cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
Sejak kecil, pertemuan mereka diwarnai oleh persaingan ketat yang menyisakan ambisi dan rasa bersalah. Kang Pi O merasa terancam dan cemas akan kehilangan posisi pertamanya, sementara Choi Jeong Yo membawa beban kemarahan serta trauma masa lalu.
Melalui penugasan sebagai partner resmi ini, diharapkan proyek ini bisa mengarahkan persaingan yang semula saling menjatuhkan menjadi sebuah ikatan persahabatan yang memunculkan sinergi musikalitas yang matang. Jika persaingan ini dibiarkan berjalan secara toksik, mereka akan saling menghancurkan secara mental sebelum sempat berkembang menjadi musisi dewasa yang matang.
Lebih dari sekadar tugas sekolah, proyek four hands adalah penyelamat bagi Kang Pi O dan Choi Jeong Yo di drakor Four Hands, Two Sonatas. Di atas satu papan piano, mereka berhenti menjadi musuh, menurunkan ego, dan mulai bermain sebagai satu kesatuan. Kang Pi O mulai menemukan rasa dalam setiap ketukan nadanya, sementara Choi Jeong Yo mulai menemukan ketenangan dalam badai emosinya.