Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Joo In A Menjadi Model Lukisan Telanjang di Filing For Love?

Kenapa Joo In A Menjadi Model Lukisan Telanjang di Filing For Love?
Cuplikan drama Korea Filing For Love (dok. tvN/Filing For Love)
Intinya Sih
  • Joo In A menjadi model lukisan telanjang untuk memahami perasaan dan masa lalu ibunya yang dulu melakukan hal serupa demi merasakan kebebasan.

  • Melalui perannya sebagai model, In A menemukan kendali atas tubuh dan hidupnya sendiri setelah lama hidup dalam penolakan serta tekanan sosial.

  • Ruang seni menjadi tempat di mana In A bisa melepaskan identitasnya sebagai Kepala Auditor dan merasakan kebebasan emosional tanpa penilaian orang lain.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Joo In A (Shin Hae Sun) dalam drama Korea Filing for Love dikenal sebagai sosok dingin, perfeksionis, dan sulit didekati. Namun, episode 5-6 justru memperlihatkan sisi paling rapuh dari dirinya, termasuk alasan mengapa ia diam-diam menjadi model lukisan telanjang di kelas seni setiap malam.

Awalnya, keputusan itu terlihat mengejutkan karena sangat bertolak belakang dengan citra In A sebagai Kepala Auditor yang kaku dan tertutup. Namun, di balik pilihannya tersebut, ternyata ada keinginan untuk merasa bebas dari hidup yang selama ini mengekangnya. Berikut tiga alasan kenapa Joo In A menjadi model lukisan telanjang di Filing for Love.

1. In A ingin memahami perasaan ibunya

Cuplikan drama Korea Filing For Love
Cuplikan drama Korea Filing For Love (dok. tvN/Filing For Love)

Awalnya, In A mengetahui bahwa ibunya bekerja sebagai model lukisan telanjang setelah mereka pindah ke Seoul. Fakta itu membuat In A marah dan kecewa sampai memilih kabur dari rumah.

Namun setelah ibunya meninggal, In A justru mulai menggantikan posisi ibunya di kelas seni tersebut. Dari sana, ia perlahan memahami bahwa ibunya melakukannya karena merasa bebas saat berada di ruangan itu. Tanpa sadar, In A mencoba memahami rasa sakit dan kesepian ibunya lewat cara yang sama.

2. Menjadi model, membuat In A merasa punya kendali atas hidupnya

Cuplikan drama Korea Filing For Love
Cuplikan drama Korea Filing For Love (dok. tvN/Filing For Love)

Sejak kecil, hidup In A selalu dipenuhi penolakan dan penghinaan. Ayahnya tidak mengakuinya, lingkungan sekitar memandang rendah dirinya dan ibunya, hingga ia tumbuh dengan rasa rendah diri yang besar.

Karena itu, menjadi model lukisan telanjang justru memberinya rasa kontrol yang selama ini tidak pernah ia miliki. Di kelas seni, In A menentukan sendiri bagaimana ia berdiri, bagaimana ia dipandang, dan kapan ia membuka dirinya. Untuk pertama kalinya, tubuh dan hidupnya berada di bawah kendalinya sendiri, bukan diatur oleh penilaian orang lain.

3. Ruang seni menjadi tempat In A merasa bebas dari identitasnya

Cuplikan drama Korea Filing For Love
Cuplikan drama Korea Filing For Love (dok. tvN/Filing For Love)

Sebagai Kepala Auditor di Haemu, In A selalu hidup di balik citra dingin dan sempurna. Ia terus menekan emosinya sendiri agar terlihat kuat di depan orang lain.

Namun di ruang seni, In A tidak perlu menjadi siapa-siapa. Mereka hanya melihatnya sebagai objek seni. Hal itu membuat In A merasa bebas dari identitas dan luka yang selama ini membebaninya.

Pada akhirnya, keputusan In A di Filing for Love untuk menjadi model lukisan telanjang adalah simbol dari luka batin yang dipendam selama bertahun-tahun. Lewat aktivitas itu, In A mencoba mencari kebebasan, memahami Ibunya, sekaligus berdamai dengan dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Related Articles

See More