4 Istilah Hantu di Drakor The East Palace, Mana yang Berbahaya?

- Drakor horor Netflix The East Palace rilis 17 Juli 2026, mengisahkan pemburu hantu yang berusaha mematahkan kutukan misterius di dunia arwah.
- Empat jenis hantu diperkenalkan: Gwi-mae dari energi jahat, Won-gwi dari roh penuh dendam, Ak-gwi hasil kebencian ekstrem, dan Ggeomeoksali yang tampak imut tapi menyerap energi manusia.
- Tiap makhluk memiliki asal-usul serta kekuatan berbeda, menegaskan bahwa menghadapi mereka butuh keberanian dan cara khusus agar bisa dimusnahkan.
The East Palace merupakan drama Korea bergenre horor dari Netflix yang baru dirilis pada 17 Juli 2026. Drakor comeback Nam Joo Hyuk ini menyoroti aksi pemburu hantu yang diperintahkan untuk mematahkan sebuah kutukan misterius di istana. Pria tersebut pun menjelajahi dunia hantu dengan tujuan membunuh rohnya lagi.
Tentunya, drakor ini menampilkan beberapa hantu dengan berbagai penampilan. Mulai dari sosok mengerikan hingga imut tapi mematikan pula. Berikut ini beragam istilah hantu yang muncul di drakor The East Palace.
1. Gwi-mae

Gwi-mae merupakan makhluk halus yang muncul dari kematian manusia. Sosok ini tak tergolong sebagai roh gentayangan yang pernah menjalani kehidupan. Makhluk tersebut ternyata terbentuk ketika kekuatan jahat alam atau energi buruk manusia terkumpul.
Hal itu membuat gwi-mae selalu menetap di satu tempat saja. Alhasil, sosok ini sulit ditangani maupun dimusnahkan seperti hantu pada umumnya. Terlebih lagi, gwi-mae tak memiliki jiwa maupun dendam pada manusia sehingga tak bisa diusir begitu saja.
Meski begitu, makhluk halus ini tetap harus dihindari oleh manusia. Terutama, orang-orang yang hatinya tengah dipenuhi oleh kegelapan dan rasa benci. Gwi-mae akan memanfaatkan kegelapan tersebut dan mulai menyihir manusia ke arah buruk.
2. Won-gwi

Ada pula won-gwi yang muncul dari penyesalan saat kematian. Roh manusia tak bisa pergi ke alam baka apabila masih memiliki penyesalan dalam hidupnya. Gwi biasa bisa dikatakan tak membahayakan dan masih umum terjadi apabila hanya menyesalkan suatu hal saat masih hidup.
Namun, berbeda won-gwi yang menjadi istilah untuk roh manusia yang menyimpan dendam saat kematiannya. Makhluk halus ini umumnya tewas dengan rasa kebencian mendalam pada orang yang disebut bertanggung jawab atas kematiannya. Roh tersebut pun mampu menyiksa orang tersebut sebagai bentuk balas dendam.
Mereka mengalami kesulitan untuk melanjutkan perjalanan ke alam baka. Hal ini terjadi karena rasa kebencian yang tumbuh dan terkumpul sehingga roh akan merasa terbebani. Sosok won-gwi bisa pergi ke alam baka jika telah melepas kebencian tersebut supaya rohnya tak terikat lagi dengan bumi.
3. Ak-gwi

Berartikan roh jahat, ak-gwi merupakan makhluk halus yang berawal dari won-gwi. Rasa kebencian yang sangat besar bisa membuat para roh kehilangan kendali. Mereka yang telah mencapai proses tersebut bisa memakan roh lain untuk menambah kekuatan.
Kekuatan tersebut pun akan digunakan oleh ak-gwi untuk menyerang orang yang disebut menyebabkan kematiannya. Umumnya, ak-gwi sangat sulit dimusnahkan. Terlebih lagi jika ak-gwi telah memakan banyak korban dengan pembunuhan. Hal itu membuat ak-gwi harus dilenyapkan untuk menghentikan kejahatannya namun tak bisa pergi ke alam baka.
4. Ggeomeoksali

Ggeomeoksali digambarkan sebagai makhluk dengan penampilan imut dan menggemaskan. Sosok ini menyukai kue beras sehingga mudah dikelabui dengan jajanan. Namun, makhluk halus tersebut tak bisa diremehkan begitu saja karena bukan hantu biasa.
Sosok tersebut akan menempeli manusia untuk memakan energi yang. Manusia yang kehabisan energi yang pun akan menghadapi ketakutan besar hingga berakhir meninggal dunia. Ggeomeoksali pun tampak mengikuti Gu Cheon seperti lintah yang sulit dilepaskan. Namun, hantu ini juga membantu pria tersebut saat beraksi di dunia arwah.
Tiap hantu tentunya ditunjukkan dalam bentuk yang berbeda-beda. Asal usul hingga cara bertindak pun berbeda dan tak boleh diremehkan. Mereka pun bisa dibasmi meski tak mudah untuk dilakukan.




















