still cuts film Exhuma (instagram.com/showbox.movie)
Setelah makam kakek buyutnya direlokasi di tempat yang disarankan Gisune, ternyata keluarga Park yang menerima teror berkelanjutan. Cucunya, Park Ji Yong (Kim Jae Cheol) meminta Hwa Rim untuk membongkar makamnya. Namun terjadilah insiden fatal. Roh kakek buyut itu keluar dan membunuh dua generasi keturunannya sebelum akhirnya dikremasi.
Kemudian, salah satu penggali makam malah membunuh ular berkepala perempuan di lokasi pemakaman tersebut. Dalam mitologi Jepang, ular tersebut mirip dengan makhluk mitologi bernama nure onna. Makhluk ini rupanya menjadi segel oni dewa perang yang menjaga pasak besi di bawah makam itu. Ketika segelnya rusak atau bahkan mati, oni dewa perang bisa bangkit dengan menyebar teror ke setiap manusia yang ditemuinya.
Setelah sang penggali makam kehilangan nyawa, Sang Deok kembali ke lokasi kuburan keluarga Park. Di sana, ia mencari lebih dalam lagi hingga menemukan makam vertikal yang akhirnya diketahui sebagai oni dewa perang alias si pasak besi milik Gisune.
Sang Deuk mulai menyusun sejumlah petunjuk yang diketahui, salah satunya dari Park Geun Hyeon yang mengatakan rubah menggigit pinggang harimau. Ia juga menghubungkan kisah para pencari pasak besi yang merupakan informasi dari biksu di Kuil Boguksa. Terlebih, Hwa Rim juga pernah mengaitkan Gisune dengan sosok siluman rubah dari Jepang.
Dari penjelasan tersebut, apakah pertanyaan yang bikin kamu penasaran telah terjawab? Exhuma bukanlah film horor biasa. Film tersebut mampu menggabungkan okultisme, sejarah, hingga urban legend yang beredar di masyarakat dengan alur yang sangat mulus. Gak heran, jika popularitasnya terus meningkatkan hingga sejumlah teori ramai diperbincangkan para penonton. Jadi, apakah kamu sudah nonton?