7 Modus Operandi Pembunuh Berantai di Drama The Scarecrow

- Drama The Scarecrow berlatar di desa Gangseong tahun 1988, menyoroti kasus pembunuhan berantai terhadap wanita muda yang menciptakan ketakutan dan frustrasi bagi warga serta detektif.
- Pelaku menggunakan modus penyamaran sebagai orang-orangan sawah, mengintai korban di area sepi, lalu menyerang saat korban lengah untuk melancarkan aksinya secara brutal.
- Detektif Kang Tae Joo menemukan perubahan pola pembunuhan, dari penggunaan barang milik korban hingga stoking, menunjukkan obsesi pelaku terhadap cara membunuh yang lebih lambat dan sadis.
Drama The Scarecrow mengisahkan tentang kasus pembunuhan berantai yang terjadi di desa Gangseong di tahun 1988. Pembunuhan yang korbannya adalah para wanita muda yang pulang sendirian di malam hari. Kasus ini pun menimbulkan rasa takut berkepanjangan pada para warga setempat dan rasa frustasi pada para detektif yang tengah memburunya.
Dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan pola yang mirip, namun mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Detektif Kang Tae Joo (Park Hae Soo) pun merangkum modus operandi tersebut sesuai dengan pengamatannya. Berikut adalah modus operandi yang dilakukan oleh pembunuh berantai dalam drama The Scarecrow.
1. Pelaku menargetkan para wanita muda yang pulang sendirian di malam hari dan melewati jalanan yang sepi dan gelap

2. Ia akan sembunyi di ladang atau di persawahan untuk menunggu target dan juga waktu yang pas untuk melakukan aksinya

3. Dalam persembunyiannya pelaku akan menyamar sebagai orang-orangan sawah dengan topi yang hampir menutupi seluruh wajahnya

4. Saat menemukan target, pelaku akan mengikutinya diam-diam dan saat nyaris ketahuan ia akan menyamar sebagi orang-orangan sawah

5. Saat target lengah ia akan langsung menyergapnya dari belakang dan membawanya ke tempat yang lebih sepi untuk melancarkan aksinya

6. Sebelum membunuh korbannya, pelaku selalu memperkosa korban terlebih dahulu dengan tangan korban yang diikat di belakang tubuh

7. Awalnya, pelaku membunuh menggunakan barang milik korban hingga kemudian polanya berubah. Ia menggunakan stoking sebagai alat pembunuhannya

Menurut Kang Tae Joo, modus operandi si pembunuh berubah seiring kejahatannya yang bertambah. Sehingga ia jadi punya selera khusus dari yang awalnya alatnya milik korban, lalu kini terpaku pada stoking. Pelaku seakan punya fantasi atau obsesi tersendiri pada kain stoking yang memiliki elastisitas sehingga bisa membunuh korban secara perlahan. Karena dengan begitu pelaku bisa lebih lama menikmati pemandangan sekarat si korbannya. Mengerikan sekali, ya?


















