Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Masalah Karier Yang Jun Ho di The Ordinary Jackpot
cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)
  • Yang Jun Ho mengalami stagnasi sebagai asisten manajer, sementara juniornya Gong Eun Tae menjadi atasan, situasi yang sempat memicu sikap arogan dan konflik di tim.
  • Perbedaan gaya kerja dengan Gong Eun Tae membuat komunikasi Jun Ho memburuk; kontribusi soft skill dan perannya dalam keberhasilan proyek LAKNES juga kurang mendapat pengakuan manajemen.
  • Di Tim Penjualan 5 yang kerap diremehkan, Jun Ho ikut menangani krisis pesanan LAKNES senilai 3 miliar won melalui rencana kontrak berisiko bersama Gong Eun Tae.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah berhasil berbaikan dengan pimpinan timnya, di episode terbaru The Ordinary Jackpot, Yang Jun Ho (Seo Hyun Woo) mulai dikritisi oleh manajer tim lain tentang kinerjanya di Hongsung International. Ia dianggap memiliki soft skill yang luar biasa, tetapi harus menghadapi kenyataan pahit bahwa perkembangan kariernya mandek di posisi asisten manajer. Terlebih kini ia dipimpin oleh manajer yang lebih muda darinya, membuat orang lain memandangnya buruk dan tak bisa berkembang.

Jika ditilik lebih dalam, masalah karier Yang Jun Ho tak hanya berakar dari soal keberuntungan. Namun, juga berhadapan dengan dinamika politik yang kerap berbenturan dengan gaya kerjanya. Lantas, apa saja masalah karier yang dihadapi Yang Jun Ho di drakor ini? Yuk, simak!

1. Stagnasi karier

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

Akar utama karier Yang Jun Ho di drakor ini adalah karena jabatan kariernya yang mentok sebagai asisten manajer. Meski sudah bertahun-tahun bekerja di Hongsung International, Yang Jun Ho belum juga naik level seperti rekan sejawatnya. Alih-alih ia, malah juniornya, Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) yang menduduki posisi sebagai manajer Tim Penjualan 5.

Situasi ini sukses memukul keras ego Yang Jun Ho. Terlebih Gong Eun Tae dapat menduduki posisi manajer dengan mudah meski bergabung satu tahun lebih lambat dari Yang Jun Ho. Pada episode awal, hal ini sempat membuat Yang Jun Ho bersikap arogan di timnya. Ia sempat mempengaruhi rekan timnya yang lain untuk mengucilkan Gong Eun Tae dan membiarkan manajernya itu bekerja sendiri.

2. Benturan gaya kerja dan komunikasi yang buruk

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

Yan Jun Ho sempat mengalami benturan gaya kerja dan komunikasi yang buruk dengan rekan kerjanya. Contohnya saja saat bekerja dengan manajernya sekarang, Gong Eun Tae, mereka memiliki filosofi yang bertolak belakang dalam menyelesaikan pekerjaan yang memicu frustrasi di kedua belah pihak. Bahkan, perbedaan ini sempat menciptakan tembok tebal di antara mereka yang membuat lingkungan kerja sempat menjadi sangat toksik dan tidak produktif.

Karena perbedaan filosofi di atas, komunikasi antara Yang Jun Ho dan rekan timnya sempat tersumbat dan berubah menjadi destruktif. Sebab itu, Yang Jun Ho sempat memilih menarik diri, bersikap pasif-agresif, dan enggan memberikan masukan tulus dalam rapat tim. Kemudian, melakukan pembangkangan secara terbuka karena merasa lebih senior secara usia dan masa kerja. Dan tak lupa memasang mode defensif karena merasa diserang secara pribadi oleh juniornya, bukan dinilai secara profesional.

3. Kaya soft skill tapi miskin rekognisi

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

Secara fungsional, Yang Jun Ho sebenarnya adalah jangkar operasional tim. Ia memiliki soft skill komunikasi yang luar biasa, memiliki memori organisasi yang kuat, dekat dengan bawahannya, dan sangat pandai melobi persetujuan internal demi mempercepat terselenggaranya proyek tim. Buktinya dalam menyukseskan penjualan merek LAKNES. Manajer timnya sendiri, Gong Eun Tae mengakui kalau penyebab besar kesuksesan proyek tersebut karena kemampuannya Yang Jun Ho.

Namun, karena gaya kerjanya yang cenderung lebih santai dan mengutamakan hubungan interpersonal. Kontribusi besarnya ini sering kali dianggap sebelah mata oleh manajemen atas. Bahkan, ia kerap diabaikan sampai kerja kerasnya tak berbuah kenaikan jabatan.

4. Terjebak dalam tim buangan dengan proyek gagal

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

Yang Jun Ho tergabung dalam Tim Penjualan 5, tim termuda di divisi penjualan Hongsung International. Tim Penjualan 5 selalu dianggap sebelah mata oleh manajemen atas dan tak pernah diuntungkan jika ada suatu kebijakan. Meski memiliki anggota yang sedikit dibandingkan tim lain, Tim Penjualan 5 malah terus-menerus diberi tekanan tinggi. Ironisnya, saat mereka berhasil menaikkan daya jual sebuah produk lewat kerja keras, merek tersebut justru dipaksa untuk dialihkan ke tim lain demi kepentingan politik promosi manajer senior.

Karena tergabung dalam tim tersebut, Yang Jun Ho ikut terseret dan kerap dipandang sebelah mata oleh tim-tim lain. Kerja kerasnya bahkan dianggap hanya berguna bagi Tim Penjualan 5 saja, tetapi tidak untuk perusahaan secara umum. Bahkan, pada episode 6, salah satu manajer tim penjualan lain meminta Yang Jun Ho memikirkan diri sendiri dan tak perlu peduli pada pegawai kontraknya di Tim Penjualan 5, Lee Ji Hye (Ha Yul Ri).

5. Harus turun tangan mengurus masalah hukum yang mustahil

cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

Dalam epsiode terbaru, salah satu anggota Tim Penjualan 5, Park Gi Tae (Hong Jin Gi) melakukan kesalahan fatal operasional yang membuat posisi tim yang baru saja menikmati keberhasilan proyek kembali terancam. Park Gi Tae salah dalam menentukan jumlah pesanan pembelian pada LAKNES dari 300 juta won menjadi 3 miliar won. Sebab kesalahannya itu, produk menumpuk dan Hongsung dilanda kerugian.

Karena kesalahan Park Gi Tae, Tim Penjualan 5 harus bekerja keras dalam 3 hari menyelesaikan masalah tersebut. Termasuk Yang Jun Ho, ia harus bertindak nekat dengan membawa sebuah kontrak dengan kausul yang mencurigakan kepada Jin Hae Joo (Ok Ja Yeon) kepada tim hukum korporat Hongseong International. Kontrak tersebut akan ia dan Gong Eun Tae gunakan untuk memperpanjang kontrak dengan salah satu aktris yang menjadi model Hongsung International. Model tersebut sedang menghadapi proses perceraian dan ia diminta untuk menggunakan sepatu milik LAKNES saat menghadiri pengadilan. Jika rencana ini tak berakhir dengan baik, tindakan ini akan berdampak pada pekerjaannya.

Yang Jun Ho merupakan salah satu karakter yang struggle dengan kariernya di drakor The Ordinary Jackpot. Uniknya, setelah mendapatkan nasehat dari manejer tim lain di episode 6, Yang Jun Ho bersikap lebih aktif bahkan mau turun tangan mengurus masalah hukum untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh Park Gi Tae. Apakah masalah karier yang dialami Yang Jun Ho akan berakhir di episode berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article