Kenapa Gong Eun Tae Ogah Serahkan Merek Tim 5 di The Ordinary Jackpot?

Gong Eun Tae membatalkan rencana menyerahkan merek Tim Penjualan 5 demi melindungi hasil kerja tim yang kerap diremehkan dan diambil alih setelah berhasil berkembang.
Ia mempertahankan seluruh merek untuk membuktikan Tim Penjualan 5, meski beranggotakan sedikit pekerja termasuk pegawai baru dan kontrak, mampu bekerja mandiri serta kompeten.
Keputusan itu didukung pembagian tugas yang matang dan keberhasilan proyek LAKNES, sekaligus menjadi ujian kepemimpinan Gong Eun Tae di tengah pengkhianatan serta masalah anggota baru.
Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) mengambil keputusan berani di episode terbaru, 3 dan 4 drakor The Ordinary Jackpot. Ia dan timnya, Tim Penjualan 5 Hongsung International, memilih untuk mempertahankan semua merek yang mereka kelola dan batal menyerahkannya ke tim lain. Padahal mereka diberikan tambahan pekerja di mana harus mengelola merek LAKNES yang sempat gagal di pasar Korea.
Awalnya Gong Eun Tae berencana menuruti perintah atasannya. Namun, setelah menghadapi insiden tak terduga, ia memilih mengikuti keinginan tim untuk mempertahankan merek naungan mereka. Lantas, apa alasan Gong Eun Tae ogah serahkan erek naungan mereka pada tim lain? Yuk, simak alasannya!
1. Melindungi hasil kerja keras Tim Penjualan 5

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Tim Penjualan 5 hanya berjumlah 4 orang, dua di antara mereka ada yang pegawai baru dan ada juga yang berstatus pegawai kontrak. Dengan segala kekurangan yang mereka miliki, Tim Penjualan 5 malah diberikan tugas untuk menaungi banyak merek yang dikategorikan gagal di pasar Korea. Kini, Tim Penjualan 5 kembali mendapatkan tugas yang serupa yaitu meningkatkan penjualan merek LAKNES. Agar mereka tak terlalu berat, Tim Penjualan 5 harus memberikan merek mereka yang lain kepada tim penjualan lain.
Namun, rencana awal ini ditolak oleh Gong Eun Tae. Hal itu berdasarkan pengakuan bawahannya yang mengaku kesal kalau kinerja mereka hanya dimanfaatkan untuk menaikkan karier mereka sendiri. Sebelum ini mereka sering dikucilkan dan diremehkan oleh tim lain dan kerap seenak hati merebut merek yang sudah berhasil mereka kembangkan. Dengan mempertahankan merek-merek tersebut, Gong Eun Tae berharap dapat melindungi hasil kerja timnya dan menghentikan kebiasaan tim lain yang suka memanfaatkan hasil pekerjaan mereka.
2. Membuktikan kemampuan dan kemandirian tim

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Meski keputusannya akan menyulitkan para tim kedepannya, Gong Eun Tae yakin ia dapat membuktikan kemampuan dan kemandirian tim dengan keputusan tersebut. Selama ini, tim lain menganggap mereka sebagai tim bawahan yang kurang mampu dalam menangani tim besar. Namun mereka tak sadar bahwa sering mengambil alih merek yang dikelola Tim Penjualan 5 saat merek itu sudah berkembang.
Tak ingin berada di stigma yang lama selamanya, Gong Eun Tae memilih menolak memberikan merek binaan mereka pada tim lain. Gong Eun Tae menilai bahwa timnya dibentuk untuk mampu mengelola tanggung jawab tersebut sendiri. Dengan begitu, ia bisa menunjukkan bahwa timnya sangat kompeten dan mandiri tanpa harus membagi hasil kerja keras mereka ke tim lain.
3. Kepercayaan terhadap pembagian tugas tim

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Alasan lain, Gong Eun Tae berhasil mempertahankan merek yang Tim Penjualan 5 kelola adalah karena merasa pembagian tugas di dalam timnya sudah dilakukan dengan matang. Bahkan, ia hanya meminta tambahan satu anggota agar kinerja timnya semakin maksimal. Dengan begitu, Gong Eun Tae yakin timnya memiliki kapasitas untuk menyelesaikan beban kerja tersebut dan bergerak menuju target yang maksimal.
Hal ini langsung ia buktikan dalam proyek kerja sama dengan merek LAKNES. Tim penjualan 5 yang diyakini tak mampu menambah keuntungan penjualan lewat kerja sama ini, ternyata berhasil melampaui ekspektasi. Sebab itu, agar tak diremehkan kembali, ia memilih percaya pada timnya untuk menjalankan tanggung jawab masing-masing.
4. Untuk menguji kepemimpinannya sebagai manajer Tim Penjualan 5

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama) Keputusan ini juga dijadikan Gong Eun Tae sebagai momentum penting baginya untuk menguji kepemimpinannya sebagai manajer Tim Penjualan 5. Dari yang awalnya hanya dianggap sebagai manajer di atas kertas atau sering memberikan perintah secara kaku. Keputusan berisiko ini justru menggerakkan loyalitas dan menyatukan anggota timnya untuk membuktikan kemampuan mereka bersama-sama.
Terlebih pada episode tebaru, beragam tantangan muncul secara bertubi-tubi. Ia tak hanya diuji dengan uang lotre yang dimenangkannya sebagai asuransi, tetapi juga dengan pengkhianatan orang kepercayaannya dan munculnya anggota baru Tim Penjualan 5 yang diduga terkena kasus korupsi di perusahaan cabang. Dengan keputusan ini, ia berharap dapat bertahan bersama tim sekaligus menguji apakah kepemimpinannya sudah benar atau malah merugikan.
Keputusan Gong Eun Tae untuk mempertahankan merek naungan Tim Penjualan 5 bukan lagi sekadar urusan mempertahankan bisnis atau gengsi perusahaan. Ini adalah manifesto dari seorang manajer yang akhirnya menemukan keberanian untuk melindungi hasil kerja keras dari timnya. Menurutmu, apakah Gong Eun Tae dan Tim Penjualan 5 mampu menyukseskan keputusan yang sudah mereka ambil di drakor The Ordinary Jackpot?







![[QUIZ] Antara Jaehyun dan Taeyong NCT, Siapa yang Ajak Kamu Ngedate ke Pestapora 2026?](https://image.idntimes.com/post/20260923/1_cf5884fd-3ffa-41cc-b88a-b094d61c67a3.jpg)














