Makna Arah Timur dalam Drakor The East Palace, Kenapa Jadi Penting?

- Drakor The East Palace menampilkan kisah horor di istana Joseon, saat Gu Cheon dan Saeng Gang ditugaskan Raja untuk membasmi roh jahat yang mengganggu kedamaian kerajaan.
- Arah timur digambarkan penting karena menjadi lokasi Istana Putra Mahkota serta pusat munculnya arwah pengganggu dan misteri kematian di kompleks istana utama.
- Ranting pohon persik yang tumbuh ke timur dipercaya memiliki kekuatan supranatural lebih kuat, sejalan dengan makna simbolis timur sebagai lambang kelahiran baru dan kebangkitan.
Drakor The East Palace menceritakan situasi mencekam di istana Joseon akibat ulah roh jahat. Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) dan Saeng Gang (Roh Yoon Seo) lalu ditugaskan oleh Raja (Cho Seung Woo) untuk membasmi arwah tersebut.
Bukan hanya mengangkat tema horor, drakor orisinal Netflix ini juga sarat akan detail simbolisme berkaitan dengan kepercayaan dan tradisi setempat. Salah satunya, terkait arah timur yang memegang makna tertentu dan peran penting dalam cerita The East Palace. Yuk, kepoin.
1. Timur di era Josen identik dengan istana Putra Mahkota

Selain istana yang ditinggali oleh raja, kediaman putra mahkota juga jadi sesuatu yang istimewa. Di era Dinasti Joseon, tempat tinggal putra mahkota punya penamaan sendiri, yakni Istana Timur atau disebut juga Donggung.
Sesuai namanya, Istana Timur adalah area istana di sebelah timur yang dibangun khusus sebagai tempat tinggal untuk putra mahkota. Dalam drakor The East Palace, lokasi munculnya arwah pengganggu dan tempat terjadinya banyak kematian misterius adalah sisi timur area kompleks istana utama.
2. Alasan ranting pohon persik harus menghadap timur

Salah satu senjata Gu Cheon dalam melawan arwah di dunia roh adalah ranting pohon persik. Benda ini akan seketika berubah menjadi sebilah pedang saat Gu Cheon berada di dunia arwah.
Secara spesifik, Gu Cheon meminta Saeng Gang mencarikan ranting pohon persik yang tumbuh menghadap ke arah timur. Alasannya, karena ranting jenis ini mempunyai kekuatan supranatural yang lebih kuat dan bisa lebih tahan melawan arwah di alam roh.
3. Makna simbolis dari arah timur

Arah timur sendiri memiliki makna simbolis dan arti filosofis, terutama dalam konteks tradisional serta masa Joseon. Timur menandakan kelahiran baru, kebangkitan, dan kekuatan penyembuhan. Makna ini berkaitan dengan terbitnya matahari di sebelah timur.
Jika dilihat dalam drakor ini, arah timur juga bisa dimaknai sebagai awal yang baru dan kebangkita. Di ending cerita, kutukan dan gangguan dari arwah Putra Mahkota sudah berhasil dilenyapkan sehingga era baru kerajaan bisa dimulai.
Selain itu, Gu Cheon kini jadi punya identitas baru, yakni manusia setengah Akgwi. Kekuatan supranaturalnya di dunia roh juga bertambah kuat berkat pedang dari Gwi Mae kuno. Ia dan Saeng Gang disertai Ggeomeoksali juga akan memulai petulangan baru di luar istana. Hubungan mereka pun suda mengalami transisi apabila dibandingkan episode awal.
Dalam drakor The East Palace, beberapa kali disebutkan soal arah timur yang diyakini memiliki keistimewaan. Satu di antaranya, ada kaitannya dengan letak kediaman putra mahkota di istana utama. Senjata yang dipakai Gu Cheon pun spesifik menyebut timur sebagai syarat agar berguna dipakai melawan arwah.



![[QUIZ] Kalau Kamu Patah Hati, Siapa Member Hearts2Hearts yang Jadi Tempat Curhatmu?](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_de8407d394f50dd252bf10ab9bb82084_fd7f9b9c-85b6-4f27-8425-5db664e8bea9.jpg)
















