seorang pejuang perang Korea sekaligus ahli pedang, Hwang Hae Cheol (Yoo Hae Jin) bersama anggotanya melakukan misi ke Manchuria, China. Dalam misi tersebut, dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Lee Jang Ha (Ryu Jun Yeol) yang dikenal sebagai penembak jitu.
Hae Cheol dan Jang Ha kemudian berkolaborasi untuk melawan pasukan Jepang. Karena persenjataan yang dimiliki Korea tak lebih baik dari Jepang, Hae Cheol dan Jang Ha memilih menyusun strategi untuk menjebak tentara Jepang. Mereka bersatu melawan gelombang pasukan Jepang yang senjatanya jauh lebih lengkap demi mencetak kemenangan bersejarah. Pertempuran Bongo-dong inipun dicatat dalam sejarah sebagai salah satu kemenangan besar pertama bagi milisi kemerdekaan Korea dalam perang bersenjata melawan Jepang.
4. The King's Warden (2026)

Film The King’s Warden (dok. Showbox/The King’s Warden) Berlatar pada tahun 1457, The King's Warden berfokus pada Raja Danjong (Park Ji Hoon), yang naik takhta saat berusia 12 tahun. Pemerintahannya yang singkat harus berakhir ketika sang paman merebut kekuasaan dan memaksanya turun takhta. Setelah itu, Danjong kemudian diasingkan ke wilayah terpencil Cheongnyeongpo, Yeongwol, Provinsi Gangwon. Dalam keterasingan itu, nasib sang raja muda pun semakin terpuruk.
Eom Heung Do (Yoo Hae Jin), kepala desa setempat secara sukarela menjadikan desanya sebagai tempat pengasingan sang raja. Keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas, meski berarti menanggung risiko besar di tengah konflik politik yang sedang memanas. Seiring waktu, hubungan antara Eom Heung Do dan Danjong berkembang menjadi ikatan yang tak terduga. Eom Heung Do tidak hanya berperan sebagai penjaga wilayah, tetapi juga menjadi pelindung bagi Danjong yang rapuh dan kesepian.
5. The Assassin(s) (2026)

Film The Assassin's (dok. Hive Media Corp/The Assassin's) The Assassin(s) diangkat dari kisah bersejarah Hari Pembebasan pada tanggal 15 Agustus 1974. Ceritanya berfokus pada kekacauan dan misteri di balik insiden percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korea saat itu, Park Chung Hee, yang berujung pada tewasnya sang Ibu Negara. Young II (Lee Min Ho), adalah reporter surat kabar Dongseong Daily yang dikenal penuh semangat, berani, dan memiliki idealisme tinggi sebagai seorang jurnalis. Saat bertugas meliput upacara Hari Kemerdekaan, tanpa diduga ia menjadi saksi langsung peristiwa penembakan tersebut.
Lalu, ia pun bekerjasama dengan detektif Cheol Gu (Yoo Hae Jin), yang sejak kejadian berusaha keras untuk memecahkan misteri penembakan tersebut. Dia ditemani oleh jurnalis senior Jae Hwan (Park Hae Il), yang juga punya kegigihan yang sama. Dengan memadukan arsip catatan nyata dan interpretasi kreatif, film ini akan menyoroti sisi-sisi yang belum terpecahkan dan intrik konspirasi besar dari investigasi kasus berdarah tersebut. Penonton akan melihat ketegangan dari sudut pandang berbagai karakter yang berjuang mencari kebenaran di tengah tekanan politik.
Film The Assassin(s) sendiri telah tayang pada 23 September 2026 di bioskop Korea Selatan. Apakah film ini nantinya bisa meraih jutaan penonton juga seperti film-film sejarah Yoo Hae Jin lainnya?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















