Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Alasan Gu Cheon Benci Berburu Hantu di Drakor The East Palace

3 Alasan Gu Cheon Benci Berburu Hantu di Drakor The East Palace
still cut drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)
Intinya Sih
  • Gu Cheon enggan berburu hantu karena setiap pertarungan membuat energi Yang miliknya terkuras, menyebabkan ketidakseimbangan yang berbahaya bagi dirinya sebagai ahli supranatural.
  • Masuk ke dunia gwi untuk melawan arwah membuat Gu Cheon rentan kehilangan kesadaran akibat kelelahan dan melemahnya energi Yang, sehingga ia berisiko terjebak di dunia roh.
  • Saat energinya habis, Gu Cheon bisa hilang kendali dan menyerang orang sekitar, trauma masa lalu saat mencelakai ibunya membuatnya takut mengulangi tragedi serupa meski akhirnya dipaksa kerajaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Berlatar di era Joseon, The East Palace mengangkat kisah keturunan raja yang diduga habis dibantai oleh kutukan arwah jahat. Kini tinggal 1 putra mahkota yang tersisa, Raja (Cho Seung Woo) memutuskan untuk meminta pertolongan supranatural agar putranya yang terakhir selamat.

Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) ditunjuk sebagai ahli supranatural yang dianggap bisa menangani masalah tersebut. Namun, ia enggan untuk terlibat dalam perburuan hantu karena kisah kelamnya di masa lalu. Apa yang menyebabkan Gu Cheon benci berburu hantu di drakor The East Palace? Berikut tiga alasannya.

1. Energi Yang milik Gu Cheon akan habis

still cut drakor The East Palace
still cut drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Dalam filosofi Tiongkok kuno, energi Yin dan Yang digambarkan sebagai dua kekuatan yang bertolak belakang tapi berkesinambungan. Energi Yin yang sifatnya gelap dan pasif, harus diimbangi dengan energi Yang yang sifatnya terang dan aktif.

Apabila salah satunya melemah, maka ketidakseimbangan tersebut dapat berdampak buruk terutama bagi ahli supranatural seperti Gu Cheon. Makhluk astral memiliki kebiasaan untuk menyerap energi Yang dari manusia agar kekuatan mereka bertambah. Setiap kali berburu hantu, energi Yang milik Gu Cheon selalu terkuras hingga ia butuh waktu untuk memulihkannya kembali.

2. Gu Cheon akan tidak sadarkan diri

still cut drakor The East Palace
still cut drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Untuk berburu hantu, Gu Cheon harus masuk ke dunia gwi dengan cara menenggelamkan diri di danau. Tak lupa, Gu Cheon mengaitkan tali suci di lehernya agar mudah menemukan jalan pulang. Di dunia gwi, segala bentuk hantu akan ia hadapi dengan kekuatannya.

Namun, jika terlalu lelah bertarung dengan para hantu, maka energi Yang miliknya akan melemah. Jika hal ini terjadi, tubuh Gu Cheon bisa hilang kesadaran. Sebab itu, Gu Cheon lebih memilih untuk tidak berurusan dengan hantu demi menjaga keseimbangan energi miliknya.

3. Gu Cheon akan hilang kendali

still cut drakor The East Palace
still cut drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Setelah energi Yang miliknya terkuras habis dan tidak sadarkan diri, Gu Cheon akan berubah menjadi orang yang seperti kerasukan arwah. Ia akan hilang kendali dan membabi buta menyerang orang-orang di sekitarnya. Namun, ia sama sekali tidak bisa mengontrol reaksi dari tubuhnya tersebut.

Hal ini seperti yang terjadi kepada ibunya dahulu. Saat tenggelam bersama sang ibu di dasar air, Gu Cheon kehilangan banyak energi Yang hingga menyerang dan mencekik ibunya sendiri. Setelah kejadian itu, ia diliputi rasa bersalah yang amat dalam. Gu Cheon enggan untuk menghabiskan energi Yang-nya karena takut menjadi pembawa sial bagi orang lain.

Meskipun sempat menolak, tapi pihak kerajaan menculik Gu Cheon dan memaksanya untuk melakukan pengusiran arwah jahat di istana. Berkat bantuan Saeng Gang ( Roh Yoon Seo), ia mampu menuntaskan tugas tersebut meskipun nyawa putra mahkota terakhir tidak selamat di ending The East Palace.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More