Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Yoon Yi Rang Tak Dapat Hukuman di Perfect Crown?
cuplikan drama Perfect Crown. (instagram.com/mbcdrama_now)
  • Yoon Yi Rang membantu Pangeran I An membongkar kejahatan ayahnya dan perdana menteri, sehingga ia terbebas dari hukuman negara meski sempat menutupi kebenaran.
  • Masa lalu Yi Rang yang menyembunyikan surat wasiat raja tidak dianggap pelanggaran hukum, karena tindakannya hanya berdampak di lingkungan kerajaan dan telah diakuinya secara jujur.
  • Di akhir cerita, Yi Rang hidup bahagia bersama putranya setelah monarki dibubarkan, memperbaiki hubungan dengan I An, dan menebus kesalahan masa lalunya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drama Perfect Crown baru saja menyelesaikan penayangan episode terakhirnya. Kisah kehidupan Pangeran I An (Byeon Woo Seok) di kerajaan modern saat ini berakhir bahagia. Usai ia menjadi raja menggantikan ponakannya, ia langsung membuat keputusan untuk membubarkan monarki yang sudah berjalan ribuan tahun tersebut. Ia pun menjadi rakyat biasa dan menjalani hidup bahagia bersama sang istri tercinta, Seong Hui Ju (IU).

Tak hanya I An dan Hui Ju saja, beberapa karakter dalam drama ini pun memiliki kisahnya sendiri. Salah satunya yaitu Ibu Suri Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) yang hidup bahagia dengan sang putra Yi Yoon (Kim Eun Ho). Namun, banyak yang mempertanyakan Yi Rang tak mendapat hukuman apa pun meski telah melakukan beberapa kesalahan. Berikut adalah penjelasannya!

1. Bongkar kejahatan perdana menteri dan sang ayah

cuplikan drama Perfect Crown. (instagram.com/mbcdrama_now)

Dari awal penayangan, banyak yang mengira jika Yi Rang adalah villain utama dari drama ini. Namun, siapa sangka ia adalah sosok yang membantu I An membongkar kejahatan yang terjadi di lingkungan istana. Dengan berani, Yi Rang membongkar kejahatan yang dilakukan ayah kandungnya, Yoon Sung Won/Tuan Inpyeong (Jo Jae Yun) dan Perdana Menteri Min Jeong Woo (Noh Sang Hyun).

Di hadapan I An, ia berlutut dan mengakui bahwa kejadian keracunan di acara pernikahan I An dan Hui Ju adalah sang ayah. Tak hanya itu, ia pun memberikan rekaman pada Hui Ju tentang pengakuan Jeong Woo yang sudah menghalalkan segala cara untuk memisahkan I An.

Dengan situasi seperti itu, Yi Rang ternyata tak mendapat hukuman. Padahal ia sudah menyembunyikan kejahatan ayahnya dan dinilai layak mendapat hukuman. Namun, hal itu bukan jadi tolak ukur. Dengan ia membongkar dalang kejahatan tersebut, itu mempermudah dan membantu penyelidikan dan ia pun lolos dari hukuman negara.

2. Masa lalu bukanlah kejahatan yang layak dihukum

cuplikan drama Perfect Crown. (instagram.com/mbcdrama_now)

Jika flashback ke masa lalu, Yi Rang adalah salah satu sosok yang jahat. Pasalnya, ia melarang sang suami atau raja pada saat itu yakni Raja Yi Hwan (Sung Joon) yang memberikan takhta pada I An. Dengan obsesinya, ia menginginkan sang anak, Yi Yoon yang menjadi raja. Ia pun bertengkar hebat dan merobek surat wasiat penunjukkan I An sebagai raja. Hingga akhirnya ada tragedi kebakaran yang menewaskan Raja Yi Hwan.

Meski menutupi wasiat itu di masa lalu, tak membuat Yi Rang dihukum. Secara hukum negara, Yi Rang tak melakukan kesalahan yang layak mendapat hukuman negara. Persoalan ia menutupi fakta wasiat itu hanya dijadikan kejadian krusial di lingkungan kerajaan dan ia pun sudah mengakui kesalahannya pada I An.

3. Akhir bahagia Yoon Yi Rang

cuplikan drama Perfect Crown. (instagram.com/mbcdrama_now)

Meski sempat menjadi villain, nyatanya Yi Rang memihak I An dan Hui Ju di akhir-akhir penayangan drama. Tidak ada hukuman yang ia terima, bahkan kini ia bisa menjalani kehidupan bahagia dengan putra tercinta. Tak hanya itu, hubungan kekeluargaan dengan I An pun semakin membaik. Keduanya menjadi kakak dan ipar yang akur usai monarki dibubarkan.

Nasib baik yang diterima Yi Rang wajar saja terjadi, ya. Pasalnya, ia banyak mengorbankan untuk memperbaiki semua kesalahannya. Ia melakukan hal itu untuk kebaikan dan masa depan sang putra. Ia tak ingin sang putra mendapat hujatan dan kesengsaraan di masa depan karena ia menjadi ibu yang tak baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article