cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
Kang Seung Woon menilai kemampuan Kang Pi O dalam bermain piano masih memiliki kekurangan besar, terutama dalam menyampaikan emosi dan jiwa ke dalam musiknya. Sang kakek menganggap Kang Pi O hanya bermain secara teknis demi ambisi pribadi dan tuntutan ibunya, bukan karena penjiwaan musik yang murni.
Kang Seung Woon ingin Kang Pi O bermain secara natural, emosional, dan menggunakan insting murninya. Ketika seorang musisi mematikan emosinya di dunia nyata, musik yang ia hasilkan pun secara otomatis terdengar hambar dan kering.
Hubungan toksik antara kakek perfeksionis dan cucu yang terbuang ini sukses menjadi sumbu konflik emosional yang mengiris hati di awal episode. Kang Pi O dibenci kakeknya di Four Hands, Two Sonatas bukanlah sekadar penolakan silsilah keluarga, melainkan dinding besar yang membelenggu kejujuran bermusik Kang Pi O. Menurutmu, apakah mereka akan perlahan akur di episode berikutnya?