4 Kejanggalan yang Bongkar Aksi Sarah Kim di The Art of Sarah

- Penemuan mayat tak jelas identitasnya memunculkan keraguan terhadap kematian Sarah Kim.
- Sarah Kim dikenal dengan berbagai nama dan cerita yang berbeda-beda, menimbulkan kecurigaan.
- Orang-orang terdekat Sarah Kim mengalami hubungan yang dramatis dengannya, serta klaim produknya tidak terbukti.
Dalam drakor The Art of Sarah, Sarah Kim (Shin Hae Sun) dikenal sebagai sosok yang selalu tenang dan terkontrol. Ia berhasil meyakinkan banyak orang lewat citra mewah dan latar belakang yang terdengar meyakinkan. Gak banyak yang tahu bahwa di balik penampilannya yang elegan, perlahan muncul kejanggalan-kejanggalan yang menunjukkan sifat asli Sarah Kim. Orang-orang terdekatnya mulai meragukan siapa ia sebenarnya.
Kasus penipuan yang tengah diselidiki oleh Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk) dengan Sarah Kim sebagai tersangka seolah bukan sebuah kebetulan. Sarah Kim bisa merangkainya dengan baik, tetapi beberapa kejanggalan berikut dapat membongkar aksinya secara perlahan.
1. Mayat yang ditemukan kepolisian tidak punya identitas sehingga menyebutnya sebagai Sarah Kim sebenarnya harus diragukan

Kepolisian mendapat laporan tentang penemuan mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan di selokan dekat sebuah mall. Saat diidentifikasi, sulit untuk mengetahui siapa perempuan malang itu karena wajahnya sudah hancur. Park Mu Gyeong menanyai Jeong Yeo Jin (Park Bo Kyung) yang mengaku mengenali mayat itu sebagai Sarah Kim. Anehnya, saat ditinggal sendiri di kamar mayat, Jeong Yeo Jin tampak menunjukkan kebencian kepada mayat itu.
Park Mu Gyeong jadi skeptis. Ia mempertanyakan apa yang sudah dilalui Sarah Kim hingga orang yang mengenalnya sangat membencinya. Sidik jari yang ditemukan di TKP juga tidak cukup untuk identifikasi, hanya bisa untuk perbandingan. Kelanjutan penyelidikannya menunjukkan bahwa kemungkinan mayat itu bukan Sarah Kim, tetapi perempuan lain. Sarah Kim bisa saja masih hidup di luar sana.
2. Cerita yang berbeda-beda dari setiap orang yang mengenalnya

Park Mu Gyeong menanyai orang-orang yang pernah berhubungan dengan Sarah Kim. Ternyata, mereka mengenal Sarah Kim dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang mengenalnya sejak awal sebagai Sarah Kim. Namun, ada pula yang mengenalnya dengan nama Kim Eun Jae, Du A, dan ia sempat mencari tahu Sarah Kim pernah menjadi karyawan di mall dengan nama Mok Ga Hui.
Dengan nama yang berbeda-beda itu, Sarah Kim memperkenalkan diri sebagai orang yang berbeda pula. Ia memperkenalkan dirinya sebagai pebisnis, pekerja di bar, hingga sosialita yang sudah menikah dan sering disakiti suami.
3. Relasi yang putus secara dramatis

Setiap orang yang berhubungan dengan Sarah Kim menceritakan bahwa mereka putus hubungan dengan perempuan itu secara dramatis. Jeong Yeo Jin sulit bertemu Sarah Kim setelah uang yang ia investasikan tidak kunjung kembali. Woo Hyo Eun (Jung Da Bin) yang pernah bekerja di Boudoir dipecat gara-gara membawa temannya masuk butik dan ia dianggap telah menyebarkan informasi internal.
Hong Seong Shin (Jung Jin Young) ditinggal Sarah Kim setelah perempuan itu mendonorkan ginjal dan membawa kabur pohon di rumahnya. Sementara itu, Kang Ji Hwon (Kim Jae Won) beralih untuk memihak Choi Chae U (Bae Jong Ok) karena Sarah Kim mulai mengabaikannya. Sepengetahuan Kang Ji Hwon dan Choi Chae U, Sarah Kim sudah tewas setelah terakhir kali mereka berdebat dengan perempuan itu.
4. Klaim tentang produknya tidak terbukti

Sebagian besar orang yang ditipu Sarah Kim awalnya tergiur dengan kemewahan yang ditampilkan perempuan itu. Sarah Kim terkenal karena punya brand Boudoir yang disebut-sebut jadi langganan keluarga kerajaan di Eropa. Namun, saat diminta menunjukkan bukti klaim tersebut, ia gak mau memperlihatkannya. Kejanggalan lain tentang penipuan Sarah Kim mulai terasa karena orang-orang terdekatnya mengetahui bahwa barang-barang mewah yang diproduksi Sarah Kim ternyata palsu.
Keempat hal di atas menjadi kejanggalan yang perlahan membongkar aksi Sarah Kim di drakor The Art of Sarah. Meskipun ada beberapa kejanggalan, sosoknya masih misterius hingga akhir.

















