Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Masalah di RS Universitas Guseo di Doctor X: Mafia In White
cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)
  • RS Universitas Guseo dilanda korupsi, nepotisme, dan pelanggaran etika oleh petinggi yang mengejar jabatan serta keuntungan pribadi.
  • Budaya senioritas membuat dokter sementara Gye Su Jeong dan dokter magang Park Tae Gyeong mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari dokter tetap.
  • Krisis tenaga medis, prioritas pasien VIP, serta ambisi dokter senior mengganggu layanan dan memperburuk reputasi rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam Doctor X: Mafia in White, Gye Su Jeong (Kim Ji Won) ditugaskan bekerja sementara di Rumah Sakit Universitas Guseo alias Guseo University Medical Center. Ia menjadi dokter bedah tambahan di rumah sakit itu karena memang kekurangan tenaga medis. Namun, pekerjaan Su Jeong kali ini tak mudah. Ia menghadapi berbagai masalah. Apalagi, rumah sakit tersebut memang sudah memiliki masalah yang pelik dari awal.

Rumah Sakit Universitas Guseo sendiri merupakan rumah sakit besar dan banyak dokter yang hebat yang bekerja di sana. Namun, faktanya, kualitas dan nama baik dari rumah sakit itu kini di ujung tanduk karena suatu hal. Lalu, apa masalah yang tengah dihadapi oleh rumah sakit tersebut? Silakan disimak ulasannya di bawah ini!

1. Dokter yang korup

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Masalah utama dari rumah sakit ini datang dari tenaga medisnya, terutama para dokternya yang serakah dan melakukan praktik korupsi. Para petinggi di sana tergabung dalam sebuah organisasi rahasia yang melakukan kejahatan korupsi, nepotisme, dan kejahatan lainnya. Bahkan para petinggi ini tega melakukan kejahatan tersebut di balik jas putih yang mereka kenakan.

Tak hanya itu, demi keuntungan pribadi, para petinggi tersebut mengabaikan etika kedokteran, menjadi 'penjilat' agar cepat naik jabatan, dan yang paling parah, memanfaatkan situasi demi keuntungan materi semata. Meski beberapa karakter seperti Gu Bon Pyeong (Choi Kwang Il) dan Kim Chang Soo (Jung Suk Yong) belum dijelaskan secara jelas, yang pasti, kedua orang ini menjadi dalang di balik kejahatan itu semua.

2. Senioritas yang masih tinggi

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Su Jeong, yang bekerja sebagai dokter tambahan, sering dikucilkan oleh dokter lain seperti Do Yun Sik (Kim Young Min), Bae Heung Gon (Lee Sung Wook), dan Ma Seong Gyu (Kwon Seung Woo). Ketiganya yang menjadi dokter tetap merasa tersaingi oleh Su Jeong yang selalu mencuri perhatian lewat aksinya saat bekerja sebagai dokter. Bahkan kebencian ketiga dokter itu terlihat saat ketiganya menerapkan senioritas dalam bekerja. Bahkan dokter magang lain, Park Tae Gyeong (Kim Woo Seok), menerima tindakan kurang menyenangkan dari dokter senior tersebut.

Senioritas yang tinggi itulah menjadi salah satu masalah yang ada di rumah sakit. Meski tak tertulis, 'budaya' senioritas ini menjadi momok menakutkan bagi tenaga medis yang lain.

3. Krisis tenaga medis

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Tenaga medis di RS Universitas Guseo menjadi masalah internal yang tak bisa ditangani dengan baik. Para dokter yang ada tidak mencukupi untuk menangani para pasien yang datang. Tak hanya itu, banyaknya dokter yang dinas dan cuti pun membuat situasi ini semakin pelik dan membuat rumah sakit kekurangan tenaga medis.

Dampak paling nyata dari masalah ini adalah bahwa beberapa departemen pun tak bisa ditangani dengan baik. Misalnya, rumah sakit ini kekurangan dokter bedah sehingga 'menyewa' Su Jeong untuk bekerja di sana. Di bagian Unit Gawat Darurat pun kekurangan dokter sehingga dokter yang ada kewalahan dan sering overwork demi menangani pasien.

4. Mengutamakan finansial pasien

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Seperti yang sudah dijelaskan, para dokter yang bekerja di rumah sakit ini kerap mengambil keuntungan pribadi, terutama terkait dengan finansial. Kebanyakan, dokter itu akan menangani dan mengutamakan pasien VIP karena bayarannya mahal. Sementara, pasien dengan kondisi ekonomi biasa saja akan diabaikan. Misalnya, saat seorang anak bernama Lee Ju Hui (Yu Na) harus segera dioperasi, dokter bedah mengutamakan pengusaha Park Gwang Cheol (Kim Ki Cheon). Untungnya, ada Su Jeong yang berhati nurani yang menangani ini dengan baik.

Kondisi itu menunjukkan bahwa para dokter itu tidak memiliki empati dan hati nurani. Di hidupnya, hanya mementingkan materi dan keuntungan pribadi saja. Parah sekali, ya!

5. Ambisi dan gengsi pribadi

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Masalah juga muncul dari sifat para dokter dan petinggi di rumah sakit tersebut. Misalnya, Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo) sebagai dokter bedah senior dengan segudang pengalaman kerap bersikap egois. Ia menunjukkan ambisi pribadinya dan selalu percaya diri saat menerapkan metode dalam melakukan operasi. Su Jeong pernah menentangnya, namun Myeong Seop tetap mengedepankan sifat egoisnya itu. Apalagi ia juga gengsi karena posisinya sebagai dokter berpengalaman dan kalah dengan dokter sementara seperti Su Jeong.

Masalah-masalah yang ada sebenarnya muncul dari orang-orang internal rumah sakit. Sikap sombong, merasa paling berpengalaman, dan tidak menghargai orang lain melekat pada beberapa karakter dokter itu. Apalagi berbagai kejahatan yang dilakukan semakin membuat rumah sakit itu bobrok dan di ambang kehancuran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article