Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Gu Cheon Ingin Kabur dari Istana di Drakor The East Palace?

Kenapa Gu Cheon Ingin Kabur dari Istana di Drakor The East Palace?
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)
Intinya Sih
  • Nam Joo Hyuk kembali lewat drakor The East Palace sebagai Gu Cheon, keturunan dukun yang bisa melihat arwah dan dipanggil Raja untuk mengusir roh di istana timur.
  • Gu Cheon ingin kabur karena energi Yang-nya cepat terkuras, trauma masa lalu tentang kematian ibunya, serta takut kehilangan kendali hingga dikendalikan arwah.
  • Ia merasa tak punya kepentingan dengan urusan istana dan hanya ingin hidup tenang, namun terpaksa bertahan karena perintah Raja dan penjagaan ketat di setiap sudut istana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun, Nam Joo Hyuk akhirnya kembali menyapa penonton setianya lewat drakor berjudul The East Palace. Di drama tersebut, ia berperan sebagai karakter Gu Cheon. Keturunan dukun, Gu Cheon adalah seorang laki-laki yang mempunyai kemampuan melihat arwah.

Bagi orang biasa, bisa masuk ke istana atas perintah Raja (Cho Seung Woo) mungkin merupakan suatu kehormatan. Namun, tidak bagi Gu Cheon. Ia diperintahkan untuk datang ke istana bagian timur, tetapi ia malah mencoba pergi dari sana. Memang kenapa Gu Cheon sampai ingin kabur dari tersebut?

1. Menguras energi Yang-nya

cuplikan drama The East Palace
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Sejak awal kemunculannya, Gu Cheon digambarkan sebagai pemuda yang lebih suka tidur-tiduran dan menutup diri dari dunia luar. Ia menemui Raja dengan ogah-ogahan karena selama ini ia memang jarang berinteraksi dengan orang lain.

Menghadapi manusia saja sudah cukup membuatnya kelelahan, apalagi jika harus berhadapan pula dengan makhluk halus. Tujuan Raja menemuinya adalah untuk mengajaknya ke istana melakukan pengusiran terhadap arwah. Ia yang setiap saat bisa melihat arwah tentu enggan karena dengan begitu energi Yang-nya akan cepat terkuras.

Beruntung, tak lama setelah memasuki istana, ia Raja mengutus Saeng Gang (Roh Yoon Seo) untuk membantu Gu Cheon. Saeng Gang punya energi Yang yang bagus. Setidaknya, perempuan itu dapat membuatnya merasa lebih baik saat energi Yang-nya tinggal sedikit.

2. Ia gak bisa melupakan kematian ibunya

cuplikan drama The East Palace
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Meskipun tampak cuek, Gu Cheon sebenarnya punya trauma yang mendalam. Ia merasa bersalah atas kematian ibunya. Saat ia kecil, ia dan ibunya tenggelam di sungai. Sejak saat itu, ia selalu dihantui perasaan menyesal. Melihat istana yang dipenuhi konflik keluarga anggota kerajaan, ia jadi teringat dengan masa-masa paling menyedihkan dalam hidupnya.

3. Bisa berubah menjadi orang lain

cuplikan drama The East Palace
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Di samping kemampuannya melihat arwah dan melawan mereka di dunia gwi, Gu Cheon ternyata juga bisa dikendalikan oleh arwah, terutama jika energinya sudah habis. Di salah satu episode, ia bahkan gak ingat dengan apa yang telah ia lakukan di malam sebelumnya. Tahu-tahu, beberapa bagian tubuhnya dilumuri darah. Ia khawatir jika terus-terusan berada di istana, ia bisa berubah menjadi orang lain dan menyebabkan timbulnya masalah baru.

4. Merasa gak punya kepentingan apa-apa

cuplikan drama The East Palace
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Alasan lain yang paling penting bagi Gu Cheon hingga gak mau berlama-lama di istana adalah ia gak punya kepentingan apapun dengan orang-orang di tempat tersebut. Sekalipun Raja yang memberi titah, ia merasa bukan kewajibannya mengusir arwah di istana bagian timur. Ia memang gak suka ikut campur urusan orang lain, apalagi Raja sebelumnya mengaku gak memercayai hal-hal mistis.

Mengusir arwah bukan hal yang mudah. Selain energi Yang-nya bisa terkuras, Gu Cheon pun berisiko kehilangan nyawa jika berhadapan dengan arwah yang sangat kuat. Ia sebenarnya gak peduli dengan Raja yang hampir kehilangan seluruh keturunan. Namun, karena situasi terus berubah, ia terpaksa untuk bertahan.

Jika boleh memilih, Gu Cheon hanya ingin menjalani kehidupannya dengan tenang. Sayangnya, sejak dipaksa oleh Raja untuk tinggal di istana sebagai ahli fengsui, ia gak punya pilihan lain. Ingin kabur pun ia tidak bisa karena setiap sudut istana ada pengawal yang ditempatkan Raja. Jadi, mau tak mau ia harus bertahan hingga diizinkan keluar dari istana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More