Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Sikap Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas Dimaklumi Penonton

3 min read
Alasan Sikap Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas Dimaklumi Penonton
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Kang Pi O tumbuh di tengah konflik keluarga, kerap menyaksikan pertengkaran dan menerima pelampiasan emosi, sehingga ia terbiasa menekan perasaan lalu meledak saat tertekan.
  • Ibunya mendorong Pi O mengejar kompetisi piano demi karier, sementara kakeknya meragukan bakatnya dan menyuruhnya berhenti bermimpi menjadi pianis.
  • Meski sering menang, Pi O tak mendapat apresiasi dan sulit jujur pada diri sendiri; tuntutan keluarga membuatnya fokus pada penilaian orang lain serta kesulitan mengomunikasikan perasaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kang Pi O (Song Kang) sejak awal diceritakan punya karakter yang cukup kompleks di drakor Four Hands, Two Sonatas (2026). Dia punya sisi tersembunyi yang kerap membantu orang lain yang dianggap berharga di hidupnya. Namun, cukup bertolak belakang, Kang Pi O selalu menunjukkan sisi agresifnya di depan orang lain, lho.

Meskipun begitu, sosok Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) berusaha memahami Kang Pi O. Dia sadar bahwa Pi O punya lukanya sendiri dan harus berjuang untuk lepas dari ini. Sayangnya, sikap agresif Kang Pi O kadang membuat penonton merasa kesal, namun juga memakluminya. Lalu, kenapa kompleksitas karakter Kang Pi O ini bisa dipahami penonton drakor Four Hands, Two Sonatas?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

  1. 1. Terbiasa menghadapi emosi banyak orang dan cenderung menekan emosi pribadi

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Sejak kecil, kakek, Kang Seung Woon (Jung Jin Young), dan ibunya, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah), selalu bertengkar di hadapannya. Kakeknya menekan ibunya untuk jujur mengenai identitas ayah Kang Pi O yang dianggap menghancurkan hidup anaknya. Sayangnya, Kang Ji Hye menganggap Kang Pi O sebagai titipan dari surga yang harus dibesarkan sendirian. 

    Sikap ini membuat Kang Seung Woon murka. Pada akhirnya, kemarahan ini juga dilampiaskan ke Kang Pi O kecil. Kondisi ini gak lebih baik ketika berhadapan dengan ibunya. Makanya, Kang Pi O kerap meledak-ledak ketika merasa tertekan.

  2. 2. Belajar bentuk kasih sayang merupakan sebuah tuntutan

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O dibesarkan dengan seorang ibu yang sangat ambisius. Sejak kecil dan tertarik pada piano, Kang Pi O selalu didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi agar banyak agensi yang ingin merekrutnya. Langkah ini menjadi sebuah rencana ambisius untuk menjadikan anaknya pianis ternama.

    Sayangnya, Kang Seung Woon beranggapan sebaliknya. Menurutnya, Kang Pi O gak punya bakat yang membuat permainannya menarik hati banyak penikmat. Kondisi ini juga yang membuat Kang Seung Woon menyarankan Kang Pi O untuk berhenti bermimpi menjadi seorang pianis.

  3. 3. Gak pernah mendapatkan apresiasi

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Bagi ibunya, Kang Pi O wajib jadi juara utama dan menjadi yang terbaik. Dia merekrut guru piano yang mengajarkan anaknya berbagai teknik untuk memenangkan berbagai kompetisi bergengsi. Sayangnya, hidup Kang Pi O seakan gak diberi jeda untuk istirahat sejenak dan terus berkeliling mengikuti berbagai kompetisi.

    Kondisi yang sama juga dilakukan Kang Seung Woon sebagai keluarga maupun sosok yang dihormati di bidang musik klasik. Baginya, Kang Pi O hanya seorang pianis yang menguasai musik dan terlalu bermain aman. Dia gak punya bakat untuk menyuguhkan sebuah penampilan berarti bagi penonton.

    Sekalipun memenangkan banyak kompetisi, Kang Seung Woon gak pernah mengapresiasi kerja keras Kang Pi O, lho. Dia juga gak pernah menunjukkan perhatian dan saran pada cucunya tersebut.

  4. 4. Gak punya kesempatan dan pengalaman untuk jujur pada dirinya sendiri

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Terlalu sering menekan emosi dan hidup penuh tuntutan membuat Kang Pi O selalu memikirkan pendapat orang lain. Mindset ini jelas berpengaruh ketika dia menampilkan pertunjukkan. Baginya, teknik dan penguasaan akan dinilai sangat hebat untuk penonton. Sayangnya, Kang Pi O gak sadar jika dia kurang menunjukkan empati dan emosinya terhadap musik yang dibawakan.

    Kondisi ini sangat nyata hadir di kehidupan sehari-hari Kang Pi O. Sejak kecil, ibunya menekankan agar Kang Pi O menurut rencana hidup yang dibuatnya agar gak ditinggalkan orang lain. Ketakutan ini membuat Kang Pi O kesulitan jujur dan mengkomunikasikan perasaannya pada orang lain.

    Semua sikap dan karakter Kang Pi O ini jelas dipengaruhi oleh didikan keluarga dan pengalaman masa kecil. Sekalipun banyak dimaklumi, penonton juga berharap Kang Pi O bisa berdamai dengan dirinya sendiri dan bebas melakukan banyak hal yang disukai. Bagaimana  menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More