Ju Ji Hoon Spill Naskah Climax Harusnya 19+, Khawatir Terlalu Eksplisit

- Ju Ji Hoon menanggapi reaksi beragam penonton terhadap Climax (2026), terutama soal adegan ciuman dengan Ha Ji Won di episode pertama yang sempat viral.
- Aktor tersebut mengungkap bahwa naskah awal Climax (2026) sebenarnya berating 19+, namun kemudian diubah menjadi 15+, sehingga beberapa adegan terasa lebih intens.
- Ju Ji Hoon menjelaskan Climax (2026) memuat isu politik dan adegan cukup eksplisit, membuatnya sempat khawatir kontennya terlalu sensitif atau menyinggung profesi tertentu.
Popularitas drakor Climax (2026) di Indonesia semakin meningkat dan berbanding lurus dengan komentar pro kontra yang mereka terima. Ada penonton yang menganggap drakor ini semakin seru, tapi di sisi lain mengkritik alurnya justru ke mana-mana.
Hampir tamat, Ju Ji Hoon akhirnya buka suara soal adegan ciuman bersama Ha Ji Won di Climax (2026) episode pertama. Di sisi lain, dia juga spill kalau naskah asli Climax (2026) sebenarnya 19+, lho. Simak selengkapnya!
1. Ju Ji Hoon buka suara soal adegan ciuman dengan Ha Ji Won di episode pertama yang viral

Ju Ji Hoon menyadari kalau komentar tentang drakor Climax (2026) memang beragam. Bahkan, persepsi penonton yang melihat drakor ini di OTT dan TV kabel pasti berbeda, salah satu contohnya terkait adegan ciuman Ju Ji Hoon dengan Ha Ji Woon di episode pertama.
"Ada adegan ciuman dengan Ha Ji Won di episode pertama, dan sebenarnya, itu bukan adegan yang istimewa. Namun, karena saya menontonnya di TV melalui saluran ENA, rasanya lebih tidak biasa," ungkap Ju Ji Hoon, dilansir My Daily.
2. Ternyata awalnya Ju Ji Hoon menerima naskah Climax yang 19+

Sebenarnya sejak konferensi pers, cast pernah spill bahwa rating naskah awal drakor Climax (2026) adalah 19+. Maka dari itu, menurut Ju Ji Hoon gak heran kalau adegan-adegannya terasa lebih intens.
"Awalnya aku menerima naskah dengan rating 19+, tetapi kemudian diubah menjadi 15+. Karena latar ceritanya 19+, tetapi penyampaiannya ditujukan untuk usia 15+, makanya ada beberapa adegan yang terlihat lebih intens," lanjut pemeran Bang Tae Seob ini.
3. Climax mengangkat isu politik dan ada adegan intimate. Ju Ji Hoon sempat khawatir terlalu eksplisit

Ju Ji Hoon mengaku gak ngerasa ter-pressure, meski membintangi drakor yang memiliki alur cerita tidak biasa. Menurutnya, Climax (2026) justru menggambarkan bertapa tidak adilnya kehidupan nyata. Namun, Ju Ji Hoon sempat khawatir dan bertanya-tanya, apakah drakor ini terlalu eksplisit.
"Karya ini mengandung konten politik dan cukup intens. Karena itu, aku bahkan bertanya kepada rumah produksi, apakah tidak apa-apa (terlalu eksplisit)?" tanya Ju Ji Hoon yang ditanggapi tidak masalah oleh tim produksi, karena Climax (2026) hanya sebuah drama.
Di sisi lain, Ju Ji Hoon juga khawatir kalau apa yang disuguhkan drakor Climax (2026) menyinggung profesi tertentu di dunia nyata. Maka dari itu, dalam mendalami karakter, aktor kelahiran 1982 ini mempersiapkannya dengan matang, agar tidak ada kesalahan.