7 Alasan Jang Hee Won Menolak Lamaran Kang Du Jun di Positively Yours

Di drakor Positively Yours (2026), hidup Jang Hee Won (Oh Yeon Seo) mendadak jungkir balik setelah ia mengetahui dirinya hamil akibat hubungan satu malamnya dengan Kang Du Jun (Choi Jin Hyuk). Hee Won dikenal sebagai sosok workaholic yang ambisius dan sangat serius dengan kariernya. Sejak awal, ia juga sudah bertekad untuk tidak menikah karena luka masa lalu yang membentuk cara pandangnya terhadap cinta dan keluarga.
Situasi menjadi semakin rumit ketika Du Jun ternyata adalah CEO baru di tempat Hee Won bekerja. Meski Du Jun berniat bertanggung jawab dan melamarnya, keputusan Hee Won justru di luar dugaan, ia memilih untuk menolak. Penolakan ini bukan tanpa alasan. Berikut beberapa hal yang membuat Hee Won mengambil keputusan berat tersebut.
1. Hee Won memiliki trauma mendalam terhadap pernikahan, sehingga sejak lama memutuskan untuk tidak menikah dengan siapa pun

2. Ibunya, Sun Jeong, dulu hamil di luar nikah dan memandang kehamilan sebagai masalah besar yang menghambat karier dan hidupnya

3. Luka itu semakin dalam ketika ayah Hee Won berselingkuh, membuat Sun Jeong kerap meluapkan penyesalan dan kemarahan pada anaknya sendiri

4. Tumbuh tanpa kasih sayang orangtua membuat Hee Won terbiasa bertahan sendiri dan sulit mempercayai konsep keluarga yang utuh

5. Menghadapi kehamilan yang tak direncanakan, Hee Won takut mengulang siklus hidup ibunya dan ragu bahwa pernikahan akan menjadi jawaban

6. Latar belakang Du Jun sebagai chaebol dan CEO juga membuat Hee Won merasa status sosial mereka terlalu jauh dan tidak setara

7. Di tengah krisis emosional ini, Hee Won justru mendapat kesempatan besar berupa beasiswa untuk belajar di Jerman, mimpi yang telah lama ia kejar

Berbagai alasan tersebut menjadi pendorong kuat di balik keputusan Hee Won menolak lamaran Du Jun di Positively Yours. Terlebih, sebelum semua ini terjadi, mereka hanyalah dua orang asing yang dipertemukan oleh keadaan tak terduga. Bagi Hee Won, memilih masa depan dan mimpinya sendiri terasa lebih masuk akal daripada terburu-buru mengikat janji pernikahan, meski konsekuensinya tidak mudah.

















