Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Analogi Kisah Kang Pi O-Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas

3 min read
3 Analogi Kisah Kang Pi O-Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Four Hands, Two Sonatas mengisahkan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo, sahabat masa kecil yang kembali bertemu di SMA seni elit, lalu terlibat ambisi serta mimpi yang berseberangan.
  • Kisah mereka dibandingkan dengan Mozart dan Salieri melalui latar musik klasik, persaingan, dan nuansa balas dendam antara sosok pekerja keras yang kurang diakui dan talenta alami.
  • Penulis Shin Yi Won mengibaratkan Jeong Yo sebagai serigala dan Pi O sebagai domba, menggambarkan konflik antara dendam, rasa memiliki, dan kepedulian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drakor Four Hands, Two Sonatas (2026) menceritakan kisah Kang Pi O (Song Kang) yang gak pernah divalidasi usahanya oleh keluarga hingga bertemu dengan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) yang punya bakat sejak lahir. Keduanya bersahabat sejak kecil namun harus berpisah setelah Choi Jeong Yo gak menekuni piano lagi. Keduanya kembali bertemu setelah Choi Jeong Yo mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di sebuah SMA seni elit tempat Kang Pi O belajar.

Kisah keduanya gak berjalan mulus karena adanya ambisi dan mimpi di antara keduanya. Kondisi ini membuat penonton berusaha menebak akhir cerita keduanya yang dianggap akan saling menghancurkan. Pada akhirnya,  penulis mengemukakan beberapa analogi yang cukup setara dengan kisah drakor ini. Lalu, apa saja analogi kisah Pi O dan Jeong Yo?

  1. 1. Mozart and Salieri

    Cuplikan adegan drama Korea Four Hands, Two Sonatas produksi tvN yang diambil dari tayangan serial tersebut.
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Mozart and Salieri merupakan sebuah drama puitis yang ditulis Alexander Pushkin pada tahun 1830. Cerita ini dipublikasi pada tahun 1832 yang ditulis berdasarkan tantang rumor yang merebak ketika meninggalnya Mozart. Wolfgang Amadeus Mozart dikenal sebagai seorang komposer berbakat sejak kecil yang lahir di Austria pada tahun 1756. 

    Sedangkan, Antonio Salieri merupakan seorang komposer dan konduktor yang dilahirkan di Italia pada tahun 1750. Keduanya bekerja di kota dan kontemporer sama yang membuat persaingan keduanya semakin tinggi. Namun, rumor kematian Mozart dikarenakan keracunan semakin berkembang pada tahun 1791. 

    Setelah beberapa waktu, Salieri mengaku meracuni Mozart namun gak dipercaya karena penyakit demensia yang dideritanya saat itu. Bagi penggemar, kisah Mozart dan Salieri ini sangat mencerminkan kisah Kang Pi O dan Choi Jeong Yo yang berakhir balas dendam.

  2. 2. Wuthering Heights

    Cuplikan adegan dari drama Korea Four Hands, Two Sonatas yang didokumentasikan oleh stasiun televisi tvN.
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Wuthering Heights adalah sebuah novel yang ditulis Emily Brontë dan diterbitkan pada tahun 1847 dengan nama pena Ellis Bell. Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Earnshawn yang memiliki dua orang anak, Catherine dan Hindley. Ketika kedua anaknya beranjak remaja, keluarga ini mengadopsi seorang anak berkulit hitam yang mereka temukan di jalanan Liverpool, bernama Heathcliff.

    Seiring berjalannya waktu, Catherine and Heathcliff semakin dekat. Ayah Catherine juga mengagumi Heathcliff karena kerja kerasnya dibandingkan anak laki-laki biologisnya. Namun kehidupan mereka mulai berubah setelah orangtua mereka meninggal dunia. 

    Hendley menggunakan kekuasaannya setelah mendapatkan warisan untuk membuat kehidupan Heathcliff menjadi seorang pesuruh dan memisahkannya dengan Catherine. Setelah itu, Catherine memutuskan untuk menikah dengan orang lain . Sayangnya, Heathcliff berubah menjadi obsesi setelah Catherine meninggal dunia.

    Kisah ini seakan mengingatkan penonton akan kisah Kang Pi O yang lahir di sebuah keluarga terkemuka di musik klasik. Sayangnya, sang kakek, Kang Seung Woon (Jung Jin Young), gak pernah mengapresiasi usaha cucunya dan memilih untuk mendukung Choi Jeong Yo yang sangat berbakat sekalipun secara teknik cukup kurang. 

  3. 3. The Wolf and The Sheep

    Cuplikan adegan drama Korea Four Hands, Two Sonatas produksi tvN dalam tangkapan layar materi promosi serial.
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Analogi ini dikemukakan langsung oleh penulis drakor ini, Shin Yi Won, dalam wawancaranya bersama Ilgan Sport yang menggambarkan Choi Jeong Yo sebagai serigala yang mencintai domba yang digambarkan sebagai karakter Kang Pi O. Choi Jeong Yo digambarkan sebagai serigala ganas yang sangat kesepian. Dia bertemu dengan domba yang hakikatnya sebagai mangsa serigala namun juga dicintai.

    Sebagai seekor serigala, Choi Jeong Yo memandang Kang Pi O sebagai santapannya. Namun, dia juga harus menghadapi rasa sakit mencintai Kang Pi O. Choi Jeong Yo berusaha melampiaskan dendamnya terhadap Kang Pi O. Sayangnya, dia juga gak bisa menolak jika dirinya peduli terhadap kesulitan Kang Pi O. 

    Mozart and Salieri menggambarkan latar belakang Kang Pi O dan Choi Jeong Yo sebagai pelaku seni klasik. Sedangkan, kehidupan mereka digambarkan berdasarkan cerita Heartcliff dan Catherine di Wuthering Heights. Namun, apakah ending drakor ini akan digambarkan seperti kedua karya klasik ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More