3 Nasib Baik Si Yeol saat Bertukar Takdir di Drakor No Tail To Tell

Sejak bertukar takdir, nasib Kang Si Yeol (Park Solomon) di drama Korea No Tail To Tell banyak berubah. Ia yang mulanya merupakan pemain bola terkenal kini menjadi sosok yang hidup melarat. Hal ini membuatnya harus merintis kembali hidupnya.
Walau sempat merasa sial, tanpa diduga ada hal-hal baik yang datang padanya. Ini menjadikannya merasa bahwa bertukar takdir tak sepenuhnya buruk. Apa saja nasib baik yang ia rasakan?
1. Neneknya hidup bahagia di panti jompo

Setelah sukses berkarier sebagai pesepak bola terkenal, nenek Si Yeol meninggal dunia. Hal ini membuat Si Yeol tak bisa mewujudkan keinginannya untuk membahagiakan sang nenek. Ketika bertukar takdir, nasib berbeda justru terjadi pada nenek Si Yeol.
Sang nenek ternyata masih sehat dan berada di panti jompo. Ia hidup dengan bahagia dan bangga memiliki Si Yeol sebagai cucunya. Hal ini membuat Si Yeol merasa terharu.
2. Skill bermain sepak bola yang tetap terasah

Menjadi pesebak bola kelas dunia membuat Si Yeol terbiasa menjadi sosok disiplin dan profesional. Kemampuannya bermain sepak bola tak terkalahkan. Ia pun direkrut klub sepak bola internasional.
Bertukar takdir membuat Si Yeol hanya menjadi orang biasa yang masuk dalam klub sepak bola kelas rendah. Ia bahkan berada di divisi yang sering kalah. Namun, tanpa disangka skill sepak bola Si Yeol tetap mumpuni seperti sebelum bertukar takdir. Bahkan, ia jadi penyelamat di timnya.
3. Merasakan kisah cinta klasik

Sebelum bertukar takdir, Si Yeol selalu bekerja keras demi jadi pesebak bola profesional. Ia pun tak punya waktu untuk berkencan. Ketika akhirnya sukses dan terkenal, Si Yeol tak bisa berpacaran seperti orang normal. Ia harus menyembunyikan hubungannya dari publik.
Bertukar takdir membuat Si Yeol bisa menjalani hubungan romantis seperti orang biasa. Ia berkencan secara klasik dan berpegangan tangan di depan umum. Tak ada rasa khawatir sebab kini ia bukanlah sosok terkenal seperti sebelumnya.
Walaupun bertukar takdir membuat Si Yeol menjadi miskin dan hidup sebagai orang biasa, ada hikmah terselubung di baliknya. Ia tak menyangka secercah nasib baik mendatanginya. Ia pun menganggap pertukaran takdir ini sebagai waktunya rehat sejenak dari realita pahit kehidupan.