Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Ilusi Tahta yang Digambarkan di The East Palace, Penuh Pengorbanan?

4 Ilusi Tahta yang Digambarkan di The East Palace, Penuh Pengorbanan?
Cuplikan drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)
Intinya Sih
  • Gu Cheon, anak dukun yang bisa melihat arwah, dipaksa Raja menjadi ahli fengshui untuk menghentikan kutukan di istana dan menyaksikan kerasnya intrik politik kerajaan.
  • Raja menghadapi tekanan besar akibat perebutan tahta, kematian misterius para pangeran, serta pengkhianatan selir Sukbin yang menyingkirkan saudaranya demi kekuasaan anaknya.
  • Demi menjaga citra dan posisi, Raja rela meracuni keturunannya sendiri yang mengetahui rahasia kelam istana, menggambarkan tahta sebagai simbol ambisi sekaligus kutukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drakor The East palace menceritakan kisah Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) yang merupakan anak dari seorang dukun sakti tapi memilih bunuh diri bersama anaknya. Sayangnya, Gu Cheon dinilai bisa melihat arwah setelah tenggelam bersama ibunya selama 15 menit dan kembali hidup. Dia dipaksa Raja (Cho Seung Woo) untuk menghentikan kutukan di istana dan diangkat sebagai ahli fengshui agar bisa tinggal dalam istana.

Selama menjadi ahli fengshui, Gu Cheon belajar berbagai sudut pandang kehidupan kerajaan. Dia bahkan harus belajar intrik politik istana yang menjadi ciri khas Raja saat itu. Lalu, apa saja ilusi tahta yang ditemukan Gu Cheon selama tinggal dalam istana di drakor The East Palace?

1. Tekanan tahta yang harus dihadapi Raja

Cuplikan drakor The East Palace
Cuplikan drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Banyak para ratu maupun selir yang berlomba untuk mendapatkan anak laki-laki keturunan Raja agar mendapatkan kesempatan dalam mewarisi tahta. Hal ini juga dialami langsung oleh Raja yang saat itu bertahta. Raja, saat itu menghadapi masalah besar karena putra mahkota meninggal dunia secara misterius dan Pangeran Yeongan (Jo Dan), yang merupakan anak laki-laki terakhir raja, juga menderita sakit misterius.

Sebagai seorang pemimpin negara, Raja dipaksa untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan mengangkat kerabat laki-laki untuk meneruskan tahta. Sekalipun banyak perebutan, tahta dan jabatan sebagai raja ini jelas gak mudah untuk dihadapi. Dia bahkan harus menyelesaikan wabah dengan membunuh rakyatnya sendiri. 

Gak cukup di sana, perang politik dalam keluarga juga sangat kental. Ibu suri bisa menjadi oposisi kuat untuk melawan raja yang menjabat. Bahkan, mereka juga saling menyerang untuk mempertahankan eksistensi.

2. Pengorbanan yang harus dilakukan

Cuplikan drakor The East Palace
Cuplikan drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Raja, yang menjabat saat ini, bukan anak mendiang raja dengan ibu suri. Dia merupakan anak dari hubungan dengan seorang dayang dan selir rendahan, selir Sukbin (Hwang Young Hee). Sayangnya, semua saudara laki-laki yang dianggap kompeten dalam mewarisi tahta harus meninggal dunia satu persatu.

Awalnya, penduduk istana menganggap kematian para pangeran dan putra mahkota ini merupakan kutukan dari arwah dayang istimewa mendiang raja. Sayangnya, selir Sukbin ternyata telah merencanakan untuk membunuh saudara laki-laki raja hingga anaknya bisa menjadi pewaris satu-satunya.

3. Citra Raja yang harus dijaga

Cuplikan drakor The East Palace
Cuplikan drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Rahasia ini jelas hanya diketahui Selir Sukbin, Raja, dan selir Han (Noh I Jin), ibu Saeng Gang (Roh Yoon Seo). Semua orang yang mengetahui rahasia istana gak akan bisa hidup dengan nyaman di luar sana. Bahkan, semua orang sadar jika gak akan ada orang yang bisa keluar dari istana dengan selamat.

Gak terkecuali dengan anak laki-laki Raja. Keturunan Raja diketahui punya kemampuan pendengaran istimewa karena bisa mendengarkan suara arwah. Awalnya, Raja gak mengetahui ini sebelum Saeng Gang mengakuinya. Hal ini juga terjadi pada semua keturunan laki-laki Raja.

Ketiga anak laki-lakinya mengetahui rahasia Raja dalam mendapatkan tahta dengan kemampuan pendengaran ini. Ketika Raja mengetahuinya, dia gak segan untuk meracuni semua anaknya agar citranya tetap terjaga.

4. Posisi yang penuh dengan ambisi

Cuplikan drakor The East Palace
Cuplikan drakor The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Menjadi seorang raja gak membuat hidup mereka mudah dijalani. Untuk mendapatkan posisi ini, semua anak laki-laki Raja harus berusaha sekuat tenaga dalam mendapatkan eksistensinya. Gak hanya itu, mereka juga harus punya koneksi yang cukup kuat demi mendukung posisi dan tahtanya.

Dengan penuh tekanan, Raja bahkan harus berhadapan dengan berbagai orang yang ingin menguasai tahtanya. Dia bahkan gak punya sosok kepercayaan untuk meneruskan tahta yang saat ini menjadi tanggung jawabnya. Gak hanya itu, menjadi seorang Raja juga gak membuatnya hidup aman. 

Raja bahkan harus berhadapan dengan berbagai kerabat yang berusaha mendapatkan tahta tersebut. Hal ini sangat digambarkan dalam karakter Pangeran Ik Sang (Tae In Ho) yang berusaha mencelakai Raja menggunakan arwah pendendam.

Tahta di drakor The East Palace memang digambarkan punya pengaruh yang cukup besar karena namanya akan ditulis di dalam sejarah. Namun, kehidupan seorang Raja ini layaknya pedang bermata dua yang mungkin bisa dimanfaatkan maupun cukup berbahaya untuk dijalani. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More