Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pemahaman Sun Han Gyul yang Keliru di Spring Fever

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Han Gyul (Jo Joon Young) kerap diposisikan sebagai murid sempurna di Spring Fever: selalu peringkat satu, terlihat tenang, dan jarang menunjukkan konflik batin secara terbuka. Namun, di balik prestasi akademiknya, tersimpan cara pandang yang justru membuat hidupnya semakin berat. Ia bukan tidak peka, melainkan terlalu sering menafsirkan dunia dengan beban moral yang tidak seharusnya ia pikul sendiri.

Kesalahan Sun Han Gyul bukan terletak pada niat buruk, melainkan pada pemahaman yang keliru tentang keadilan, pengorbanan, dan tanggung jawab emosional. Berikut lima pemahaman yang membentuk pilihan-pilihannya, tetapi justru menyeretnya pada kesepian dan rasa bersalah yang tak perlu.

1. Menganggap usaha Choi Se Jin tak sebanding dengan hasilnya

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Han Gyul sering mempertanyakan mengapa Choi Se Jin (Lee Jae In) yang terlihat bekerja keras justru selalu berada di bawahnya. Ia merasa posisinya sebagai peringkat satu seperti mencuri hak orang lain. Padahal, usaha dan hasil tidak selalu bergerak dalam garis lurus.

Pemahaman ini membuatnya memikul rasa bersalah yang bukan miliknya. Prestasi bukan soal siapa paling pantas, melainkan siapa paling siap di momen tertentu. Ketidakmampuan menerima fakta ini justru menggerus kepercayaan dirinya sendiri.

2. Mengira keadilan berarti semua orang harus berada di titik yang sama

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Bagi Sun Han Gyul, keadilan tampak seperti distribusi hasil yang seimbang. Ia merasa tidak adil jika ia terus menang sementara Se Jin terus kalah. Padahal keadilan tidak selalu identik dengan kesetaraan hasil.

Pemahaman ini keliru karena mengabaikan proses dan kapasitas masing-masing individu. Dunia tidak menuntut semua orang berada di garis akhir yang sama. Dengan menyederhanakan keadilan, Sun Han Gyul justru menekan dirinya sendiri.

3. Memilih menjawab ujian dengan asal demi memberi kesempatan Se Jin

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Alih-alih berkompetisi secara sehat, Sun Han Gyul sempat memilih menahan diri. Ia menjawab soal dengan tidak maksimal agar Se Jin punya peluang mengalahkannya. Keputusan ini ia anggap sebagai bentuk empati.

Namun, sikap tersebut justru merendahkan perjuangan Se Jin. Kemenangan yang lahir dari pengorbanan sepihak bukanlah keadilan. Sun Han Gyul gagal memahami bahwa kompetisi yang jujur lebih bermakna daripada simpati yang tersembunyi.

4. Mengorbankan diri demi Se Jin tanpa diminta

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Han Gyul sering merasa harus menyingkir demi kebahagiaan orang lain. Ia menganggap pengorbanan sebagai solusi atas ketimpangan yang ia rasakan. Padahal, tidak semua situasi menuntut pengorbanan.

Pemahaman ini membuatnya memikul beban emosional yang berlebihan. Mengorbankan diri tanpa kebutuhan justru menciptakan luka baru. Sun Han Gyul lupa bahwa menjaga diri sendiri juga merupakan bentuk tanggung jawab.

5. Memilih diam daripada menyelesaikan masalah secara terbuka

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Ketika konflik muncul, Sun Han Gyul cenderung memilih diam. Ia percaya bahwa waktu dan jarak akan meredakan segalanya. Diam baginya terasa lebih aman daripada konfrontasi.

Namun, sikap ini justru memperpanjang kesalahpahaman. Masalah yang tidak dibicarakan tidak pernah benar-benar selesai. Dalam Spring Fever, pilihan diam Sun Han Gyul berulang kali menjadi sumber luka yang lebih dalam.

Lima pemahaman keliru Sun Han Gyul menunjukkan bahwa kecerdasan akademik tidak selalu sejalan dengan kedewasaan emosional, dan Spring Fever dengan cermat menampilkan bagaimana niat baik yang disertai cara pandang salah justru dapat melukai diri sendiri maupun orang lain. Perjalanan Sun Han Gyul di Spring Fever bukan tentang turun dari peringkat satu, melainkan belajar memahami bahwa kejujuran pada diri sendiri jauh lebih penting daripada menjadi simbol keadilan yang ia ciptakan sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Drama Korea Thriller Tayang 2026, Terbaru The Art of Sarah

13 Feb 2026, 11:26 WIBKorea