6 Karakter yang Jadi Korban Toxic Parenting di Perfect Crown

- Drakor Perfect Crown menyoroti kisah cinta Pangeran Agung Ian dan Seong Hui Ju yang terhalang status sosial, sekaligus mengangkat tema luka batin akibat toxic parenting.
- Enam karakter utama, termasuk Seong Hui Ju, Pangeran Agung Ian, dan Yi Yoon, digambarkan tumbuh dengan tekanan orangtua yang keras, manipulatif, atau tidak memberi kasih sayang.
- Kisah mereka menunjukkan dampak generational trauma yang membuat para tokoh kehilangan masa kecil bahagia dan berjuang menutupi luka emosional di balik kehidupan mewah.
Drakor Perfect Crown membahas kisah cinta antara Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok) dan Seong Hui Ju (IU). Meski sama-sama kaya dan terkenal, hubungan pasangan ini sulit direstui oleh pihak kerajaan karena Seong Hui Ju bukan bangsawan.
Bukan hanya cerita cinta yang bikin baper, drakor Perfect Crown yang mengusung genre romcom ini juga mengulik kisah orang-orang yang memiliki luka batin akibat toxic parenting dari orangtua mereka. Di antaranya, tiga karakter berikut ini. Ada siapa saja?
1. Seong Hui Ju

Seong Hui Ju memiliki kedua orangtua yang toksik. Saat usianya 10 tahun, sang ibu menelantarkannya. Setelah itu, ia tinggal dengan ayah kandungnya. Namun, sang ayah hanya memberikan materi padanya dan bukan kasih sayang. Itu pun ia selalu dibedakan dengan kakak laki-lakinya, anak ayahnya dengan istri sah.
Di saat Seong Hui Ju meminta apresiasi dan diperlakukan secara adil tanpa pilih kasih, ayahnya menganggapnya serakah. Karena tidak mendapat kehangatan keluarga, baik dari ayah maupun ibunya, Seong Hui Ju tumbuh memiliki luka batin dan menutupinya dengan sikap dingin dan ambisius.
2. Pangeran Agung Ian

Menjadi bagian dari keluarga kerajaan nyatanya tidak selalu menguntungkan bagi Pangeran Agung Ian. Ia terlahir sebagai anak kedua sehingga dituntut harus mengalah pada kakaknya. Sang ayah bersikap keras dan melarang Pangeran Agung Ian untuk menunjukkan kemampuan serta kecerdasan melebihi putra mahkota. Akibatnya, Pangeran Agung Ian sering tidak menunjukkan ekspresi dan menutupi apa yang jadi keinginannya.
3. Yi Yoon

Yi Yoon (Kim Eun Ho) menjadi raja di usia yang masih sangat kecil. Ia naik takhta menggantikan ayahnya yang meninggal dunia. Masalahnya, ibunya justru menekannya habis-habisan. Sang ibu menuntut Yi Yoon untuk bersikap sempurna selayaknya raja. Padahal Yi Yoon hanya ingin menjalani hidup seperti anak-anak lain yang bisa bermain dan memiliki teman sebaya.
4. Yi Hwan

Yi Hwan atau Raja Seongjung (Sung Joon) adalah kakak Pangeran Agung Ian sekaligus ayah dari Yi Yoon. Meski ia ditunjuk jadi pewaris takhta sejak kecil karena merupakan putra pertama, Yi Hwan aslinya tidak mau menjadi raja. Ia menyadari adiknya lebih mampu mengemban tanggung jawab sebagai raja. Namun, ia harus tunduk pada perintah ayahnya sehingga hidupnya pun tidak bahagia. Akhir hidupnya juga sama tragisnya.
5. Seong Tae Ju

Dari luar, Seong Tae Ju (Lee Jae Won) tampak menjalani hidup sempurna. Kakak seayah dari Seong Hui Ju ini terlahir dengan sendok emas sehingga tidak perlu memikirkan masalah uang sepanjang hidupnya. Masalahnya, sang ayah terlalu memanjakannya sehingga Seong Tae Ju masih bersikap kekanak-kanakan dan tidak bisa diberi tanggung jawab mengurus perusahaan.
6. Yoon Yi Rang

Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) berasal dari keluarga bangsawan elit yang menghasilkan beberapa ratu. Hal ini membuatnya juga dituntut untuk menjadi ratu oleh ayahnya. Karena itu, ia melepaskan cintanya pada pria lain dan menikahi Yi Hwan. Namun, kehidupannya tidak bahagia. Ia mengubah amarah atas kemalangannya menjadi ambisi untuk mempertahankan kekuasaan. Yang dilakukannya meninggalkan generational trauma pada putra kecilnya.
Keenam karakter di atas merasakan beban mental dan ketidakbahagiaan karena dibesarkan tanpa kasih sayang. Mereka kehilangan masa kecil dan dukungan yang dibutuhkan sebab menjadi korban toxic parenting. Backstory mereka di drakor Perfect Crown sukses bikin nangis.

















