Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Plot Hole di Drakor Four Hands Two Sonatas, Penuh Kejanggalan

3 min read
5 Plot Hole di Drakor Four Hands Two Sonatas, Penuh Kejanggalan
Song Kang di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
  • Drama Four Hands, Two Sonatas menampilkan continuity error saat posisi duduk Kang Pi O dan Choi Jeong Yo berubah di tengah resital duet piano pertama mereka.
  • Hilangnya Choi Jeong Yo pada final Kompetisi Harmonie dinilai tak ditangani serius: kompetisi tetap berjalan, sementara detektif swasta lebih cepat daripada Interpol mengungkap penculikan.
  • Kembalinya Choi Jeong Yo sebagai Luca Demonico tanpa identitas jelas tidak dijelaskan, diperparah keamanan Kompetisi Harmonie yang minim hingga penculikan peserta terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Four Hands, Two Sonatas mencuri perhatian berkat chemistry Song Kang dan Lee Jun Young. Keduanya memerankan karakter pianis bernama Kang Pi O dan Choi Jeong Yo yang terlibat persahabatan sekaligus rivalitas.

Meski drakor ini memukau dengan detail terkait musik klasik, sayangnya, ada beberapa plot hole yang berisi kejanggalan dan cukup mengganggu logika cerita. Berikut lima di antaranya. Apa saja?

  1. 1. Posisi duduk Kang Pi O dan Choi Jeong Yo di resital pertama

    Song Kang dan Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas
    Song Kang dan Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Di episode 3 Four Hands, Two Sonatas, Kang Pi O dan Choi Jeong Yo tampil bersama sebagai duet piano di acara konser musik Noblesse yang digelar di Pusat Seni Seodam. Penampilan mereka ini memang ikonik dan memanjakan mata serta telinga. Namun, yang aneh adalah posisi duduk mereka.

    Awalnya, Kang Pi O menuntun Choi Jeong Yo yang memakai penutup mata untuk duduk di sebelah kiri. Lalu ia sendiri duduk di kanan dekat penonton. Namun, di pertengahan, posisi duduk mereka tertukar dengan Choi Jeong Yo yang paling dekat dengan penonton sehingga bisa divideo dengan jelas.

  2. 2. Kompetisi Harmonie tetap berjalan setelah hilangnya peserta

    Song Kang di Four Hands, Two Sonatas
    Song Kang di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Choi Jeong Yo menghilang di hari-H final Kompetisi Harmonie di Praha. Logikanya ini menjadi kontroversi yang seharusnya menghebohkan. Interpol bahkan menyimpulkan Choi Jeong Yo meninggal. Anehnya, sembilan tahun kemudian, kompetisi ini nyatanya berjalan normal seperti biasa. Bahkan Kang Pi O yang diwawancarai media membahas kasus hilangnya Choi Jeong Yo dengan suasana seolah kejadian ini bukan masalah serius.

  3. 3. Interpol kalah gercep dari detektif bayaran

    Ko Chang Seok di Four Hands, Two Sonatas
    Ko Chang Seok di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Selama lima tahun terakhir, Kang Pi O diam-diam membayar detektif swasta bernama Martin Vogel (Ko Chang Seok) untuk mencari Choi Jeong Yo di Eropa. Di sisi lain, Interpol yang dikenal hebat dalam investigasi malah kalah gercep dalam menyelidiki kasus ini.

    Martin Vogel bahkan bisa menemukan pelaku yang menculik Choi Jeong Yo, termasuk dalang dari kejadian ini. Di sisi lain, Interpol di drama ini bahkan tak bisa menyimpulkan dengan benar bahwa Choi Jeong Yo diculik bukan oleh teroris dan aslinya masih hidup.

  4. 4. Tak dijelaskan kembalinya Choi Jeong Yo tanpa kartu identitas

    Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas
    Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Banyak kejanggalan terkait hilangnya dan kembalinya Choi Jeong Yo. Dalam rentang waktu sembilan tahun itu, tak dijelaskan bagaimana Choi Jeong Yo yang hilang di Praha akhirnya ditemukan pihak biara di Slovakia.

    Selain itu, Choi Jeong Yo kembali dengan epik sebagai Luca Demonico. Namun, bagaimana ia bisa mengikuti kompetisi dirigen dengan nama tersebut padahal dirinya mengaku hilang ingatan. Artinya, ia tidak punya identitas jelas dan kewarganegaraannya pun saat itu statusnya masih belum diketahui pasti. Jika ia memakai identitas aslinya sebagai Choi Jeong Yo, kenapa detektif suruhan Kang Pi O gagal mengetahui keberadaannya?

  5. 5. Kompetisi internasional dengan tingkat pengamanan minim

    Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas
    Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Kompetisi Harmonie yang diikuti Kang Pi O dan Choi Jeong Yo berskala internasional sehingga pemenangnya bisa debut menjadi pianis ternama. Namun, yang janggal penyelenggaranya justru terkesan tak profesional.

    Saat Kang Pi O kehilangan partitur musiknya, pihak keamanan gagal menemukan pelaku karena tak ada CCTV di lorong depan kamar. Bukan hanya itu, panitia acara ini juga gagal memeriksa latar belakang pegawai sehingga mantan tentara bayaran bisa menculik peserta di hari final. Terlebih polisi bahkan tak bisa mengetahui identitas dua karyawan sekaligus pelaku penculikan tersebut. Padahal penyelenggara harusnya punya data diri para pegawainya.

    Kelima kejanggalan di atas menjadi plot hole dalam cerita drakor Four Hands, Two Sonatas. Sebagian di antaranya disebabkan kurangnya eksplorasi cerita karena episode terbatas hingga continuity error dalam adegan tertentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More