5 Kritik Su Jeong Terhadap Dokter RS Guseo di Doctor X: Mafia in White

- Gye Su Jeong menentang dokter RS Guseo yang mendahulukan ambisi operasi dan pencitraan dibanding kondisi serta keselamatan pasien, termasuk pasien lansia dengan kanker kandung empedu.
- Ia mengkritik budaya dokter yang hanya memuji atasan dan terlalu terikat senioritas, sehingga pendapat profesional serta kompetensi dalam situasi darurat kerap diabaikan.
- Su Jeong menyoroti prioritas pasien VIP dan donatur di RS Guseo, ketika kepentingan finansial berpotensi menggeser penanganan pasien lain yang lebih membutuhkan.
Kehadiran Gye Su Jeong (Kim Ji Won) sebagai dokter kontrak di RS Guseo dalam drakor Doctor X: Mafia in White (2026) membawa banyak perubahan, terutama terhadap cara para dokter memandang pekerjaan mereka. Su Jeong dikenal blak-blakan dan gak segan mengkritik keputusan dokter lain yang menurutnya bermasalah. Baginya, kemampuan medis saja gak cukup jika dokter masih mengabaikan etika dan keselamatan pasien.
Sikap tersebut terlihat sejak ia berhadapan dengan Direktur Kim Myeong Seop hingga menyaksikan bagaimana rumah sakit memperlakukan pasien VIP. Lantas, apa saja kritik Gye Su Jeong terhadap dokter di RS Guseo? Berikut beberapa di antaranya!
1. Dokter yang lebih mementingkan ambisi daripada keselamatan pasien

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Di hari pertamanya bekerja, Su Jeong menentang rencana Direktur Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo) yang ingin memamerkan teknik operasi ciptaannya sendiri. Ia menilai keputusan tersebut gak tepat karena kondisi pasien Choi Jong Ryul (Seo Byeong Gyu), yang berusia 80 tahun dengan kanker kandung empedu harus menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, operasi seharusnya dilakukan demi kepentingan pasien, bukan ambisi pribadi dokter.
2. Dokter yang hanya pandai memuji atasan

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Ketika Direkrut Kim Myeong Seop menyampaikan operasinya, sejumlah dokter justru memuji tanpa banyak mempertanyakan keputusannya. Su Jeong berani menyampaikan keberatan secara langsung, bahkan menyinggung bahwa sang Direktur Kim terlalu bersemangat untuk kembali ke ruang operasi setelah sekian lama. Baginya, dokter seharusnya berani menyampaikan pendapat profesional, bukan sekadar menyenangkan atasan.
3. Dokter yang mengabaikan etika dan keselamatan pasien

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Su Jeong menilai para dokter di RS Guseo memang cerdas, tetapi gak selalu mengutamakan etika dan keselamatan pasien. Kritik ini tercermin dari perbedaan pendapatnya dengan Direktur Kim mengenai metode operasi yang sesuai untuk pasien lanjut usia. Ia mengingatkan bahwa keputusan medis harus didasarkan pada kondisi pasien, bukan keinginan dokter untuk membuktikan kemampuan diri.
4. Dokter yang terlalu terikat pada senioritas

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Sebagai dokter kontrak, pendapat Su Jeong kerap dipandang sebelah mata oleh dokter lain yang memiliki jabatan lebih tinggi. Padahal, ia mampu mengenali risiko medis dan mengambil tindakan ketika situasi darurat terjadi. Sikap tersebut menyoroti budaya hierarki di RS Guseo, ketika jabatan dan senioritas berpotensi membuat kompetensi seseorang kurang dihargai.
5. Rumah sakit yang mengutamakan pasien VIP

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Perlakuan terhadap Park Gwang Cheol (Kim Ki Cheon) memperlihatkan bagaimana status donatur dapat memengaruhi prioritas rumah sakit. Meski memiliki masalah dengan para pekerjanya, ia tetap mendapat perhatian khusus. Operasinya lebih dahulu diprioritasnya meskipun ada pasien lain yang lebih membutuhkan penanganan segera. Di tengah situasi tersebut, Su Jeong justru memilih menangani Lee Ju Hui yang membutuhkan pertolongan. Sikapnya menyoroti masalah ketika kepentingan finansial rumah sakit berpotensi mengalahkan kebutuhan medis pasien lain.
Berbagai kritik Gye Su Jeong terhadap dokter di RS Guseo dalam Doctor X: Mafia in White memperlihatkan standar profesionalnya yang berbeda dari rekan-rekannya. Meski cara bicaranya sering dianggap kasar dan sikapnya terkesan arogan, ia berani menentang keputusan yang dinilainya gak tepat. Melalui karakter Su Jeong, drama ini menyoroti bagaimana ambisi pribadi, senioritas, dan kepentingan finansial dapat menjadi masalah ketika keselamatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama.






















