Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kang Pi O Dibenci Kakeknya di Four Hands, Two Sonatas?

Kenapa Kang Pi O Dibenci Kakeknya di Four Hands, Two Sonatas?
cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
Share Article

Kang Pi O (Song Kang) merupakan salah satu karakter yang memiliki banyak tekanan hidup di drakor Four Hands, Two Sonatas. Dimulai dari mendapatkan tekanan berlebihan dari ibunya, mengalami krisis batin yang membuatnya frustrasi, hingga cenderung dibenci oleh kakeknya, Kang Seung Woon (Jung Jin Young).

Bukan tanpa sebab kakeknya itu menolak kehadirannya. Terdapat tiga alasan utama Kang Pi O dibenci kakeknya di Four Hands, Two Sonatas. Alasan tersebut dapat kamu simak di bawah ini.

  1. 1. Lahir dan dibesarkan tanpa sosok ayah

    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O lahir dan besar tanpa sosok seorang ayah. Fakta ini menjadi masalah besar bagi kakeknya dan menjadi akar masalah dari semua tekanan mental yang dialami Kang Pi O. Sepanjang hidupnya, Kang Pi O bertumbuh tanpa pernah tahu siapa ayah kandungnya yang sebenarnya. Ketiadaan informasi ini membuat Kang Pi O merasa tidak memiliki identitas keluarga yang utuh dan memicu kebencian utama sang kakek.

    Sang kakek, Kang Seung Woon, menganggap status Kang Pi O sebagai anak tanpa ayah sebagai sebuah noda atau cela untuk reputasinya sebagai maestro musik legendaris dari keluarga terpandang. Agar reputasinya terjaga, ia memilik menolak kehadiran Kang Pi O dan tak menganggapnya sebagai cucu.

  2. 2. Kang Seung Woon merupakan sosok yang perfeksionis

    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Seung Woon merupakan sosok yang perfeksionis. Ia menuntut standar musikalitas yang sangat tinggi dan tidak segan-segan memberikan kritik yang sangat tajam serta dingin kepada keluarganya sendiri, termasuk kepada sang cucu, Kang Pi O.

    Sebagai pianis legendaris sekaligus konduktor kelas dunia, posisinya tidak tergoyahkan. Ia selalu merasa paling benar dan menerapkan standar kesempurnaan musikalitas yang tidak masuk akal bagi orang di sekitarnya. Meskipun Kang Pi O telah memenangkan berbagai kompetisi internasional demi mendapat perhatiannya, ia tetap mempertahankan ego tingginya karena Kang Pi O lahir tanpa ayah dan telah mencoreng nama baik dinasti musiknya.

  3. 3. Permainan piano Kang Pi O dinilai kurang beremosi

    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Seung Woon menilai kemampuan Kang Pi O dalam bermain piano masih memiliki kekurangan besar, terutama dalam menyampaikan emosi dan jiwa ke dalam musiknya. Sang kakek menganggap Kang Pi O hanya bermain secara teknis demi ambisi pribadi dan tuntutan ibunya, bukan karena penjiwaan musik yang murni.

    Kang Seung Woon ingin Kang Pi O bermain secara natural, emosional, dan menggunakan insting murninya. Ketika seorang musisi mematikan emosinya di dunia nyata, musik yang ia hasilkan pun secara otomatis terdengar hambar dan kering.

    Hubungan toksik antara kakek perfeksionis dan cucu yang terbuang ini sukses menjadi sumbu konflik emosional yang mengiris hati di awal episode. Kang Pi O dibenci kakeknya di Four Hands, Two Sonatas bukanlah sekadar penolakan silsilah keluarga, melainkan dinding besar yang membelenggu kejujuran bermusik Kang Pi O. Menurutmu, apakah mereka akan perlahan akur di episode berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More