5 Kesamaan Kwon Si Won dan Lim Na Ri di If Wishes Could Kill

- Kwon Si Won dan Lim Na Ri adalah dua karakter villain di drakor If Wishes Could Kill yang terhubung lewat kutukan aplikasi Girigo penyebab banyak kematian.
- Keduanya sama-sama populer di SMA Seorin, menyembunyikan rahasia pribadi, serta bersikap hipokrit terhadap teman dekat demi menjaga citra sosial mereka.
- Sifat playing victim membuat Kwon Si Won dan Lim Na Ri tidak menyesali perbuatan mereka, justru memperburuk konflik utama dalam alur cerita drama tersebut.
Kwon Si Won (Choi Joo Eun) dan Lim Na Ri (Kang Mina) adalah dua karakter villain dalam drakor If Wishes Could Kill. Keduanya memegang peran penting dalam kisah mengenai kutukan di aplikasi Girigo yang berakhir merenggut nyawa banyak orang.
Kedua karakter ini terpaut usia tiga tahun dan bersekolah di SMA Seorin di periode yang berbeda sehingga tidak saling kenal. Meski begitu, Kwon Si Won dan Lim Na Ri nyatanya memiliki banyak kesamaan. Khususnya, berkaitan dengan sikap buruk yang dimiliki. Apa saja kesamaan mereka?
1. Image sebagai siswi populer di sekolah

Kwon Si Won dan Lim Na Ri sama-sama populer di antara teman seangkatan mereka di SMA Seorin. Lim Na Ri dikenal modis dan juga salah satu siswi dengan visual yang disebut-sebut paling mempesona. Di sisi lain, Kwon Si Won dipuji cerdas dan punya kemampuan di bidang coding.
2. Malu pada temannya sendiri

Karena popularitas mereka, baik Kwon Si Won maupun Lim Na Ri jadi berusaha menjaga mungkin image keduanya di sekolah. Salah satunya dengan pilih-pilih teman. Mereka enggan berteman dengan seseorang yang dianggap aneh.
Kwon Si Won akrab dengan Do Hye Ryung (Kim Si A) sejak SMP. Namun, Do Hye Ryung jadi sasaran rumor palsu sehingga Kwon Si Won menjauhinya saat mereka di sekolah. Terlebih ia menyebut Do Hye Ryung suka syamanisme sehinggga gadis itu makin dianggap aneh.
Lim Na Ri berteman dengan Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je) sejak SD. Mereka juga satu SMP dan bahkan satu kelas di SMA dengan tiga teman lainnya. Namun, kini Lim Na Ri enggan berteman dengan Choi Hyeong Wook. Lim Na Ri menyebut Choi Hyeong Wook sebagai otaku dan tak suka kepada temannya itu.
3. Punya rahasia soal kehidupan pribadi

Lim Na Ri dan Kwon Si Won sama-sama punya rahasia yang mereka sembunyikan di luar lingkungan sekolah. Kwon Si Won mati-matian ingin menutupi fakta bahwa ibunya adalah dukun yang disebut membunuh suami sendiri. Sementara Lim Na Ri memalsukan identitas untuk pergi ke kelab malam dan minum alkohol meski ia masih di bawah umur.
4. Hipokrit dan bermuka dua

Kedua karakter ini memiliki beberapa sifat buruk. Satu di antaranya adalah bermuka dua. Kwon Si Won menolak terlihat bersama dengan Do Hye Ryung di sekolah, tapi ia tetap dekat dengan temannya itu di luar. Selain itu, ia kabur dari rumah dan menolak bicara pada ibunya. Namun, ia sering pulang untuk mengambil uang.
Lim Na Ri, di sisi lain, pura-pura baik pada Choi Hyeong Wook seolah mereka betulan teman baik. Namun, Lim Na Ri sering mengeluh dan mengomel di belakang Choi Hyeong Wook. Lim Na Ri juga diam-diam membenci Yoo Se Ah yang sudah mendapatkan hati Kim Geon Woo dan membuatnya jadi sad girl.
5. Suka playing victim

Kwon Si Won dan Lim Na Ri menyebabkan konflik dalam drakor If Wishes Could Kill. Kwon Si Won mengkhianati Do Hye Ryung dan merundung temannnya itu di depan seisi kelas. Akhirnya, Do Hye Ryung bunuh diri dan mengharapkan kematiannya lewat aplikasi Girigo. Namun, Kwon Si Won tak menyadari kesalahannya dan malah menyebarkan kutukan pada orang lain.
Saat mabuk, Lim Na Ri memakai aplikasi Girigo dan bilang ingin dua orang kehilangan nyawa, termasuk Choi Hyeong Wook. Harapannya terkabul dan ia ketakutan. Namun, ia menutupinya dari teman-temannya. Saat dikonfrontasi oleh Yoo Se Ah, Lim Na Ri malah bilang bahwa yang dialaminya tidak adil dan menyalahkan Choi Hyeong Wook yang memberitahu soal Girigo. Lim Na Ri tidak menyesal atau merasa bersalah atas kematian Choi Hyeong Wook.
Kwon Si Won dan Lim Na Ri memang tidak saling berhubungan sebelumnya. Namun, keduanya punya berbagai kesamaan, terutama sikap negatif yang mereka miliki. Kedua karakter ini berperan besar dalam meruncingnya konflik cerita If Wishes Could Kill.

















