7 Realita Kelam yang Dirasakan Tim Divisi Empat di No Tail To Tell

Alih-alih berontak dan putus asa karena takdirnya tertukar, Kang Si Yeol (Park Solomon) justru mencoba menjalani hidup barunya dengan ikhlas. Hidup Kang Si Yeol memang berubah secara drastis, tapi kecintaannya terhadap sepak bola tidak pernah berubah. Ia tetap bersemangat mengejar bola di lapangan.
Saat ini, Kang Si Yeol didapuk sebagai striker andalan di tim divisi empat. Bermain di tim papan atas dunia dan divisi empat ternyata punya perbedaan jauh. Kang Si Yeol hanya bisa tersenyum kecut melihat realita kelam yang dihadapi tim divisi empat dalam drakor No Tail To Tell.
1. Sebagai tim divisi empat yang menempati klasemen buntut, tim ini selalu dipandang sebelah mata oleh tim lain

2. Sistem latihan tidak terorganisir dengan baik. Mereka berlatih hanya saat mendekati jadwal pertandingan

3. Gaji yang diterima pemain tim ini sangat menyedihkan. Sama sekali tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari

4. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sebagian besar pemain harus bekerja paruh waktu

5. Karena terlalu lelah bekerja, menyebabkan kondisi pemain tidak prima. Padahal kondisi tubuh sangat berpengaruh terhadap performa di lapangan

6. Tak hanya pemain, pelatih juga sama-sama mendapatkan gaji yang tidak layak

7. Saat sedang kick off, hampir seluruh pemainya tidak mempunyai ambisi untuk menang di lapangan

Sederet kondisi memprihatinkan tersebut menjadi tamparan keras bagi Kang Si Yeol yang sebelumnya bermain di liga papan atas dalam drakor No Tail to Tell. Kang Si Yeol hanya bisa murung setelah mengetahui realita pahit yang dialami oleh rekan-rekan setimnya. Sulit bagi pemain tim divisi empat untuk berkembang, jika kesejahteraannya saja tidak terjamin.


















