Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Karakter yang Sikapnya Berubah di Ending Four Hands, Two Sonatas
cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Choi Jeong Yo membuang dendam setelah mengetahui Kang Pi O juga korban penculikan, lalu pensiun dini untuk melindungi sahabatnya dan mendukungnya kembali bermain piano.
  • Kang Pi O mengakui penggunaan lembar musik Choi Jeong Yo demi kemenangan kompetisi, siap bertanggung jawab secara hukum, dan kembali bermain piano tanpa bayang-bayang persaingan.
  • Kang Seung Woon meminta maaf atas ambisinya, sementara Kang Ji Hye menerima konsekuensi penculikan, menyesali perbuatannya, dan mulai memperbaiki hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Episode final drakor Four Hands, Two Sonatas sukses menguras air mata penonton. Bukan hanya karena alunan melodinya yang indah, tetapi juga karena runtuhnya dinding keegoisan yang selama ini memenjarakan para karakternya. Terutama, setelah terbongkar rahasia kelam kasus penculikan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) pada 9 tahun lalu.

Setelah melewati badai konflik dan ego yang berkecamuk, berikut adalah empat karakter dalam drakor ini yang mengalami perubahan sikap paling drastis. Perubahan sikap yang mereka tampilkan tak hanya memunculkan rasa haru, tetapi juga menjadi titik balik membaiknya hubungan mereka yang selama ini berseteru. Siapa sajakah mereka? Yuk, simak!

1. Choi Jeong Yo

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Pada pertengahan cerita, Choi Jeong Yo muncul dengan sikap penuh dendam, dingin, dan terus menekan Kang Pi O (Song Kang). Ia salah paham dan mengira Kang Pi O lah dalang dari penculikannya pada sembilan tahun lalu dengan maksud menyingkirkannya dari dunia musik. Setelahnya, ia memilih untuk balas dendam agar Kang Pi O merasakan penderitaan yang ia alami dahulu.

Setelah mendengar rekaman suara dari Martin Vogel (Ko Chang Seok), Choi Jeong Yo pun sadar bahwa Kang Pi O juga merupakan korban dari insiden tersebut. Kang Pi O tak tahu apa-apa atas kejadian yang menimpanya dan dengan tulus mencari keberadaannya selama ini. Setelah mengetahui fakta tersebut, Choi Jeong Yo memilih membuang dendamnya pada Kang Pi O. Ia bahkan memilih untuk pensiun dini demi melindungi Kang Pi O dan mendorong sahabatnya itu untuk kembali bermain piano dengan bebas.

2. Kang Pi O

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Di awal penayangan, Kang Pi O digambarkan sebagai pribadi yang perfeksionis, kompetitif, dan sempat dihantui krisis moral. Ia bahkan berkali-kali menyiksa diri jika hasil dari kerja kerasnya tak berakhir baik. Terutama, setelah mengetahui kejahatan ibunya pada Choi Jeong Yo, ia memilih menarik diri dari dunia piano karena merasa tidak pantas.

Pada ending drakor ini, Kang Pi O akhirnya berani mengadakan konferensi pers darurat untuk mengakui kesalahannya di masa lalu bahwa ia pernah memakai lembar musik milik Choi Jeong Yo untuk memenangkan kompetisi yang diadakan 9 tahun lalu. Ia mengaku juga bersedia mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum. Meski mendapatkan tekanan dari publik, di akhir cerita, Kang Pi O tak burnout lagi. Ia berhasil mengendalikan emosinya dan bisa bermain piano lagi dengan tulus tanpa bayang-bayang persaingan.

3. Kang Seung Woon

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Kakeknya Kang Pi O, Kang Seung Woon (Jung Jin Young) merupakan orang yang sangat keras, ambisius, dan otoriter. Selama bertahun-tahun, ia menekan dan mengekang anak dan cucunya demi ambisi dengan dalih menjaga reputasi serta kesempurnaan musik keluarga mereka. Secara sepihak, ia menganggap Kang Pi O tak berbakat dan tak layak menjadi pianis ternama.

Menjelang akhir hayatnya di rumah sakit, Kang Seung Woon tersadar bahwa ambisinya telah merusak kebahagiaan orang di sekitarnya. Ia dengan tulus meminta maaf kepada Kang Pi O dan mengakui kesalahannya atas tragedi di masa lalu. Ia tak lupa untuk merestui Kang Pi O untuk bermain musik dengan cara yang bebas.

4. Kang Ji Hye

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Ibunya Kang Pi O, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah) dahulunya sangat manipulatif dan egois. Demi menutupi fakta bahwa dialah dalang di balik penculikan Choi Jeong Yo di masa lalu, ia memaksa Kang Pi O merahasiakannya. Karena anaknya tak mau diajak bekerja sama, ia sempat melakukan ancaman ekstrem demi mempertahankan reputasinya itu.

Setelah hubungannya dengan sang anak sempat hancur dan ia mendekam di penjara, Kang Ji Hye akhirnya melepaskan ego besarnya itu. Begitu keluar dari penjara, ia menunjukkan sikap yang lebih tenang, menerima masa lalunya, dan mencoba melangkah maju secara perlahan untuk memperbaiki hidupnya. Tak lupa, ia turut menerima konsekuensi hukum dan mulai menata hidup dengan penyesalan yang jujur.

Melalui penebusan dosa, penyesalan, dan keikhlasan untuk melepaskan ambisi, keempat karakter di atas berhasil menemukan kedamaian yang sesungguhnya di akhir drakor Four Hands, Two Sonatas. Mereka memilih melepaskan ambisi besar mereka yang selama ini mengekang dan dengan tulus meminta maaf kepada pihak yang mereka rugikan. Dari keempat karakter di atas, perubahan sikap siapakah yang paling berhasil membuatmu tersentuh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article