3 Motif Besar Dibalik Penipuan Sarah Kim di The Art of Sarah

- Mok Ga Hui sadar akan kelas sosial dalam dunia luxury brand, menanamkan rasa hina dan ambisi untuk menjadi orang kaya.
- Sarah Kim merasa tak terlihat dan menggunakan kekayaan sebagai alat untuk membalik posisi kuasa.
- Merek mewah Boudoir merupakan representasi dari sosok yang ingin ia jadikan dirinya, menciptakan identitas yang kebal terhadap penghinaan.
Sarah Kim (Shin Hye Sun) sukses menggemparkan dunia luxury brand di The Art of Sarah melalui merek mewahnya, Boudoir. Namun, dibalik kesuksesannya ini, tersimpan serangkaian kisah kemalangan dan kesedihan seorang Mok Ga Hui.
Kemalangannya bukan satu-satunya motif alasan ia melakukan berbagai penipuan demi Boudoir. Sarah Kim yang dulu juga bernama Mok Ga Hui, adalah potret bagaimana kecemburuan sosial bisa berubah jadi petaka.
Apa sajakah tiga motif besar di balik ambisi dan manipulasi Sarah Kim di The Art of Sarah? Berikut tiga analisanya. Yuk, simak!
1. Luka kelas sosial

Bekerja sebagai staf butik luxury brand membuat Mok Ga Hui sadar akan kelas sosial dalam dunia ini. Ada banyak hal yang mengklasifikasikan dirinya dengan orang-orang kaya, salah satunya bagaimana toilet yang hanya boleh dipakai pelanggan sebagai bukti jarak fisik dan simbolik antara pegawai dan pembeli.
Momen ini menegaskan betapa rendah posisi dirinya dalam hierarki sosial. Pengalaman-pengalaman kecil namun berulang inilah yang menanamkan rasa hina. Sejak saat itu pula, ia berambisi untuk menjadi orang kaya.
2. Bentrokan kemiskinan dan ego yang tinggi

Sarah Kim sadar ia cerdas, cepat belajar, dan mampu membaca situasi. Namun kesadaran itu justru menyakitkan, karena dunia tetap memperlakukannya sebagai sosok tak terlihat.
Kekayaan baginya adalah alat untuk membalik posisi kuasa. Semua agar ia tak lagi harus meminta izin, tak lagi tunduk, dan akhirnya diakui. Ego yang terluka inilah yang membuatnya berani melangkah jauh, bahkan ketika caranya manipulatif.
3. Boudior adalah proyeksi diri ideal Sarah Kim

Serangkaian manipulasi yang dilakukan Sarah Kim ini terjadi demi membuat Boudoir, merek mewah miliknya sukses besar. Merek ini bukan sekadar bisnis, melainkan representasi dari sosok yang ingin ia jadikan dirinya.
Seseorang yang eksklusif, berjarak, dan dihormati tanpa perlu menjelaskan asal-usul. Jika Mok Ga Hui pernah disingkirkan dan diabaikan, Boudoir justru dibangun dengan menyingkirkan pelanggan demi menciptakan gengsi. Melalui Boudoir, Sarah Kim menciptakan identitas yang kebal terhadap penghinaan, meski ia sebenarnya seratus persen palsu.
Tiga motif ini membuat The Art of Sarah menunjukkan bahwa di dunia yang memuja status, orang seperti Sarah Kim tidak muncul secara kebetulan. Ia adalah produk dari sistem yang mengajarkan kalau nilai manusia ditentukan oleh apa yang ia miliki, bukan siapa dirinya.

















