Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Pihak Pendukung BPHP di Teach You a Lesson, Pertaruhan?
Cuplikan drakor Teach You a Lesson (instagram.com/netflixkr)
  • Drama 'Teach You a Lesson' menyoroti pembentukan BPHP oleh Menteri Pendidikan Choi Gang Seok yang berjuang dua tahun menghadapi tantangan politik dan birokrasi.
  • Pihak berwajib mulai menunjukkan netralitasnya setelah menangani kasus anak anggota dewan, menjadi titik penting dalam penegakan hukum di dunia pendidikan.
  • BPHP mendapat dukungan dari sebagian anggota dewan, guru, dan siswa untuk memperbaiki sistem pendidikan yang rusak meski harus menghadapi tekanan politik dan manipulasi publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) sendiri merupakan badan yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan di drakor Teach You a Lesson (2026). Biro ini diusung oleh menteri pendidikan berkuasa, Choi Gang Seok (Lee Sung Min), yang telah disusun sejak 2 tahun lamanya. Kemunculan BPHP sendiri sebenarnya mengejutkan banyak pihak.

Namun, BPHP gak bekerja secara sembarangan karena dilindungi undang-undang. Mereka punya aturan resmi yang diresmikan sejak 2 tahun lalu setelah mendukung penambahan anggaran operasional kejaksaan. Sayangnya, BPHP sendiri membutuhkan waktu yang lama untuk terbentuk dan aktif di kalangan masyarakat. Lalu, siapa saja pihak yang menjadi pendukung BPHP di drakor Teach You a Lesson?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Choi Gang Seok

Cuplikan drakor Teach You a Lesson (instagram.com/netflixkr)

Choi Gang Seok jelas menjadi pendukung utama BPHP. Dia yang mengusulkan RUU Pembentukan BPHP 2 tahun lalu. Gak hanya itu, kasus penusukan guru yang dilakukan siswa membuat Choi Gang Seok mulai menyadari dampak negatif budaya pendidikan Korea Selatan yang semakin berbahaya.

Sejak UU Pembentukan BPHP disahkan, Choi Gang Seok mengaku jika dirinya menghadapi berbagai kesulitan untuk membentuk biro ini. Dia bahkan mengaku membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mendapatkan izin aktif BPHP sendiri. Di awal, BPHP hanya punya satu pengawas saja, Na Hwa Jin (Kim Moo Yul).

2. Pihak berwajib

Cuplikan drakor Teach You a Lesson (instagram.com/netflixkr)

Kasus yang menyeret anak salah satu anggota dewan, Ryu Jun Hyeong (Lee Seung Gyu), mulai menjadi gerbang utama keberpihakan kepolisian pada proses penyelidikan. BPHP sendiri sadar jika anak di bawah umur belum bisa dihukum sesuai hukum negara.  Sayangnya, kasus ini menjadi kasus pertama yang menjadikan Ryu Jun Hyeong dan beberapa temannya mendekam di penjara.

Mereka bahkan harus menunggu putusan hingga cukup umur sesuai hukum yang berlaku. Hal ini menjadi salah satu titik awal pihak berwajib mulai menunjukkan keberpihakannya dan netralitasnya dalam bekerja. Sayangnya, kondisi ini jelas gak mudah untuk didapatkan. Buktinya, masih ada beberapa pihak yang bekerja sama dengan oknum orangtua maupun guru yang gak bertanggung jawab.

3. Sebagian anggota dewan

Cuplikan drakor Teach You a Lesson (instagram.com/netflixkr)

Kemunculan BPHP sendiri cukup membuat politik bergejolak. Saat itu, telah memasuki masa pemilu yang membuat banyak politikus berlomba-lomba membangun citra untuk mendapatkan tiket pencalonan Presiden dari partai masing-masing. Hal ini membuat Choi Gang Seok menjadi sasaran berbagai tuduhan negatif untuk menyelamatkan pencalonan masing-masing.

Sayangnya, Choi Gang Seok sendiri seperti gak mudah goyah. Dia punya kekuatan ekstra untuk mewujudkan tujuannya demi langkah baik di bidang pendidikan. Hal ini turut didukung oleh beberapa anggota dewan ketika dirinya harus menghadiri sidang tuduhan mengenai BPHP.

4. Guru dan siswa

Cuplikan drakor Teach You a Lesson (instagram.com/netflixkr)

BPHP sendiri selalu menargetkan sekolah-sekolah yang dinilai liar dan gak memenuhi standar normal. Dengan kondisi internet canggih, para siswa menjadi melek teknologi dan mulai bisa mengendalikan opini publik secara pribadi. Sayangnya, guru dan para siswa lainnya turut menghadapi dampak negatifnya, lho.

Beberapa kasus yang ditangani BPHP menunjukkan jika siswa menggunakan kemampuannya untuk menggiring opini publik dan menghancurkan karakter seseorang. Padahal, mereka menganggap sekolah menjadi tempat aman. Kehadiran BPHP sendiri menjadi angin segar bagi guru sekolah yang selalu diremehkan dan terus dituntut.

Makanya, BPHP gak pernah menunjukkan keberpihakan pada guru maupun siswa saja namun juga pada korban. Sayangnya, jalan BPHP jelas gak akan mulus karena berbagai langkah licik penguasa. Setuju dengan ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article