6 Adegan Foreshadowing di Drakor Four Hands, Two Sonatas

- Adegan pembuka Choi Jeong Yo menonjolkan kejeniusannya merangkai suara menjadi musik, sekaligus mengisyaratkan peralihannya menjadi konduktor setelah kehilangan kemampuan bermain piano.
- Poster promosi dan adegan Kang Pi O membuang piagam memberi petunjuk perpisahan dua tokoh serta keputusan Pi O pensiun dari konser dan kompetisi demi bermain musik.
- Perjalanan Hong Jae In, masa amnesia Jeong Yo di biara, serta latihan Requiem Mozart mengarah pada peran akhir Jae In, kepergian Jeong Yo, dan wafatnya Kang Seung Woon.
Take a Deeper Reads

Drakor Four Hands, Two Sonatas menyajikan kisah dua pianis muda yang sama-sama berbakat, tapi justru akhirnya terlibat tragedi menyedihkan. Mereka adalah Kang Pi O (Song Kang) dan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young).
Dalam drakor ini, ada berbagai adegan plot twist. Khususnya, saat memasuki paruh kedua cerita. Menariknya, sebagian sudah di-spill lewat petunjuk dalam berbagai adegan foreshadowing. Berikut enam di antaranya. Yuk, simak.
1. Adegan pertama kemunculan Choi Jeong Yo

Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Di episode 1, adegan pembuka Choi Jeong Yo begitu ikonik. Ia tiduran di atas bangku kelas sambil memejamkan mata. Dengan suara-suara random di sekitarnya, ia membentuk satu paduan musik yang indah dan penuh energi.
Adegan ini selain menunjukkan Choi Jeong Yo yang terlahir sebagai genius musik, juga berisi petunjuk soal nasibnya di paruh kedua cerita drakor Four Hands, Two Sonatas. Setelah kehilangan kemampuan bermain piano, ia menjadi konduktor atau dirigen orkestra.
2. Gambar di poster-poster yang dirilis

poster drama Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Tim produksi Four Hands, Two Sonatas merilis banyak poster promosi, termasuk poster khusus di tiap episodenya. Sebagian poster ini nyatanya berisi clue penting terkait plot cerita.
Sebagai contoh, di salah satu poster yang menampilkan kedua tokoh utama versi dewasa. Terlihat ada lipatan yang memisahkan mereka di tengah-tengah gambar. Ini foreshadowing atas perpisahan di antara mereka.
Poster khusus yang dirilis untuk episode 7 berisi kata-kata "Grateful to J. Brahms". Ternyata ini petunjuk soal kondisi tangan kanan Choi Jeong Yo yang tak memungkinannya bermain piano. Namun, ada kala ia bisa main piano jika memakai karya Brahms sebab dapat dimainkan hanya dengan tangan kiri.
3. Kang Pi O membuang piagam penghargaan bersampul merah

Seo Jae Hee dan Song Kang di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Adegan pembuka Kang Pi O di episode 1 menunjukkan momen ia menerima piagam penghargaan di auditorium sekolah. Ia menerima ucapan selamat dan riuh tepuk tangan. Namun, ia kemudian membuang piagam itu ke tempat sampah.
Scene ini berisi petunjuk soal keputusan akhir Kang Pi O di episode 12. Ia memutuskan untuk pensiun dari kariernya sebagai pianis. Meski tetap bermain piano, ia tidak tampil di acara konser musik klasik apa pun. Baginya, kompetisi dan penghargaan bukanlah hal yang penting lagi. Ia ingin bermain piano karena mencintai musik.
4. Hong Jae In yang pertama membawa Choi Jeong Yo ke SMA Seni

Lee Jun Young dan Jang Gyu Ri di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Saat pertama kali mendengar permainan piano Choi Jeong Yo, Hong Jae In (Jang Gyu Ri) bersikeras menjadikannya pendamping dalam latihan biolanya. Meski Choi Jeong Yo menolak dan mengabaikannya, Hong Jae In tak menyerah sehingga bisa membuat kesepakatan dengan pemuda itu.
Berkat Hong Jae In yang membawa Choi Jeong Yo ke ruang latihan SMA Seni Korea, Choi Jeong Yo dan bakat seninya bisa dikenali. Adegan ini tak hanya penting sebagai pembuka jalan cerita. Namun, juga berisi clue bahwa Hong Jae In akan menjadi CEO agensi musik klasik menggantikan ibunya di akhir cerita.
5. Choi Jeong Yo tinggal di biara di Slovakia saat amnesia

Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas) Selama lima tahun dalam kondisi amnesia dan terluka setelah ditembak saat diculik, Choi Jeong Yo tinggal di biara di Slovakia. Adegan ini merupakan foreshadowing soal keputusan akhir Choi Jeong Yo yang pergi selama tiga tahun dan mengajar paduan suara di gereja di Republik Ceko. Selain itu, momen Choi Jeong Yo terlihat berdoa di gereja setelah tahu Kang Pi O bukan dalang penculikannya juga foreshadowing dari keputusannya di episode terakhir.
6. Kang Seung Woon berlatih karya terakhir ciptaan Mozart

Jung Jin Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Kang Seung Woon (Jung Jin Young), kakek Kang Pi O, sedang latihan dengan tim orkestranya saat tiba-tiba kolaps di episode 11. Yang jadi perhatian adalah pilihan lagu dalam latihan tersebut berikut penjelasannya. Ia memilih Requiem karya terakhir Mozart. Karya ini sebetulnya belum selesai dibuat saat Mozart meninggal. Ini nyatanya foreshadowing meninggalnya Kang Seung Woon tak lama kemudian.
Ada berbagai adegan foreshadowing yang berisi petunjuk mengenai nasib akhir karakter hingga berbagai plot twist lainnya. Apa kamu menyadarinya saat nonton drakor Four Hands, Two Sonatas?





















![[QUIZ] Siapakah Girl Grup Gen 5 yang Satu Tim Ekskul Saman Sama Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20261006/7_fb534204-f875-4837-b1bb-899d25e263a2.jpg)