4 Perubahan Choi Jeong Yo Setelah Menghilang Four Hands, Two Sonatas

- Setelah menghilang sembilan tahun akibat penculikan dan luka tembak pada tangan kanan, Choi Jeong Yo muncul sebagai peserta kompetisi konduktor karena tak lagi dapat bermain piano seperti dulu.
- Ia memakai identitas Luca Domnico dan mengaku lupa ingatan, sementara orang-orang dari masa lalunya berusaha mendekat serta menceritakan hubungan mereka dengannya.
- Dulu ramah dan ceria, Choi Jeong Yo kini lebih tertutup dan waspada; ia membatasi kedekatan demi melindungi diri dari ancaman masa lalu.
Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) menampilkan perubahan besar setelah menghilang 9 tahun lamanya di drakor Four Hands, Two Sonatas. Ia yang selama ini tak bisa dicari jejaknya, tiba-tiba muncul di kompetisi konduktor sebagai peserta. Anehnya, di sana Choi Jeong Yo tak tampil seperti dirinya biasa, namun memunculkan berbagai perubahan yang signifikan.
Hal ini membuat orang terdekatnya dahulu merasa kehilangan. Mereka pun bergantian menemui Choi Jeong Yo, baik sekadar menanyakan kabar hingga mencoba merangsang ingatan Choi Jeong Yo. Lantas, seperti apa perubahan Choi Jeong Yo setelah 9 tahun menghilang? Yuk, simak.
1. Beralih profesi menjadi konduktor

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas) Sebelum menghilang pada 9 tahun yang lalu, Choi Jeong Yo sempat ditembak oleh pencurinya di bagian tangan kanan. Kejadian itu membuat saraf tangannya bermasalah dan tak bisa bermain piano sebagaimana mestinya. Agar tetap bisa berkarier di dunia musik klasik, ia memilih menjadi seorang konduktor.
Meski sudah dijelaskan alasan Choi Jeong Yo memilih untuk menjadi konduktor. Masih terdapat misteri lain yang menjadi pemicu kenapa ia memilih karier tersebut. Mulai dari strategi untuk menyembunyikan identitas asli, melawan trauma panggung yang dideritanya, hingga keinginan untuk melindungi dan membantu Kang Pi O yang kini sedang terpuruk meski sudah menjadi pianis terkenal.
2. Menggunakan identitas baru

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas) Tak hanya beralih profesi, Choi Jeong Yo juga muncul dengan identitas baru setelah menghilang. Namanya berubah menjadi Luca Domnico, yang diduga Choi Jeong Yo gunakan sebagai tameng pelindung sekaligus senjata rahasia miliknya. Terlebih sebelum menghilang, ia mengalami insiden berbahaya, di mana ia diculik sekaligus ditembak dibagian tangan kanannya.
Banyak kemungkinan alasan kenapa Choi Jeong Yo memilih menukar identitasnya. Mulai dari melindungi diri dari ancaman masa lalu, menyusun rencana balas dendam yang sempurna, serta dapat terlepas dari ekspektasi masa lalu yang melekat pada namanya. Dengan berganti nama, Choi Jeong Yo dapat mencegah publik untuk tidak mengungkit masa lalunya lagi.
3. Pura-pura lupa ingatan

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas) Untuk melancarkan misi rahasianya, Choi Jeong Yo juga pura-pura lupa ingatan. Ia mengaku tak mengingat masa lalunya sedikitpun, dan membiarkan orang-orang dari masa lalunya menceritakan dengan versi mereka. Sedangkan Choi Jeong Yo hanya mendengarkan dan tak menggubrisnya sedikitpun.
Bukan tanpa sebab Choi Jeong Yo berubah seperti itu. Ia merasa kecewa setelah mendengar jawaban Kang Pi O yang mengaku tak dekat dengannya di masa lalu. Jawaban dari Kang Pi O terasa sangat dingin dan tidak tulus atas persahabatan berharga yang dulu mereka bangun. Dengan pura-pura lupa ingatan, ia bisa menyelaraskan identitas barunya sebagai Luca Domnico, serta menciptakan jarak aman dengan orang yang mengkhianatinya.
4. Memiliki sikap yang lebih waspada dan tertutup

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas) Choi Jeong Yo yang dahulunya dikenal ramah dan ceria, kini berubah menjadi pribadi yang waspada dan tertutup. Padahal dahulu dan sekarang ia sama-sama diikuti oleh masalah, namun kali ini ia memilih memproteksi diri dan bersikap hati-hati. Contohnya, saat orang-orang dari masalalunya datang untuk berbagi kisah dan ingin memeluknya. Ia hanya mengizinkan mentornya saja, Do Hyun Soo (KIm Ju Hun), sebagai orang yang boleh memeluknya sedangkan yang lain tidak.
Perubahan sikap ini sengaja Choi Jeong Yo lakukan sebagai bentuk proteksi diri. Ia harus berhati-hati agar tidak memicu kecurigaan dari dalang penculikannya dahulu yang mungkin saja terancam jika mengetahui bahwa dirinya masih hidup. Dengan begitu, ia dapat bergerak bebas di dunia musik klasik tanpa langsung memicu alarm bahaya bagi orang-orang yang dulu mencelakainya.
Perubahan yang ditampilkan Choi Jeong Yo setelah menghilang 9 tahun lamanya di drakor Four Hands, Two Sonatas bukanlah sekadar perubahan profesi atau pun nama. Ia sengaja melakukan perubahan tersebut agar bisa bangkit dari keterpurukan dan menjadi seorang maestro yang siap memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri dan membalaskan dendam masa lalunya. Apakah Choi Jeong Yo akan berhasil?






















