5 Isu Sosial yang Disinggung Drakor To My Beloved Thief

- Drakor To My Beloved Thief membahas diskriminasi berdasarkan kelas sosial dan jenis kelamin, terutama dari kehidupan tokoh utama Hong Eun Jo.
- Kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme di kalangan pejabat dan bangsawan juga disinggung dalam drakor ini.
- Isu kemiskinan, stigma sosial, serta sistem pemerintahan tirani dan oligarki juga menjadi fokus cerita yang relevan dengan situasi dunia modern.
Drakor To My Beloved Thief bercerita tentang tabib bernama Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) yang menjalani kehidupan ganda sebagai pencuri yang menolong banyak orang miskin. Di sisi lain, ada Yi Yeol (Moon Sang Min) yang merupakan pangeran dan jatuh cinta pada Hong Eun Jo.
To My Beloved Thief tidak hanya menawarkan kisah cinta romantis antara dua orang yang berbeda status sosial. Drakor ini juga membahas berbagai isu sosial. Mulai dari kemiskinan hingga diskriminasi. Yuk, simak lima isu sosial yang disinggung dalam drakor To My Beloved Thief.
1. Diskriminasi

Berlatar di era kerajaan, drakor To My Beloved Thief menunjukkan banyak momen diskriminasi yang terjadi karena perbedaan kelas sosial hingga jenis kelamin. Hal ini terutama tampak dari kehidupan sang tokoh utama, Hong Eun Jo, yang terlahir sebagai perempuan dan seorang Eolnyeo (anak dari pria bangsawan dan ibu budak).
Hong Eun Jo cerdas, bijaksana, dan punya berbagai soft skill melebihi banyak pria saat itu. Namun, kehidupannya sulit. Kemampuannya kurang diapresiasi. Ia juga tidak mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri. Bahkan terkait pernikahan pun, statusnya sebagai Eolnyeo membuatnya hanya bisa dijadikan selir dan bukan istri sah.
2. Korupsi dan kolusi

Kalangan pejabat dan bangsawan dalam drakor ini dikisahkan banyak yang terlibat kasus korupsi dan kolusi. Mereka berkongkalikong dengan pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan memupuk pundi-pundi kekayaan. Selain itu, mereka mengeruk dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.
3. Nepotisme

Selain korupsi dan kolusi, drakor ini juga menyinggung soal nepotisme. Diceritakan banyak anak dari keluarga bangsawan yang mengikuti jejak ayah atau kerabat mereka untuk menjadi pejabat di istana. Namun, sebagian memakai cara curang, yakni jalur nepotisme, sementara mereka sebetulnya tidak kompeten dan tidak cocok bekerja di pemerintahan.
4. Kemiskinan

Kejahatan pejabat yang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, ditambah sistem pemerintahan tirani serta oligarki yang dijalankan oleh Raja Yi Gyu (Ha Seok Jin) membuat rakyat jelata jadi semakin miskin. Angka kemiskinan bertambah sehingga banyak orang menjadi kelaparan.
Di situasi ini, Hong Eun Jo memilih jadi pencuri yang mendatangi rumah pejabat korup. Ia lalu memberikan hasil curiannya kepada orang yang kelaparan dan sakit. Orang-orang menjulukinya sebagai Gil Dong.
5. Stigma sosial

Selain diskriminasi, stigma juga menjadi isu sosial yang cukup kencang dibahas dalam To My Beloved Thief. Sebagai Eolnyeo, Hong Eun Jo dipandang sebagai orang dari kelas bawah dan dinilai negatif. Bahkan Im Jae Yi (Hong Min Gi) yang juga diam-diam adalah Eolnyeo disebut sebagai binatang buas oleh ayahnya.
Stigma sosial juga ditunjukkan di episode 8. Di sini, nakes yang merawat para pasien terduga wabah di area pusat karantina diperlakukan seperti hama. Mereka dilarang masuk ke kota. Selain itu, pasien-pasien ini hendak dibunuh dengan alasan takut wabah menular.
Kelima isu sosial di atas disinggung dalam cerita drakor To My Beloved Thief. Meski drakor ini berlatar di era Dinasti Joseon, nyatanya beragam isu sosial yang dibahas masih relevan dengan situasi di dunia modern. Bagaimana menurutmu?



















